MK Nilai KPU-Bawaslu Sabu Raijua Tak Maksimal Klarifikasi Status Kewarganegaraan Orient
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

MK Nilai KPU-Bawaslu Sabu Raijua Tak Maksimal Klarifikasi Status Kewarganegaraan Orient

Senin, 29 Maret 2021 | 16:12 WIB
Oleh : Yustinus Paat / WM

Jakarta, Beritasatu.com – Mahkamah Konstitusi (MK) menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sabu Raijua tidak maksimal dalam melakukan klarifikasi terhadap isu status dwi kewarganegaraan Baputi Terpilih Orient P Riwu Kore. Pasalnya, kedua lembaga penyelenggara pemilu tersebut tidak melakukan klarifikasi langsung kepada Orient soal isu dwi kewarganegaraannya.

“Ada nggak saudara pada waktu itu, inisiatif dari saudara untuk klarifikasi kepada yang bersangkutan (Orient). Bisa nggak dengan angle temuan atau laporan memanggil yang bersangkutan. Pertanyaannya, ada tidak (ruang klarifikasi langsung itu),” tanya hakim MK Suhartoyo kepada Bawaslu Sabu Raijua, dalam sidang perkara Nomor 135/PHP.BUP-XIX/2021 tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Bupati Kabupaten Sabu Raijua Tahun 2020 yang disiarkan lewat channel YouTube MK, Senin (29/3/2021).

“Ruang itu ada, hanya saja kemarin itu pada saat mau menyampaikan ini, kami pastikan dulu dengan KPU sebagai penyelenggara teknis,” jawab anggota Bawaslu Sabu Raijua dalam sidang tersebut.

Namun, menurut Suhartoyo, Bawaslu memiliki jangka waktu yang banyak dari September 2020 (masa pendaftaran bakal paslon) hingga Februari 2021 untuk melakukan klarifikasi langsung dengan Orient soal status kewarganegaraannya.

“Tadi ada pembukaan dari Ketua Panel agar tidak saling menyalahkan. Tapi ini sesungguhnya mengenai siapa yang bekerja kurang maksimal dalam perkara ini? Coba evaluasi masing-masing karena semua punya kewenangan. Pintu itu terbuka dari publik dan Bawaslu,” kata Suhartoyo.

Suhartoyo mengingatkan, KPU dan Bawaslu bahwa mengacu pada UU Dukcapil memungkinkan bagi warga negara asing memiliki KTP elektronik. Menurut dia, baru setengah langkah jika hanya mengecek KTP-el.

“Karena itu bentuk perspektif pelayanan. UU Dukcapil memungkinkan KTP-el bagi warga negara asing. Sehingga kalau Bawaslu hanya minta dicek KTP-el, itu hanya setengah langkah klarifikasi,” jelas dia.

Pertanyaan serupa, sebelumnya, ditanyakan oleh Hakim MK Saldi Isra kepada Anggota KPU Sabu Raijua Alpius P Saba yang hadir dalam sidang tersebut. Alpius juga mengaku tidak melakukan klarifikasi secara langsung kepada Orient, hanya melakukan klarifikasi ke Kantor Dukcapil Kota Kupang untuk memastikan keabsahan KTP elektronik Orient.

“Pernah nggak saudara memnaggil langsung Pak Orient untuk mengklarifikasi?” tanya Saldi.

“Tidak, Yang Mulia,” jawab Alpius.

“Apakah di dalam Peraturan KPU tidak dibolehkan seperti itu atau dimungkinkan?” lanjut Saldi.

“Tidak diatur seperti itu Yang Mulia,” kata Alpius.

Tidak puas dengan jawaban Alpius, Saldi langsung menanyakan kepada Komisioner KPU Hasyim Asy’ari yang hadir secara daring dalam sidang tersebut untuk memastikan apakah KPU bisa melakukan klarifikasi secara langsung.

“Terima kasih Yang Mulia. Jadi, untuk klarifikasi persyaratan, itu ada 2 kemungkinan, yang pertama, bila terdapat laporan dari masyarakat kemudian dilakukan klarifikasi. Kedua, bila terdapat keragu-raguan dalam rangka mendapatkan keyakinan, maka dapat dilakukan klarifikasi,” jelas Hasyim.

“Klarifikasi tadi sudah dilakukan ke Dinas Dukcapil, boleh nggak atau dimungkinkan oleh Peraturan KPU klarifikasi langsung ke bakal calon atau calon?” tanya Saldi untuk memastikan.

“Dimungkinkan Yang Mulia,” tutur Hasyim.

Dalam sidang tersebut, Orient yang hadir secara daring juga mengaku tidak pernah dimintai klarifikasi langsung dari KPU dan Bawaslu soal status kewarganegaraannya



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

13 Teroris Sudah Siapkan Bom, Dibekuk di 3 Wilayah

Ditemukan bahan peledak yang sudah jadi jenis TATP (triaceton triperoxide) atau yang disebut bom mother of satan, dengan jumlah 1,5 kg

NASIONAL | 29 Maret 2021

Siapkan Bom, 13 Terduga Teroris Ditangkap di Makassar, Bima, dan Jakarta

Ada empat orang kaki tangan komplotan ini yang dibekuk di Makassar, empat di Jakarta dan sekitarnya, serta lima orang di NTB.

NASIONAL | 29 Maret 2021

Kosmas, Security yang Menghentikan Bomber Makassar Kondisinya Membaik

Dikatakan Kapolri, saat ini 13 orang ada di RS Bhayangkara, 2 di RS Siloam, dan 4 sudah melaksanakan rawat jalan.

NASIONAL | 29 Maret 2021

Petinggi Kejaksaan dan Lawyer Dilaporkan Polisi

Laporan dilakukan berawal dari Christian Halim anak kandung SK yang ditahan di Polda Jatim karena masalah sengketa infrastruktur.

NASIONAL | 29 Maret 2021

Kapolri: Pelaku Bom Makassar Titip Surat Wasiat untuk Orang Tua

Isinya berpamitan dan mengatakan siap untuk mati sahid.

NASIONAL | 29 Maret 2021

Sidang di MK, Orient Riwu Kore: Saya Yakin Warga Negara Indonesia

Yodben Silitonga menegaskan, kliennya adalah warga negara Indonesia, yang sejak lahir sudah merupakan negara Indonesia dan tidak pernah putus.

NASIONAL | 29 Maret 2021

Densus 88 Ringkus Pemberi Doktrin kepada Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar

Keempatnya juga masih satu tempat kajian bernama Vila Mutiara.

NASIONAL | 29 Maret 2021

RJ Lino Klaim Pembelian 3 Unit QCC dari Perusahaan Tiongkok Untungkan Negara

RJ Lino mengklaim tidak merugikan negara terkait perkara dugaan korupsi pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di PT Pelindo II

NASIONAL | 29 Maret 2021

Pasangan Bomber Makassar Dinikahkan Pelaku Teror

Pasangan pelaku bom bunuh diri dinikahkan oleh Rizaldi yang telah tertangkap pada bulan Januari lalu.

NASIONAL | 29 Maret 2021

KPK Berhasil Lelang 3 Mobil Mewah Eks Wali Kota Madiun Senilai Rp 2,35 Miliar

KPK berhasil melelang tiga mobil mewah hasil rampasan dari mantan Wali Kota Madiun Bambang Irianto yang merupakan terpidana kasus suap dan gratifikasi

NASIONAL | 29 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS