Seusai Diperiksa KPK, Effendi Gazali: Yang Besar Kapan?
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kasus Korupsi Bansos Covid-19

Seusai Diperiksa KPK, Effendi Gazali: Yang Besar Kapan?

Kamis, 25 Maret 2021 | 20:30 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Pakar komunikasi politik Effendi Gazali rampung diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (25/3/2021). Effendi diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek yang menjerat mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara.

Pemeriksaan terhadap Effendi dilakukan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemsos, Matheus Joko Santoso.

Seusai diperiksa, Effendi Gazali menyinggung tim penyidik KPK. Effendi mempertanyakan langkah tim penyidik KPK dalam mengusut kasus ini.

"Pertanyaannya yang paling terakhir begini, saya kan sudah dipanggil nih, kalau KPK benar-benar ingin menegakkan keadilan, yang besar-besar kapan nih dipanggilnya?," tanya Effendi seusai diperiksa penyidik di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (25/3/2021).

Namun, Effendi tak menjelaskan lebih rinci maksud pernyataannya itu. Effendi hanya kembali menyinggung tim penyidik mengenai pemeriksaan terhadap pihak yang diduga memiliki peran besar dalam kasus ini.

"Ya, iya dong, Anda tau lah, Anda suka begitu. Saya sudah datang, saya sudah dipanggil memenuhi panggilan walau pun kemarin (panggilannya) cuma di WA, saya datang, nah yang besar-besar kapan nih dipanggilnya," katanya.

Diberitakan, KPK menetapkan Juliari P Batubara selaku Mensos bersama Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemsos serta dua pihak swasta bernama Ardian IM dan Harry Van Sidabukke sebagai tersangka kasus dugaan suap bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.

Juliari dan dua anak buahnya diduga menerima suap senilai sekitar Rp 17 miliar dari Ardian dan Harry selaku rekanan Kemsos dalam pengadaan paket bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020.

Kasus ini bermula dari pengadaan bansos penanganan Covid-19 berupa paket sembako di Kementerian Sosial tahun 2020 dengan nilai sekitar Rp 5,9 triliun dengan total 272 kontrak pengadaan dan dilaksanakan dengan dua periode. Juliari selaku Mensos menunjuk Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono sebagai Pejabat Pembuat Komitmen dalam pelaksanaan proyek tersebut dengan cara penunjukkan langsung para rekanan.

Diduga disepakati adanya fee dari tiap-tiap paket pekerjaan yang harus disetorkan para rekanan kepada Kemsos melalui Matheus Joko Santoso. Fee untuk setiap paket bansos disepakati oleh Matheus dan Adi Wahyono sebesar Rp 10.000 per paket sembako dari nilai Rp 300.000 per paket bansos.

Selanjutnya Matheus dan Adi pada Mei sampai dengan November 2020 membuat kontrak pekerjaan dengan beberapa supplier sebagai rekanan yang diantaranya Ardian IM, Harry Sidabuke dan juga PT Rajawali Parama Indonesia (RPI) yang diduga milik Matheus.

Penunjukan PT RPI sebagai salah satu rekanan tersebut diduga diketahui Juliari dan disetujui oleh Adi Wahyono.
Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama diduga diterima fee Rp 12 miliar yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh Matheus kepada Juliari Batubara melalui Adi dengan nilai sekitar Rp 8,2 miliar.

Pemberian uang tersebut selanjutnya dikelola oleh Eko dan Shelvy N, selaku orang kepercayaan Juliari untuk digunakan membayar berbagai keperluan pribadi Juliari.

Untuk periode kedua pelaksanaan paket Bansos sembako, terkumpul uang fee dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 sejumlah sekitar Rp 8,8 miliar yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan Juliari.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kejagung Sita 5 Mobil Tersangka Asabri

Kejagung melakukan penyitaan dan penarikan aset berupa lima unit mobil milik tersangka kasus dugaan korupsi di Asabri

NASIONAL | 25 Maret 2021

KIP-AMSI Dorong Keterbukaan Informasi Publik

Nota kesepahaman ini untuk memaksimalkan partisipasi publik dalam pengelolaan negara, terutama dalam mengawasi jalannya program pemerintah.

NASIONAL | 25 Maret 2021

Tiga Pencuri Spesialis Mobil Pikup di Malang Ditembak Polisi

Aparat Kepolisian Polresta Malang Kota, Jawa Timur, berhasil menangkap tiga pelaku pencuri spesialis mobil jenis pikup.

NASIONAL | 25 Maret 2021

LPSK Minta Pemprov DKI Tidak Ganggu Karir Pegawai Korban Dugaan Pelecehan Seksual Kepala BPPBJ

Pemprov DKI harus pastikan pemenuhan hak dari pegawai korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh Kepala Badan Penyelenggara Pengadaan Barang dan Jasa.

NASIONAL | 25 Maret 2021

Gus Abe Terpilih Jadi Ketua PB PMII 2021-2023

Gus Abe terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) pada Kamis (25/3/2021) pagi.

NASIONAL | 25 Maret 2021

Relawan Jokowi Gelar Temu Nasional 2021

Temu relawan Jokowi kali ini dilakukan dalam suasana yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

NASIONAL | 25 Maret 2021

Kepada PA 212, Kejagung: Tak Ada Niat Menzalimi Rizieq Syihab

Kejaksaan Agung (Kejagung) menerima audiensi Dewan Tanfidzi Nasional Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan tim hukum Rizieq Syihab

NASIONAL | 25 Maret 2021

Polisi Penembak Laskar FPI Meninggal dalam Kecelakaan

Hingga kini identitas tiga polisi yang menembak laskar FPI belum dibuka oleh Mabes Polri.

NASIONAL | 25 Maret 2021

Pariwisata Halal Mengusung Etika dan Layanan Prima

Indonesia memiliki potensi besar mengembangkan industri pariwisata halal, di tengah pandemi Covid-19. Wisata yang dikembangkan adalah wisata ramah alam dan kesehatan yang universal, dapat menjadi pilihan wisatawan muslim dan wisatawan lainnya

NASIONAL | 25 Maret 2021

BMKG: Musim Kemarau Dimulai April

Musim kemarau 2021 dimulai bulan depan di beberapa zona musim di Nusa Tenggara, Bali, dan sebagian Jawa.

NASIONAL | 25 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS