Efektifkan Larangan Mudik, Pemerintah Diminta Terbitkan Perpres
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Efektifkan Larangan Mudik, Pemerintah Diminta Terbitkan Perpres

Minggu, 28 Maret 2021 | 19:20 WIB
Oleh : YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengatakan agar larangan mudik Lebaran 2021 M/Idul Fitri 1442 H bisa berjalan efektif, pemerintah perlu menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres).

Melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (28/3/2021), Djoko mengatakan pada 2020 lalu, pelarangan mudik Lebaran secara nasional hanya berdasar Peraturan Menteri Perhubungan dan Peraturan Gubernur untuk lingkup DKI Jakarta.

"Oleh sebab itu, terbitkan Peraturan Presiden tentang Pelarangan Mudik Lebaran Tahun 2021 supaya ada anggaran khusus bagi Polri dalam melaksanakan pelarangan Mudik Lebaran 2021 dapat bekerja maksimal," katanya.

Djoko yang juga akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata mengatakan keputusan pelarangan mudik sejatinya merupakan kebijakan berbasis data. Pasalnya, setiap kali selesai liburan panjang, angka penularan Covid-19 tercatat meningkat signifikan.

Namun, menurut dia, jika berkaca pada momentum libur panjang sebelumnya dan libur Lebaran tahun lalu, kesalahan yang sama mungkin akan terulang jika tidak ada evaluasi secara menyeluruh.

"Polri yang memiliki wewenang di jalan raya tidak mampu melarang sepenuhnya mobilitas kendaraan. Masyarakat juga punya cara mengakali dengan berbagai macam," katanya.

Djoko juga memperkirakan, seperti halnya Lebaran tahun lalu, angkutan umum pelat hitam akan semakin marak. Begitu pula kendaraan truk diakali agar dapat digunakan mengangkut orang. Di sisi lain, bisnis PO Bus resmi makin terpuruk setelah tahun lalu juga mengalami masa suram.

"Pendapatan akan berkurang dan menurun drastis. Mudik menggunakan sepeda motor masih mungkin dapat dilakukan. Karena jalan alternatif cukup banyak dan sulit dipantau," katanya.

Menurut Djoko, adanya payung hukum yang lebih tinggi atas kebijakan larangan mudik sangat strategis karena berdampak pada kepercayaan dan keberhasilan program penanganan Covid-19.

Ia pun berharap Presiden dapat turun langsung ikut menangani dan memantau kebijakan tersebut.

"Kalau tidak ada perintah Presiden langsung disangsikan apakah Polri mau bekerja maksimal di lapangan. Pemerintah harus lebih cerdas dan bijak dalam implementasi larangan mudik Lebaran," katanya.

Djoko menambahkan, adanya pengecualian dalam kebijakan pelarangan mudik Lebaran pada tahun lalu telah menimbulkan banyak penafsiran dan penyimpangan. Hal itu, berpotensi menimbulkan praktik pungutan liar. Belum lagi urusan surat keterangan yang dapat dijadikan lahan subur pendapatan tidak resmi.

"Tidak perlu ada pengecualian, sehingga hasilnya akan lebih terasa manfaatnya. Perlu dipertimbangkan menggunakan frasa melarang, namun nanti masih banyak pengecualian yang dilakukan," pungkas Djoko.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemdikbud Akan Siapkan Puluhan Ribu Program untuk Akses Perguruan Tinggi

"Puluhan ribu program akan kita siapkan untuk bisa dimanfaatkan oleh anak-anak kita di seluruh Nusantara," kata Nizam.

NASIONAL | 28 Maret 2021

Indikator Kokpit Deteksi Masalah, Batik Air PK-LBI Balik ke Bandara Asal

Batik Air registrasi PK-LBI mendarat kembali ke bandara keberangkatan saat melayani penerbangan Semarang-Jakarta dengan nomor ID-6355, Minggu (28/3/2021).

NASIONAL | 28 Maret 2021

Polisi Perketat Pengamanan Objek Vital di Sulsel

Langkah antisipasi itu dilakukan sebagai bagian dari penanganan terorisme serta memutus pergerakan aksi teror pascabom di Gereja Katedral.

NASIONAL | 28 Maret 2021

Erick Thohir: Bom di Makassar Bisa Ganggu Program Vaksinasi

Erick Thohir menyampaikan bahwa bom bunuh diri yang terjadi di Makassar bisa mengganggu proses vaksinasi Covid-19, khususnya di wilayah setempat.

NASIONAL | 28 Maret 2021

Larangan Mudik, Ridwan Kamil: Jabar Sudah Berpengalaman

Saya bisa memaham kesedihan warga yang tidak mudik.

NASIONAL | 28 Maret 2021

Ada KIPI Setelah Penyuntikan Astrazeneca, Kemkes : Vaksinasi Tetap Jalan

Kondisi warga yang mengalami efek samping sudah sehat.

NASIONAL | 28 Maret 2021

Bom Makassar, Surya Paloh Ajak Masyarakat Tidak Terpancing Isu

Surya Paloh mengajak masyarakat tidak mudah terpancing isu dan rumor terkait aksi teror bom bunuh diri di pintu masuk Gereja Katedral Makassar.

NASIONAL | 28 Maret 2021

LPSK Minta RS Berikan Layanan Terbaik bagi Korban Ledakan di Makassar

LPSK mengutuk teror bom bunuh diri di Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (28/3/2021) pagi.

NASIONAL | 28 Maret 2021

Bertambah, Korban Bom Gereja Katedral Makassar Jadi 20 Orang

Jumlah korban akibat ledakan bom di pintu gerbang Gereja Katedral di Makassar kini bertambah menjadi 20 orang.

NASIONAL | 28 Maret 2021

Ormas Katolik Kutuk Keras Pengeboman di Gereja Makassar

Presiden Joko Widodo mengutuk aksi terorisme yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3).

NASIONAL | 28 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS