Kasus Suap Izin Ekspor Benur, KPK Sita Uang Rp 3 M dari Eks Caleg Gerindra
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kasus Suap Izin Ekspor Benur, KPK Sita Uang Rp 3 M dari Eks Caleg Gerindra

Rabu, 24 Maret 2021 | 09:09 WIB
Oleh : Fana F Suparman / LES

Jakarta, Beritasatu.com -Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang sebesar Rp 3 miliar saat memeriksa mantan Caleg Partai Gerindra sekaligus Direktur Utama PT Gardatama Nusantara, Syammy Dusman, Selasa (23/3/2021). Uang itu disita karena diduga terkait dengan kasus dugaan suap izin ekspor benih bening lobster atau benur yang menjerat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

"Syammy Dusman, diperiksa sebagai sa8ksi untuk tersangka EP (Edhy Prabowo) dan kawan-kawan. Pada yang bersangkutan dilakukan penyitaan sejumlah uang yang diduga terkait dengan perkara," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (24/3/2021).

Sebelumnya, penyidik juga telah menyita sejumlah dokumen dan uang dari Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Divisi (Kadiv) Keuangan PT Gardatama Nusantara, Mulyanto. Dokumen dan uang itu disita penyidik saat memeriksa Mulyanto pada Jumat (19/3/2021).

Tim penyidik diketahui sedang intens menelusuri aliran uang dugaan suap izin ekspor benur. Uang dugaan suap itu disinyalir mengalir ke sejumlah pihak. Salah satunya ke PT Gardatama Nusantara.

Diketahui, KPK menetapkan Edhy Prabowo selaku Menteri Kelautan dan Perikanan bersama dua staf khususnya Safri dan Andreau Pribadi Misanta; sekretaris pribadi Edhy bernama Amiril Mukminin; pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK) bernama Siswadi, serta staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan bernama Ainul Faqih, sebagai tersangka penerima suap terkait izin ekspor benur.

Sementara tersangka pemberi suap adalah Chairman PT Dua Putra Perkasa Pratama (PT DPPP), Suharjito.

Edhy Prabowo dan lima orang lainnya diduga menerima suap dari Suharjito dan sejumlah eksportir terkait izin ekspor benur yang jasa pengangkutannya hanya dapat menggunakan PT Aero Citra Kargo.

Kasus ini bermula pada 14 Mei 2020. Saat itu, Edhy Prabowo menerbitkan Surat Keputusan Nomor 53/KEP MEN-KP/2020 tentang Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster, dengan menunjuk kedua staf khususnya, Andreau Pribadi Misanta dan Safri sebagai Ketua dan Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence). Salah satu tugas dari Tim ini adalah memeriksa kelengkapan administrasi dokumen yang diajukan oleh calon eksportir benur.

Selanjutnya, pada awal bulan Oktober 2020, Suharjito datang ke lantai 16 kantor KKP dan bertemu dengan Safri. Dalam pertemuan tersebut, terungkap untuk melakukan ekspor benih lobster hanya dapat melalui forwarder PT ACK (Aero Citra Kargo) dengan biaya angkut Rp 1.800/ekor.

Atas kegiatan ekspor benih lobster yang dilakukannya, PT DPPP diduga melakukan transfer sejumlah uang ke rekening PT ACK dengan total sebesar Rp731.573.564. Berdasarkan data kepemilikan, pemegang PT ACK terdiri dari Amri dan Ahmad Bahtiar yang diduga merupakan nominee dari pihak Edhy Prabowo serta Yudi Surya Atmaja.

Atas uang yang masuk ke rekening PT ACK yang diduga berasal dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster tersebut, selanjutnya ditarik dan masuk ke rekening Amri dan Ahmad Bahtiar masing-masing dengan total Rp 9,8 miliar.

Selanjutnya pada 5 November 2020, sebagian uang tersebut, yakni sebesar Rp 3,4 miliar ditransfer dari rekening Ahmad Bahtiar ke rekening salah satu bank atas nama Ainul Faqih selaku staf khusus istri menteri Edhy. Uang itu, diperuntukkan bagi keperluan Edhy Prabowo, istrinya IIs Rosita Dewi, Safri, dan Andreu Pribadi Misanta. Uang itu digunakan untuk belanja barang mewah oleh Edhy Prabowo dan Iis Rosita Dewi di Honolulu AS pada 21 sampai dengan 23 November 2020 sejumlah sekitar Rp750 juta.

Sejumlah barang mewah yang dibeli Edhy dan istrinya di Hawaii, di antaranya jam tangan rolex, tas Tumi dan Louis Vuitton (LV), baju Old Navy.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPK Sita Dokumen Kasus Korupsi Pengadaan Barang di Kantor Bapenda Bandung Barat

Tim penyidik menyita sejumlah dokumen dan barang elektronik. Barang-barang itu diduga terkait dengan kasus dugaan korupsi yang sedang disidik.

NASIONAL | 24 Maret 2021


Menteri LHK Jelaskan tentang Pentingnya Perlindungan Sumber Daya Genetik Indonesia

FGD bertujuan menyamakan persepsi dan membangun komitmen bersama dalam perlindungan dan pemanfaatan sumber daya genetik Indonesia.

NASIONAL | 24 Maret 2021

Hujan Disertai Angin Kencang Berpotensi Terjadi di Kalimantan dan Sumatera

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengimbau masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem pada periode peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau.

NASIONAL | 24 Maret 2021

Gobel Akan Tanam Padi Nonsubsidi 50.000 Hektare

"Koperasi yang memfasilitasi penyediaan pupuk, bibit, sarana pertanian, dan juga menyerap hasil panennya," kata Rachmat Gobel.

NASIONAL | 24 Maret 2021

Bangun Kedaulatan Pangan, Dikti Akan Kolaborasi dengan TaniHub

Sudah waktunya Indonesia membangun kedaulatan pangan, menjadikan Indonesia sebagai negara eksportir terbesar produk pertanian.

NASIONAL | 24 Maret 2021

Masjid Bisa Digunakan untuk Salat Tarawih Selama Ramadan

Umat Islam di seluruh Indonesia boleh melaksanakan salat tarawih di masjid selama Ramadan 1442 Hijriah dengan tetap menaati protokol kesehatan secara ketat.

NASIONAL | 24 Maret 2021

Beragama yang Baik Seharusnya Patuh Aturan

Hal seperti itu seharusnya disikapi secara kritis, apalagi jika yang disampaikan adalah hujatan dan caci maki.

NASIONAL | 23 Maret 2021

Pemkot Malang Izinkan Wisuda Tatap Muka

Pemkot Malang, Jawa Timur, memberikan lampu hijau untuk penyelenggaraan wisuda pada perguruan tinggi baik negeri dan swasta di masa pandemi Covid-19.

NASIONAL | 23 Maret 2021

DPR Tunggu Draf RUU Ibu Kota Negara

Anggota Komisi V DPR, Irwan mendorong pemerintah pusat segera menyerahkan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Ibu Kota Negara (IKN) kepada DPR.

NASIONAL | 23 Maret 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS