Kasus Suap Bansos, KPK Periksa Effendi Gazali dan Adik Politikus PDIP Ihsan Yunus
Logo BeritaSatu

Kasus Suap Bansos, KPK Periksa Effendi Gazali dan Adik Politikus PDIP Ihsan Yunus

Kamis, 25 Maret 2021 | 12:39 WIB
Oleh : Fana F Suparman / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek yang telah menjerat mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara. Dalam mengusut kasus ini, KPK menjadwalkan memeriksa tujuh orang sebagai saksi, Kamis (25/3/2021).

Dua dari tujuh saksi yang dijadwalkan diperiksa hari ini, yaitu pakar komunikasi Effendi Gazali dan Muhammad Rakyan Ikram yang merupakan adik anggota DPR dari Fraksi PDIP, Ihsan Yunus.

Selain kedua nama tersebut, tim penyidik juga menjadwalkan memeriksa Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemsos Hartono Laras, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Dirjen Linjamsos), Pepen Nazaruddin, Kukuh Ari Wibowo yang merupakan staf ahli Juliari selaku Mensos, serta Triana dari PT Indo Nufood Indonesia dan Amelia Prayitno dari PT Cyber Teknologi Nusantara.

Ketujuh saksi itu, termasuk Effendi Gazali dan Rakyan Ikram diperiksa penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemsos, Matheus Joko Santoso.

"Mereka diperiksa untuk tersangka MJS (Matheus Joko Santoso)," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (25/3/2021).

Belum diketahui secara pasti materi yang bakal didalami penyidik saat memeriksa Effendi Gazali dan Rakyan Ikram serta lima saksi lainnya. Namun, tim penyidik saat ini sedang mendalami proses dan kuota yang diperoleh para vendor bansos. Effendi Gazali dan Rakyan Ikram disebut-sebut termasuk pihak yang mendapat kuota pengadaan bansos Covid-19.

Effendi Gazali sebelumnya pernah diperiksa penyidik pada Kamis (4/3/2021) lalu. Namun, saat itu, Effendi Gazali diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap izin ekspor benur di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjerat mantan Menteri KKP Edhy Prabowo. Penyidik memeriksa Effendi dalam kapasitasnya sebagai mantan penasihat Menteri KKP Edhy Prabowo.

Diberitakan, KPK menetapkan Juliari P Batubara selaku Mensos bersama Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemsos serta dua pihak swasta bernama Ardian IM dan Harry Sidabuke sebagai tersangka kasus dugaan suap bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek. Juliari dan dua anak buahnya diduga menerima suap senilai sekitar Rp 17 miliar dari Ardian dan Harry selaku rekanan Kemsos dalam pengadaan paket bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020.

Kasus ini bermula dari pengadaan bansos penanganan Covid-19 berupa paket sembako di Kementerian Sosial tahun 2020 dengan nilai sekitar Rp 5,9 triliun dengan total 272 kontrak pengadaan dan dilaksanakan dengan dua periode. Juliari selaku Menteri Sosial menujuk Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono sebagai Pejabat Pembuat Komitmen dalam pelaksanaan proyek tersebut dengan cara penunjukkan langsung para rekanan. Diduga disepakati adanya "fee" dari tiap-tiap paket pekerjaan yang harus disetorkan para rekanan kepada Kementerian Sosial melalui Matheus Joko Santoso. Fee untuk setiap paket bansos disepakati oleh Matheus dan Adi Wahyono sebesar Rp 10.000 per paket sembako dari nilai Rp 300.000 per paket bansos.

Selanjutnya Matheus dan Adi pada Mei sampai dengan November 2020 membuat kontrak pekerjaan dengan beberapa supplier sebagai rekanan yang diantaranya Ardian IM, Harry Sidabuke dan juga PT Rajawali Parama Indonesia (RPI) yang diduga milik Matheus. Penunjukan PT RPI sebagai salah satu rekanan tersebut diduga diketahui Juliari dan disetujui oleh Adi Wahyono.
Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama diduga diterima fee Rp 12 miliar yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh Matheus kepada Juliari Batubara melalui Adi dengan nilai sekitar Rp 8,2 miliar. Pemberian uang tersebut selanjutnya dikelola oleh Eko dan Shelvy N, selaku orang kepercayaan Juliari untuk digunakan membayar berbagai keperluan pribadi Juliari.

Untuk periode kedua pelaksanaan paket Bansos sembako, terkumpul uang "fee" dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 sejumlah sekitar Rp 8,8 miliar yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan Juliari.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Presiden Saksikan Vaksinasi Massal Di Kabupaten Maluku Tengah

Ditambahkan Presiden Jokowi, untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity diperlukan vaksinasi kepada 70% populasi masyarakat Indonesia.

NASIONAL | 25 Maret 2021

Korupsi Pengadaan Tanah, KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Dirut Sarana Jaya

Yoory bakal diperiksa terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur, DKI Jakarta Tahun 2019.

NASIONAL | 25 Maret 2021

Kasus Suap Ekspor Benur, KPK Tak Butuh Keterangan Sekjen KKP

Kasus ini bermula pada 14 Mei 2020.

NASIONAL | 25 Maret 2021

KPK Minta Parpol Serius Turut Andil Mendongkrak Indeks Persepsi Korupsi

Diketahui, skor CPI Indonesia 2020 merosot tiga poin dari tahun sebelumnya, dari 40 menjadi 37 dengan 100 sebagai skor tertinggi.

NASIONAL | 25 Maret 2021

Pertama di Kawasan Timur Indonesia, RSUP J Leimena Ambon Diresmikan Jokowi

Presiden Jokowi meresmikan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) pertama di Indonesia Timur, RSUP Kelas A dr J Leimena di Kota Ambon, Maluku, Kamis (25/3/2021).

NASIONAL | 25 Maret 2021

Kasus Nurdin Abdullah, KPK Dalami Aliran Uang ke Pokja Dinas PUTR Pemprov Sulsel

Mantan Bupati Bantaeng dua periode Nurdin Abdullah diduga menerima suap sebesar Rp 2 miliar dari Agung melalui Edy Rahmat.

NASIONAL | 25 Maret 2021

Ramadan di Tengah Pandemi, Masyarakat Tahan Diri untuk Ngabuburit

Sekitar 63% masyarakat masih menahan diri untuk tidak melakukan ngabuburit.

NASIONAL | 25 Maret 2021

BMKG Tingkatkan Observasi Laut Hadapi Perubahan Iklim

Peringatan ini penting pula untuk menyadarkan kita bahwa perubahan iklim baik secara global maupun dampak lokalnya benar-benar sedang berlangsung.

NASIONAL | 25 Maret 2021

Waspadai Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Hari Ini

BMKG memprediksi, beberapa wilayah di Indonesia berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

NASIONAL | 25 Maret 2021

Bakamla Tangkap Kapal Pencuri Ikan Asal Malaysia

Bakamla menangkap dua unit kapal pencuri ikan asal Malaysia di sekitar Selat Malaka, Perairan Pulau Rupat Provinsi Riau, Rabu (24/3/2021).

NASIONAL | 25 Maret 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS