Ramadan di Tengah Pandemi, Masyarakat Tahan Diri untuk Ngabuburit
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ramadan di Tengah Pandemi, Masyarakat Tahan Diri untuk Ngabuburit

Kamis, 25 Maret 2021 | 08:45 WIB
Oleh : Happy Amanda Amalia / PYA

Jakarta, Beritasatu.com – Laporan hasil survei NeuroSensum berjudul “Annual Ramadan Spending Tracker 2021” mengungkapkan, 66% responden mengaku ibadah di bulan Ramadan yang paling berdampak di tengah pandemi Covid-19 adalah pelaksanaan Tarawih di masjid. Oleh karena itu, 62% responden lebih memilih melakukan salat Tarawih di rumah bersama keluarga inti daripada di masjid.

Tradisi ngabuburit atau kegiatan menunggu waktu berbuka puasa diperkirakan terpengaruh oleh pandemi yang sudah berlangsung setahun terakhir. Sekitar 63% masyarakat masih menahan diri untuk tidak melakukan ngabuburit. Selain itu, lebih dari separuh responden Neurosensum juga enggan mengikuti tradisi silaturahmi tatap muka selama Ramadan, seperti mengikuti acara sosial, ziarah dan umrah, dan sahur di luar rumah (Sahur On The Road).

NeuroSensum melakukan wawancara kepada 500 responden di 5 kota besar di Indonesia bagaimana Covid-19 memengaruhi perayaan Ramadan mereka. Survei tersebut dilakukan pada Februari lalu saat para konsumen tengah merencanakan belanja Ramadan, dengan tujuan memahami belanja dan kebiasaan bertransaksi.

“Masyarakat masih menahan perayaan Ramadan, namun ada perubahan signifikan pada perilaku dalam melaksanakan tradisi, ritual ibadah, dan berbelanja dibandingkan dengan tahun lalu. Di tahun ini masyarakat kita sudah lebih bisa memahami apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan selama Ramadan. Masyarakat mulai beradaptasi mencapai ‘keseimbangan’ antara mencegah penularan Covid-19 dan melakukan perayaan atau tradisi sederhana di bulan Ramadan nanti,” ungkap CEO NeuroSensum & SurveySensum Rajiv Lamba dalam keterangan pers pada Rabu (24/3).

Meski masyarakat menahan diri melakukan sejumlah tradisi Ramadan, geliat beramal jelang Ramadan sudah mulai meningkat signifikan. Dengan membandingkan studi NeuroSensum "Annual Ramadan Spending Tracker" tahun lalu, lebih banyak masyarakat yang optimistis berdonasi dan zakat lebih besar di tahun ini. Optimistis berzakat meningkat 15 kali lipat dan donasi 2,2 kali lipat dibanding Ramadan 2020.

“Tahun lalu kami melakukan studi yang sama, dan saya melihat sedikit sekali orang yang membagikan THR. Bahkan yang biasanya membagikan THR cenderung menahan mengeluarkan THR. Tahun ini 23% masyarakat lebih optimis dapat membayar THR karyawan atau orang yang bekerja untuk mereka, tidak seperti Ramadhan tahun lalu,” katanya.

Persiapan Belanja Lebaran

Selain itu mayoritas masyarakat sudah mulai merencanakan belanja Lebaran 2021 sejak Maret 2021. Sekitar 41% konsumen sudah berbelanja satu bulan sebelum Ramadan, yaitu untuk barang keperluan sehari-hari dan fesyen. Pada 2-3 bulan sebelum Ramadhan, 25% masyarakat sudah membeli tiket mudik dan 13% lainnya memutuskan baru akan berbelanja selama bulan Ramadan. Di luar itu, terdapat 10% masyarakat yang merasa tidak berbelanja sama sekali untuk Ramadhan tahun ini.

“Meskipun pandemi berdampak berbeda pada setiap orang, rencana perjalanan Ramadan 2021 tetap tenang untuk hampir semua orang. Sementara 38% konsumen akan bepergian untuk mudik, 45% konsumen tidak akan bepergian sama sekali. Selain itu, meski mereka akan merayakan Ramadan dengan sedikit lebih layak dibanding tahun lalu, mereka akan memiliki beberapa batasan. Misalnya, 31% konsumen tidak akan bersosialisasi dengan teman atau keluarga dan 27% tidak akan makan sahur di luar rumah,” ungkap Rajiv.

Data menarik lainnya ditemukan ketika bertanya kepada responden tentang rencana belanja mereka selama Ramadan. Platform online menjadi saluran yang paling disukai. Dibandingkan dengan 33% konsumen yang berbelanja online di bulan Ramadan 2020, tahun ini setidaknya 37% konsumen akan berbelanja online untuk belanja Ramadan. Sekitar 40% konsumen akan berbelanja bahan makanan online sementara 33% konsumen akan berbelanja untuk barang-barang lainnya.

“Penggunaan saluran online telah meningkat sejak tahun lalu. Beberapa perusahaan e-commerce pun mengatakan bahwa banyak hal yang mereka harapkan terjadi dalam empat tahun ke depan telah terjadi dalam satu atau dua tahun terakhir di Indonesia. Pandemi ini mempercepat akselerasi trafik saluran online karena seluruh transformasi digital yang seharusnya terjadi dalam lima tahun ke depan telah terjadi dalam enam bulan,” ujarnya.

Hal tersebut diperkuat porsi belanja makanan secara online akan meningkat karena sejak Ramadan lalu hingga Ramadan ini masyarakat semakin terbiasa dengan kanal online. Selain itu, perusahaan besar seperti Gojek, Happyfresh, dan Grab telah melihat peningkatan yang signifikan dalam lalu lintas online mereka.

“Para pemilik brand harus berhati-hati tentang apa yang mereka jual dan bagaimana caranya. Merek harus fokus pada kategori yang meningkat. Dengan bergesernya belanja konsumen ke arah kesehatan & digital, suplemen kesehatan akan meningkat sebesar 55%. Juga, ada pertumbuhan yang signifikan dalam saluran online. Saluran online ini menjadi lebih penting dalam perjalanan belanja konsumsi masyarakat. Selain itu, pandemi telah berdampak paling besar pada penurunan Social Economic Status. Merek perlu fokus pada segmen ini dan memberikan penawaran yang membantu masyarakat berhemat,” demikian penjelasannya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Jalani Isoman, Azis Syamsuddin Minta KPK Jadwal Ulang Pemeriksaannya

Dalam surat itu, Azis meminta agar KPK menjadwalkan ulang pemeriksaannya pada 4 Oktober 2021.

NASIONAL | 24 September 2021

Nasib Tenaga Kesehatan Gerald Sokoy di Kiwirok Papua Belum Diketahui

Informasi yang beredar di media sosial juga terungkap bahwa gerombolan bersenjata pimpinan Lamek Taplo akan menyerahkan Sokoy ke keluarga melalui gereja.

NASIONAL | 24 September 2021

Proses Hukum secara Tegas, Aksi Main Hakim Napoleon Bonaparte Berbahaya

Aksi main hakim sendiri yang dilakukan Irjen Napoleon Bonaparte kepada Muhammad Kace, bisa membahayakan apabila tidak diproses hukum secara tegas.

NASIONAL | 24 September 2021

Garuda Bawa Pulang 13 Kura-kura Leher Ular Rote dari Singapura

Mendukung konservasi satwa, Garuda Indonesia menerbangkan 13 kura-kura jenis leher ular Rote (Chelodina mccordi) dari Singapura ke Kupang.

NASIONAL | 24 September 2021

Edukasi Lingkungan Allianz Indonesia Lewat Aksi World Cleanup Day 2021

Partisipasi pada World Cleanup Day 2021 merupakan kelanjutan komitmen, dan kepedulian Allianz Indonesia terhadap lingkungan.

NASIONAL | 24 September 2021

Terima 19.752 Pengaduan Terkait P3K, Ini Rekomendasi PGRI untuk Pemerintah

PGRI berharap pemerintah melakukan revisi terhadap peraturan rekrutmen P3K sebagai solusi untuk mengatasi darurat kekurangan guru.

NASIONAL | 24 September 2021

Kasus Napoleon Aniaya Kace, Kompolnas: Tak Boleh Lagi Ada Kekerasan di Ruang Tahanan

Dikatakan Poengky, lebih disayangkan lagi pelakunya diduga oknum anggota Polri aktif berpangkat jenderal.

NASIONAL | 24 September 2021

Sandiaga Uno Bertemu Tokoh Masyarakat Adat Papua Bahas KBMAP IV

Pada pertemuan terbatas tersebut Sandiaga Uno mendengarkan aspirasi dan masukan dari tokoh masyarakat adat Papua.

NASIONAL | 24 September 2021

BMKG Sajikan Informasi Cuaca di Seluruh Klaster Pertandingan PON Papua

Terlebih penyelenggaraan PON XX 2021 sendiri bertepatan dengan kalender musim penghujan Indonesia.

NASIONAL | 24 September 2021

Eks Dirut Sarana Jaya Segera Diadili Kasus Korupsi Tanah Munjul

Mantan Direktur Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan bakal segera diadili atas kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul.

NASIONAL | 24 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Bentuk Anak Usaha Baru, Bali Bintang Sejahtera Garap Bisnis Teknologi

Bentuk Anak Usaha Baru, Bali Bintang Sejahtera Garap Bisnis Teknologi

EKONOMI | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings