KPK Dalami Aliran Uang dari Vendor Bansos ke Cita Citata
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Korupsi Bansos Covid-19

KPK Dalami Aliran Uang dari Vendor Bansos ke Cita Citata

Jumat, 26 Maret 2021 | 23:25 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Pedangdut Cita Rahayu alias Cita Citata rampung menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan suap bantuan sosial (bansos) Covid-19 oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (26/3/2021). Dalam pemeriksaan ini, tim penyidik mendalami adanya dugaan aliran uang kepada Cita Citata saat mengisi acara Kementerian Sosial (Kemsos) di Labuan Bajo. Aliran uang itu diduga berasal dari para vendor atau rekanan pengadaan bansos.

"Cita Rahayu (seniman), dikonfirmasi, antara lain, terkait dengan dugaan aliran sejumlah yang diterima oleh saksi pada saat menjadi salah satu pengisi acara yang diadakan oleh Kemsos di Labuan Bajo, dimana sumber uang tersebut juga masih diduga dari para vendor yang menjadi pelaksana pengadaan Bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun 2021 di Kemsos," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (26/3/2021).

Dalam persidangan pada Senin (8/3/2021) lalu, mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemsos, Matheus Joko Santoso yang juga tersangka kasus ini mengakui adanya aliran uang sebesar Rp 150 juta kepada pedangdut Cita Citata saat menjadi pengisi acara di Labuan Bajo. Matheus Joko menyebut uang itu berasal dari fee yang disetorkan vendor bansos.

Seusai diperiksa penyidik KPK, Cita Citata mengaku tidak bisa menyampaikan secara rinci mengenai materi pemeriksaan yang dijalaninya. Meski begitu, pelantun tembang Goyang Dumang itu berjanji akan menjelaskan hal tersebut di media sosial.

"Jadi Cita belum bisa banyak menjelaskan karena Cita juga takut keluar dengan kerumunan seperti ini. Cita janji di sosial media Cita akan jelaskan detailnya," kata Cita Citata seusai diperiksa penyidik, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (26/3/2021).

Cita Citata juga belum mau menjelaskan soal penerimaan honor mengisi acara Kemsos di Labuan Bajo yang diduga bersumber dari dana suap bansos. Cita Citata mengaku mengisi acara tersebut secara profesional berdasarkan undangan dari pihak event organizer (EO). Cita Citata pun menyatakan tidak mengenal mantan Mensos Juliari P Batubara yang juga menjadi tersangka kasus ini.

"Yang ngundang pihak EO, jadi saya gak tau siapapun apa Juliari Batubara ini juga nggak saya kenal," katanya.

Diberitakan, KPK menetapkan Juliari P Batubara selaku Mensos bersama Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemsos serta dua pihak swasta bernama Ardian IM dan Harry Van Sidabukke sebagai tersangka kasus dugaan suap bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.

Juliari dan dua anak buahnya diduga menerima suap senilai sekitar Rp 17 miliar dari Ardian dan Harry selaku rekanan Kemsos dalam pengadaan paket bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020.

Kasus ini bermula dari pengadaan bansos penanganan Covid-19 berupa paket sembako di Kemsos tahun 2020 dengan nilai sekitar Rp 5,9 triliun dengan total 272 kontrak pengadaan dan dilaksanakan dengan dua periode.

Juliari selaku Mensos menujuk Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono sebagai Pejabat Pembuat Komitmen dalam pelaksanaan proyek tersebut dengan cara penunjukkan langsung para rekanan.

Diduga disepakati adanya fee dari tiap-tiap paket pekerjaan yang harus disetorkan para rekanan kepada Kemsos melalui Matheus Joko Santoso. Fee untuk setiap paket bansos disepakati oleh Matheus dan Adi Wahyono sebesar Rp 10.000 per paket sembako dari nilai Rp 300.000 per paket bansos.

Selanjutnya Matheus dan Adi pada Mei sampai dengan November 2020 membuat kontrak pekerjaan dengan beberapa supplier sebagai rekanan yang di antaranya Ardian IM, Harry Van Sidabukke dan juga PT Rajawali Parama Indonesia (RPI) yang diduga milik Matheus.

Penunjukan PT RPI sebagai salah satu rekanan tersebut diduga diketahui Juliari dan disetujui oleh Adi Wahyono.

Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama diduga diterima fee Rp 12 miliar yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh Matheus kepada Juliari Batubara melalui Adi dengan nilai sekitar Rp 8,2 miliar.

Pemberian uang tersebut selanjutnya dikelola oleh Eko dan Shelvy N, selaku orang kepercayaan Juliari untuk digunakan membayar berbagai keperluan pribadi Juliari.

Untuk periode kedua pelaksanaan paket Bansos sembako, terkumpul uang fee dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 sejumlah sekitar Rp 8,8 miliar yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan Juliari.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPK Miliki Bukti untuk Periksa Effendi Gazali

KPK memastikan takkan gegabah dalam memanggil dan memeriksa seseorang dalam penyidikan kasus korupsi, termasuk saat memeriksa Fffendi Gazali

NASIONAL | 26 Maret 2021

Kemsos Terus Lanjutkan Penyaluran Bansos

Kementerian Sosial (Kemsos) pada Maret 2021 terus melanjutkan penyaluran bantuan sosial (bansos).

NASIONAL | 26 Maret 2021

Bagikan Bantuan untuk Warga Jakarta, Sahroni: Bukan Buat Kampanye

Ahmad Sahroni melakukan kegiatan santunan anak yatim bersama lembaga binaannya Ahmad Sahroni Center (ASC) Peduli.

NASIONAL | 26 Maret 2021

Dirjen Dikti: Kampus Merdeka Ciptakan Investasi Pendidikan Masa Depan

Kampus Merdeka nantinya diharapkan dapat melahirkan lulusan perguruan tinggi yang mampu menjawab tantangan global maupun permasalahan yang ada di masyarakat.

NASIONAL | 26 Maret 2021

Karyawan Bank NTB Syariah Diduga Digelapkan Dana 10 Miliar

Massa unjuk rasa agar Direksi Bank NTB Syariah usut korupsi uang bank itu yang dilakukan seorang karyawannya.

NASIONAL | 26 Maret 2021

Kemnaker Rumuskan 9 Lompatan Besar Ketenagakerjaan

Digitalisasi juga berimplikasi terhadap dunia ketenagakerjaan.

NASIONAL | 26 Maret 2021

KPU Akan Gelar PSU Pilkada Serentak 2020 di 15 Daerah Termasuk di Pilgub Kalsel dan Jambi

KPU akan kembali menggelarkan pemungutan suara ulang (PSU) di 15 daerah yang menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020 lalu.

NASIONAL | 26 Maret 2021

Pemerintah Turki Puji Strategi Pendidikan Indonesia di Masa Pandemi Covid-19

Kementerian Kebudayaan Turki terkesan dengan strategi pemerintah RI dalam mengelola pendidikan di masa pandemi Covid-19.

NASIONAL | 26 Maret 2021

Standardisasi Proses Bisnis PT BIMA Hasilkan Kolaborasi dengan Pelindo IV

PT Berkah Industri Mesin Angkat (BIMA) mengunjungi Pelindo IV di Makassar guna memerkokoh kerja sama engineering companies Pelindo.

NASIONAL | 26 Maret 2021

Kantor Imigrasi Tangerang Bentuk Tim Pengawas Orang Asing

Kantor Imigrasi Kelas I Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Tangerang, membentuk Tim Pengawas Orang Asing (Timpora).

NASIONAL | 26 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS