Sidang Putusan Perkara Suap Djoko Tjandra Digelar 5 April
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Sidang Putusan Perkara Suap Djoko Tjandra Digelar 5 April

Kamis, 25 Maret 2021 | 17:24 WIB
Oleh : Fana F Suparman / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta telah menetapkan jadwal sidang pembacaan putusan terhadap terdakwa Djoko Tjandra pada Senin, 5 April 2021.

Djoko Tjandra diketahui menjadi terdakwa atas perkara dugaan suap kepada mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung, Pinangki Sirna Malasari dan rekannya Andi Irfan Jaya terkait pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) serta suap kepada Brigjen Prasetijo Utomo selaku Kabiro Kordinasi dan Pengawasan PPNS Polri dan Irjen Napoleon Bonaparte selaku Kadiv Hubinter Polri untuk menghapus namanya dari daftar red notice Polri atau status daftar pencarian orang (DPO).

"Ditetapkan kembali (sidang vonis) pada Senin tanggal 5 April pada pukul 10.00 WIB dengan acara untuk putusan," kata Ketua Majelis Hakim, Muhammad Damis dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (25/3/2021).

Damis menyebut, terdapat sejumlah petimbangan hingga akhirnya memutuskan persidangan ditunda hingga 5 April 2021. Salah satunya, Damis mengaku terdapat kegiatan pekerjaan di luar kota.

"Mohon waktu hari Senin Pak tanggal 5 karena begini alasannya. Pada tanggal 30 dan 31, sampai tanggal 1 April itu saya ada kegiatan dengan Mahkamah Agung dan kemungkinan akan berdinas di luar kantor. Itu penyebabnya," paparnya.

Jaksa penuntut Umum (JPU) dan kuasa hukum Djoko Tjandra yang dimintai pendapatnya mengenai penetapan jadwal sidang putusan tersebut tak keberatan. Mereka sepakat persidangan digelar dua pekan lagi.

"Tidak ada keberatan yang mulia," kata Jaksa.

"Tidak ada masalah yang mulia," jawab pengacara Joko Tjandra.

Diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Majelis Hakim Pengadilan Tipikor menjatuhkan hukuman 4 tahun pidana penjara dan denda Rp 100 juga subsider enam bulan kurungan terhadap Djoko Tjandra.

Jaksa meyakini Djoko Tjandra telah memberikan suap kepada mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung, Pinangki Sirna Malasari melalui pengusaha Andi Irfan Jaya terkait pengurusan fatwa ke Mahkamah Agung (MA) melalui Kejaksaan Agung.

Djoko Tjandra juga diyakini telah menyuap Brigjen Prasetijo Utomo selaku Kabiro Kordinasi dan Pengawasan PPNS Polri dan Irjen Napoleon Bonaparte selaku Kadiv Hubinter Polri melalui pengusaha Tommy Sumardi. Suap itu diberikan untuk menghapus nama Djoko Tjandra dari daftar red notice Polri atau status daftar pencarian orang (DPO).

Terkait perkara ini, Jaksa Pinangki sudah divonis 10 tahun penjara dan denda Rp 600 juta subsider enam bulan kurungan. Sementara Irjen Pol Napoleon Bonaparte divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan.

Brigjen Prasetijo Utomo divonis 3,5 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider enam bulan kurungan. Sedangkan Andi Irfan Jaya divonis enam tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider empat bulan kurungan, serta Tommy Sumardi divonis dua tahun dan denda sebesar Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan.



Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Effendi Gazali Mengaku Diminta Penyidik KPK Bawa Rekening Perusahaan

Pakar komunikasi politik Effendi Gazali memenuhi panggilan pemeriksaan KPK sebagai saksi kasus dugaan suap pengadaan bansos yang menjerat Juliari Batubara.

NASIONAL | 25 Maret 2021

UI Akan Perbaiki Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat

UI memiliki kewajiban moral untuk memimpin perubahan riset dan pendidikan termasuk industri kesehatan.

NASIONAL | 25 Maret 2021

Kapolri Resmikan Monumen M Jasin

Monumen tersebut didirikan oleh alumni Akabripol pertama angkatan 1970.

NASIONAL | 25 Maret 2021

Cegah Serangan Siber, DPD RI Luncurkan Program CSIRT

Adapun program ini merupakan hasil kerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

NASIONAL | 25 Maret 2021

Dirut Sarana Jaya Pasrah Terseret Kasus Korupsi Pengadaan Tanah di Jakarta Timur

Yoory mengaku menyerahkan persoalan yang dihadapinya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

NASIONAL | 25 Maret 2021

Warga di Malang Kesulitan Mengakses Program Kartu Prakerja

Menurut dia saat akan membuat akun daftar akses link program kartu prakerja selalu merasa kesulitan.

NASIONAL | 25 Maret 2021

Pengacara Rizieq Syihab Tuding Jaksa Putarbalikkan Fakta

Munarman menuding jaksa memutarbalikkan fakta terkait dakwaan terhadap Rizieq Syihab dalam kasus tindak pidana penyebaran kabar bohong tes antigen di RS Ummi.

NASIONAL | 25 Maret 2021

Kampanye Global Dampak Industri Budi Daya Ikan Bagi Lingkungan

Banyak konsumen percaya bahwa praktik akuakultur dipandang lebih berkelanjutan daripada penangkapan ikan di laut, padahal ini merupakan kesalahpahaman besar.

NASIONAL | 25 Maret 2021

Mantan Mendagri Syarwan Hamid Meninggal Dunia

Syarwan Hamid pernah menjadi Menteri Dalam Negeri pada Kabinet Reformasi Pembangunan dan sebelumnya menjadi Wakil Ketua MPR hasil Pemilu 1997.

NASIONAL | 25 Maret 2021

Kasus Suap Bansos, KPK Periksa Effendi Gazali dan Adik Politikus PDIP Ihsan Yunus

Effendi Gazali dan Rakyan Ikram disebut-sebut termasuk pihak yang mendapat kuota pengadaan bansos Covid-19.

NASIONAL | 25 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS