Rektor IPB: Indonesia Alami Degradasi Kualitas Lingkungan Hidup
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-4)   |   COMPOSITE 5975 (-54)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-17)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (-0)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-16)   |   IDXHIDIV20 416 (-2)   |   IDXINDUST 956 (-20)   |   IDXINFRA 871 (-2)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-4)   |   IDXPROPERT 877 (-10)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-2)   |   IDXTECHNO 3348 (-19)   |   IDXTRANS 1056 (-5)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-10)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-5)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-2)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Rektor IPB: Indonesia Alami Degradasi Kualitas Lingkungan Hidup

Sabtu, 27 Maret 2021 | 17:55 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / IDS

Bogor, Beritasatu.com - Institut Pertanian Bogor (IPB) menilai saat ini Indonesia dihadapkan pada tantangan lingkungan kedepan dan komitmen global untuk mewujudkan sustainable development goals. Hal ini dikarenakan Indonesia mengalami penurunan atau adanya degradasi kualitas lingkungan hidup.

Rektor IPB, Prof Arif Satria mengatakan, komitmen kepedulian lingkungan harus dicapai pada 2030 dan Indonesia merupakan bagian yang harus terus konsisten mewujudkan langkah-langkah untuk target tersebut bisa tercapai.

“Hari ini kita masih dihadapkan pada tantangan besar yang harus dihadapi bersama isu sumber daya alam (SDA) dan lingkungan. Deplesi SDA dan degradasi kualitas lingkungan hidup,” katanya saat memberikan sambutan penganugerahan gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) kepada TNI Doni Monardo di kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (27/3/2021).

Menurutnya, bila dilihat tutupan hutan berkurang dari 50% (93,4 juta ha) hingga tinggal 46% (86,5 juta ha) dari total lahan Indonesia 188 juta ha pada 2045.

Begitu juga dengan kelangkaan air di Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara meningkat hingga 2030. Proporsi luas wilayah krisis air meningkat dari 6% di tahun 2000 menjadi 9,6% pada 2045. Kualitas air diperkirakan juga menurun signifikan.

Luas habitat ideal, satwa langkah terancam punah di empat pulau besar (Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi) berkurang dari 80,3% di tahun 2000 menjadi 49,7% pada 2045.

Diakui, dengan tingginya risiko bencana, World Risk Report pada 2016 mencatat Indonesia dikategorikan sebagai negara dengan tingkat risiko bencana yang tinggi. Bahkan Kementerian Keuangan mencatat kerugian rata-rata mencapai angka Rp 20 triliun rupiah tiap tahunnya.

“Kita juga dihadapkan pada kualitas air sungai di Indonesia yang tahun 2016-2018 di Indonesia sudah mengalami perbaikan. Hal ini perlu ditingkatkan agar indeksnya benar-benar terus meningkat karena kita juga dihadapkan pada luas lahan berhutan Indonesia 2011-2018 yang semakin lama semakin menurun,” kata dia.

Kemajuan bangsa, bukan karena melimpahnya sumber daya alam, namun karena kemampuan mengelola sumber daya alam tersebut. Oleh karena itu, tidak ada cara lain, masyarakat dituntut untuk menegakkan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan SDA dan lingkungan sehingga mencapai kedaultan pangan, energi dan kesehatan.

Indonesia saat ini adalah negara megabiodiversitas. Dari 40.000 jenis flora yang ada dunia, sebanyak 30.000 jenis dijumpai di Indonesia. Kemudian, 940 jenis di antaranya diketahui berkhasiat sebagai obat yang telah digunakan dalam pengobatan tradisional secara turun temurun oleh berbagai etnis di Tanah Air.

“Mengingat pandemi Covid-19 saat ini terasa sekali kita dituntut kemandirian dalam obat-obatan. Kalau kita ingin maju dalam kedaulatan dan kemandirian kesehatan kita harus melirik Indonesia sebagai negara megabiodiversitas,” ucap Arif.

Ini menjadi sebuah fakta yang penting agar benar-benar bisa mengelola alam, lingkungan ini dengan baik agar bisa wujudkan kedaulatan pangan, energi dan kesehatan.

SDA juga punya peran besar dalam proses perdamaian. Ini adalah kerangka toritik yang bisa menjelaskan hubungan SDA-lingkungan dan proses perdamaian bahwa proses goverment yang baik dalam pengelolaan lingkungan dan SDA akan mampu meredakan konflik.

“Apa yang dilakukan oleh Letjen TNI Doni Monardo dengan gagasan emas biru dan emas hijau sukses menjadi peredam konflik di Kepulauan Maluku. Ini langkah yang baik sekali dalam menciptakan stabilitas sosial dengan pengelolaan lingkungan dan alam secara adil,” ungkap Arif.

Untuk itu diperlukan adanya membangun kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, LSM, masyarakat dan industri. Kita juga perlu lakukan pemulihan keanekaragaman hayati, keanekaragaman spesies dan ekosistem serta membangun penegakan hukum dan advokasi kebijakan. Semua itu bisa dilakukan kalau kita perkuat environmental leadership (kepemimpinan lingkungan).



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bareskrim Kembali Periksa Sadikin Aksa

Bareskrim telah memeriksa Sadikin Aksa untuk kedua kalinya pada Kamis (25/3/2021).

NASIONAL | 27 Maret 2021

Salah Tangkap Kolonel TNI AD, Kompol Anria Dicopot

Kasat Narkoba Polresta Malang Kota Kompol Anria Rosa Piliang dicopot dari jabatannya dan "diparkir" di Ditresnarkoba Polda Jatim.

NASIONAL | 27 Maret 2021

Larangan Mudik, Polri: Petugas Akan Cek di Lapangan

Polri akan menggelar pengamanan Lebaran 2021 dengan operasi tahunan bersandi Operasi Ketupat.

NASIONAL | 27 Maret 2021

Kasus Salah Tangkap Kolonel TNI AD, Kasatresnarkoba Polresta Malang Dimutasi

Kompol Anria Rossa Piliang diberhentikan dari jabatannya dan dimutasi ke Polda Jatim sebagai analis kebijakan pertama bidang psikotropika Polda Jatim.

NASIONAL | 27 Maret 2021

Sebagai Negara Megabiodiversity, Indonesia Mampu Capai Kemandirian Obat

Indonesia bisa memenuhi komponen produk farmasi yang dibutuhkan saat ini seperti bahan aktif obat, seperti eksipien, reagens, enzim, dan sistem ekspresi.

NASIONAL | 27 Maret 2021

Megawati Dorong Anak Muda Buktikan Made In Indonesia Karya Terbaik

Dijelaskan Megawati, Indonesia memiliki berbagai perangkat peraturan nasional untuk melindungi pelaku kreatif.

NASIONAL | 27 Maret 2021

Dikukuhkan Jadi Guru Besar UI, Prof Cynthia Tekankan Pentingnya Corporate Governance di Perusahan Publik

Prof Dr Cyntia mengatakan masalah rangkap jabatan pada perusahaan publik dapat diminimalkan dengan penerapan corporate governance (CG) yang baik.

NASIONAL | 27 Maret 2021

Satu Penembak Laskar FPI Tewas, Komnas HAM: Sempat Kami Periksa

Elwira adalah satu dari tiga penyidik Polda Metro Jaya yang jadi terlapor dalam kasus matinya enam laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek km 50.

NASIONAL | 27 Maret 2021

Pengalaman Militer di Hutan Buat Doni Kedepankan Pentingnya Lingkungan

Mitigasi berbasis ekosistem harus menjadi strategi utama dalam menghadapi potensi bencana.

NASIONAL | 27 Maret 2021

Aplus Pacific Peduli Ratusan Kariyawan dan Masyarakat di Lebak

Aplus Pacific menggelar bakti sosial dengan membagikan 20 ton beras ke ratusan kariyawan dan warga sekitar.

NASIONAL | 27 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS