KPU: Penetapan Hasil Pilkada Setelah PSU Dapat Jadi Objek Sengketa Hasil Jilid II di MK
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 478 (-2)   |   COMPOSITE 5970 (-24)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1399 (0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-1)   |   IDX30 472 (-2)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1238 (-9)   |   IDXBUMN20 362 (-2)   |   IDXCYCLIC 737 (-3)   |   IDXENERGY 740 (3)   |   IDXESGL 129 (-0)   |   IDXFINANCE 1333 (-6)   |   IDXG30 133 (-0)   |   IDXHEALTH 1280 (3)   |   IDXHIDIV20 418 (-2)   |   IDXINDUST 960 (-5)   |   IDXINFRA 873 (-4)   |   IDXMESBUMN 103 (-0)   |   IDXNONCYC 731 (-1)   |   IDXPROPERT 875 (-2)   |   IDXQ30 135 (-0)   |   IDXSMC-COM 281 (-0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (-1)   |   IDXTECHNO 3345 (-54)   |   IDXTRANS 1045 (-3)   |   IDXV30 126 (-0)   |   INFOBANK15 959 (-5)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 407 (-1)   |   ISSI 175 (-0)   |   JII 573 (-2)   |   JII70 204 (-1)   |   KOMPAS100 1132 (-6)   |   LQ45 888 (-4)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1591 (-7)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 302 (-1)   |   PEFINDO25 291 (0)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 341 (-1)   |   TRADE 872 (0)   |  

KPU: Penetapan Hasil Pilkada Setelah PSU Dapat Jadi Objek Sengketa Hasil Jilid II di MK

Sabtu, 27 Maret 2021 | 00:08 WIB
Oleh : Yustinus Paat / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – Komisioner Komisi pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari mengatakan penetapan hasil pilkada setelah pemungutan suara ulang (PSU) dan penghitungan suara ulang di 16 daerah, bisa menjadi objek hukum baru dalam sengketa hasil pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK).

Pasalnya, hasil PSU dan penghitungan suara ulang dituangkan dalam keputusan baru mengenai hasil akhir perolehan suara masing-masing pasangan calon dan tanpa harus melaporkan kepada MK sebagaimana amar putusan dalam 17 perkara yang dikabulkan sebagian oleh MK.

“Dengan 2 frase amar putusan MK tersebut, maka KPU provinsi/kabupaten/kota akan menerbitkan keputusan baru (setelah PSU), karena keputusan awal telah dibatalkan MK dan keputusan baru yang materinya berupa hasil akhir perolehan suara masing-masing pasangan calon, dapat menjadi obyek hukum baru dalam sengketa perselisihan hasil Pilkada di MK jilid dua,” ujar Hasyim kepada wartawan, Jumat (26/3/2021).

Hasyim menuturkan, bahwa amar putusan dari 17 perkara sengketa Pilkada Serentak 2020 berbeda dengan penyelesaian beberapa sengketa hasil pilkada sebelumnya, yakni pada Pilkada 2017 dan Pilkada 2018. Hasyim mencontohkan Pilkada Kabupaten Intan Jaya 2017 dan Pilkada Kabupaten Sampang 2018.

Pertama, kata Hasyim, Pilkada Kabupaten Intan Jaya 2017, setelah dilaksanakan pemungutan suara ulang pada 7 TPS di 3 Distrik (kecamatan), hasilnya dilaporkan kepada MK dan selanjutnya MK menetapkan hasil perolehan suara yang benar. “Putusan MK tersebut dijadikan dasar bagi KPU Kabupaten Intan Jaya untuk menerbitkan keputusan baru tentang penetapan hasil perolehan suara,” tandas dia.

Begitu juga, kata Hasyim, dengan Pilkada Kabupaten Sampang 2018, setelah dilaksanakan pemungutan suara ulang di seluruh TPS (pilkada ulang), hasilnya dilaporkan kepada MK dan selanjutnya MK menetapkan hasil perolehan suara yang benar. Putusan MK tersebut dijadikan dasar bagi KPU Kabupaten Sampang untuk menerbitkan keputusan baru tentang penetapan hasil perolehan suara.

Menurut Hasyim, dari 2 putusan MK tersebut, terdapat amar putusan yang berbeda dengan 17 perkara sengketa hasil pilkada 2020 di mana MK meminta KPU untuk membuat keputusan baru tentang hasil perolehan suara masing-masing paslon dan tidak dilaporkan ke MK.

“Berdasarkan analisis tersebut, disampaikan kepada KPU provinsi/kabupaten/kota agar bersungguh-sungguh, cermat, hati-hati dan berpedoman pada prosedur dalam melaksanakan pemungutan suara ulang atau penghitungan suara ulang, karena hasilnya yang dituangkan dalam ‘keputusan baru’ potensial dijadikan ‘obyek hukum baru’ sengketa hasil di MK,” jelas dia.

Selain itu, Hasyim juga meminta jajarannya mempersiapkan anggaran untuk membiayai kuasa hukum jika hasil pilkada setelah PSU dan penghitungan suara ulang kembali digugat ke MK. “KPU Provinsi/Kabupaten/Kota juga perlu menyiapkan anggaran untuk advokat sebagai kuasa hukum nantinya bila nyata-nyata terdapat permohonan sengketa hasil pilkada pascapelaksanaan pemungutan ulang atau penghitungan suara ulang sebagai pelaksanaan putusan MK,” pungkas Hasyim.

Diketahui, KPU akan kembali menggelarkan pemungutan suara ulang (PSU) di 15 daerah dan penghitungan suara ulang di satu daerah yang menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020 lalu. PSU ini merupakan tindaklanjut atas putusan MK yang mengabulkan sebagian sengketa dari 17 perkara perselisihan hasil pilkada serentak 2020.

Dari 17 perkara, terdapat dua perkara yang menggugat pilkada di satu daerah, yakni Pilkada Kabupaten Nabire Papua dengan putusan MK menyatakan untuk melakukan PSU di seluruh TPS se-kabupaten Nabire. Selain itu, terdapat 2 perkara terkait dengan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, yakni Pilgub Kalimantan Selatan dan Pilgub Jambi.



Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPK Dalami Aliran Uang dari Vendor Bansos ke Cita Citata

Pedangdut Cita Rahayu alias Cita Citata rampung menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan suap bantuan sosial (bansos) Covid-19 oleh KPK

NASIONAL | 26 Maret 2021

KPK Miliki Bukti untuk Periksa Effendi Gazali

KPK memastikan takkan gegabah dalam memanggil dan memeriksa seseorang dalam penyidikan kasus korupsi, termasuk saat memeriksa Fffendi Gazali

NASIONAL | 26 Maret 2021

Kemsos Terus Lanjutkan Penyaluran Bansos

Kementerian Sosial (Kemsos) pada Maret 2021 terus melanjutkan penyaluran bantuan sosial (bansos).

NASIONAL | 26 Maret 2021

Bagikan Bantuan untuk Warga Jakarta, Sahroni: Bukan Buat Kampanye

Ahmad Sahroni melakukan kegiatan santunan anak yatim bersama lembaga binaannya Ahmad Sahroni Center (ASC) Peduli.

NASIONAL | 26 Maret 2021

Dirjen Dikti: Kampus Merdeka Ciptakan Investasi Pendidikan Masa Depan

Kampus Merdeka nantinya diharapkan dapat melahirkan lulusan perguruan tinggi yang mampu menjawab tantangan global maupun permasalahan yang ada di masyarakat.

NASIONAL | 26 Maret 2021

Karyawan Bank NTB Syariah Diduga Digelapkan Dana 10 Miliar

Massa unjuk rasa agar Direksi Bank NTB Syariah usut korupsi uang bank itu yang dilakukan seorang karyawannya.

NASIONAL | 26 Maret 2021

Kemnaker Rumuskan 9 Lompatan Besar Ketenagakerjaan

Digitalisasi juga berimplikasi terhadap dunia ketenagakerjaan.

NASIONAL | 26 Maret 2021

KPU Akan Gelar PSU Pilkada Serentak 2020 di 15 Daerah Termasuk di Pilgub Kalsel dan Jambi

KPU akan kembali menggelarkan pemungutan suara ulang (PSU) di 15 daerah yang menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020 lalu.

NASIONAL | 26 Maret 2021

Pemerintah Turki Puji Strategi Pendidikan Indonesia di Masa Pandemi Covid-19

Kementerian Kebudayaan Turki terkesan dengan strategi pemerintah RI dalam mengelola pendidikan di masa pandemi Covid-19.

NASIONAL | 26 Maret 2021

Standardisasi Proses Bisnis PT BIMA Hasilkan Kolaborasi dengan Pelindo IV

PT Berkah Industri Mesin Angkat (BIMA) mengunjungi Pelindo IV di Makassar guna memerkokoh kerja sama engineering companies Pelindo.

NASIONAL | 26 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS