Uang Suap untuk Pejabat Kemsos Ditaruh di Tas Gitar dan Kardus Air Mineral
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Korupsi Bansos Covid-19

Uang Suap untuk Pejabat Kemsos Ditaruh di Tas Gitar dan Kardus Air Mineral

Senin, 29 Maret 2021 | 17:48 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Sanjaya, sopir dari Pejabat Pembuat Komitmen Kementerian Sosial (PPK Kemsos) Matheus Joko Santoso mengaku dua kali menerima titipan uang dari konsultan hukum dan pengusaha Harry Van Sidabukke yang menjadi terdakwa perkara dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) untuk wilayah Jabodetabek.

Uang yang diduga suap fee bansos untuk Matheus Joko itu ditaruh Harry di kardus air mineral dan tas gitar. Hal ini diakui Sanjaya saat bersaksi untuk terdakwa Harry, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (29/3/2021).

Awalnya, jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Sanjaya. Dalam BAP itu disebutkan Sanjaya beberapa kali diperintah Matheus Joko untuk menerima titipan. Matheus sendiri saat ini menyandang status tersangka penerima suap bersama mantan Mensos Juliari P Batubara.

"Iya betul pak. Karena disuruh sama bapak (Matheus Joko)," kata Sanjaya saat dikonfirmasi Jaksa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (29/3/2021).

Sanjaya mengaku sempat menerima titipan dari Harry Van Sidabukke. Titipan tersebut berupa uang. Namun Sanjaya mengaku tak ingat persis kapan dia mengambil titipan dari Harry Van Sidabukke untuk Matheus Joko. Yang pasti, kata Sanjaya, titipan dari Harry pertama kali diterima di parkiran Gedung Kemsos. Uang itu disimpan di kardus air mineral.

"Kapannya saya lupa, cuma tugasnya ambil titipan saja, sudah itu. Saya ketemu Pak Harry ke parkiran, ketemu driver-nya. Di Cawang kencana Kemsos. Uangnya ditaruh di dalam kardus Aqua," katanya.

Selain di parkiran Gedung Kemsos, Sanjaya mengaku pernah menerima titipan untuk Matheus dari Harry Van Sidabukke di tempat makan di apartemen Green Pramuka. Saat itu, Harry meninggalkan tas gitar seusai pertemuan. Saat dikonfirmasi, Harry menyampaikan kepada Sanjaya, tas gitar yang ternyata berisi uang itu untuk diserahkan kepada Matheus Joko.

"Itu dia naruh-nya di tas, ada gitarnya. Awalnya saya enggak tau kalau itu ada isinya. Nah pas mau pulang, saya bilang ke Mas Harry 'Mas Harry gitarnya ketinggalan' Mas Harry bilang 'bawa, titipan buat bapak'," kata Sanjaya.

Sanjaya mengaku saat itu tak tahu jika terdapat uang dalam tas berisi gitar itu. Sanjaya baru mengetahuinya setelah menyerahkan tas gitar tersebut kepada Matheus Joko.

Enggak, tapi pas saya sudah ketemu Pak Joko, saya bilang 'Pak ini ada titipan dari Mas Harry' di apartemen. Dibuka, saya lihat. Rupiah, enggak saya hitung. Kalau nilainya saya enggak tahu," tutur Sanjaya.

Diketahui, Jaksa Penuntut KPK mendakwa Ardian dan Harry telah menyuap mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara dan dua Pejabat Pembuat Komitmen Kemsos Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso. Harry didakwa menyuap sebesar Rp 1,28 miliar, sedangkan Ardian didakwa memberi suap sejumlah Rp 1,95 miliar. Suap itu diberikan terkait penunjukkan kedua terdakwa sebagai penyedia bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek pada Kemsos tahun 2020



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Founder Bumi Global Karbon Foundation Ingatkan Pentingnya Implementasi ESG

Saat ini, kata dia, korporasi dituntut untuk melaporkan ESG-nya.

NASIONAL | 29 Maret 2021

MK Nilai KPU-Bawaslu Sabu Raijua Tak Maksimal Klarifikasi Status Kewarganegaraan Orient

MK menilai KPU dan Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua tidak maksimal dalam melakukan klarifikasi status kewarganegaraan Orient P Riwu Kore

NASIONAL | 29 Maret 2021

13 Teroris Sudah Siapkan Bom, Dibekuk di 3 Wilayah

Ditemukan bahan peledak yang sudah jadi jenis TATP (triaceton triperoxide) atau yang disebut bom mother of satan, dengan jumlah 1,5 kg

NASIONAL | 29 Maret 2021

Siapkan Bom, 13 Terduga Teroris Ditangkap di Makassar, Bima, dan Jakarta

Ada empat orang kaki tangan komplotan ini yang dibekuk di Makassar, empat di Jakarta dan sekitarnya, serta lima orang di NTB.

NASIONAL | 29 Maret 2021

Kosmas, Security yang Menghentikan Bomber Makassar Kondisinya Membaik

Dikatakan Kapolri, saat ini 13 orang ada di RS Bhayangkara, 2 di RS Siloam, dan 4 sudah melaksanakan rawat jalan.

NASIONAL | 29 Maret 2021

Petinggi Kejaksaan dan Lawyer Dilaporkan Polisi

Laporan dilakukan berawal dari Christian Halim anak kandung SK yang ditahan di Polda Jatim karena masalah sengketa infrastruktur.

NASIONAL | 29 Maret 2021

Kapolri: Pelaku Bom Makassar Titip Surat Wasiat untuk Orang Tua

Isinya berpamitan dan mengatakan siap untuk mati sahid.

NASIONAL | 29 Maret 2021

Sidang di MK, Orient Riwu Kore: Saya Yakin Warga Negara Indonesia

Yodben Silitonga menegaskan, kliennya adalah warga negara Indonesia, yang sejak lahir sudah merupakan negara Indonesia dan tidak pernah putus.

NASIONAL | 29 Maret 2021

Densus 88 Ringkus Pemberi Doktrin kepada Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar

Keempatnya juga masih satu tempat kajian bernama Vila Mutiara.

NASIONAL | 29 Maret 2021

RJ Lino Klaim Pembelian 3 Unit QCC dari Perusahaan Tiongkok Untungkan Negara

RJ Lino mengklaim tidak merugikan negara terkait perkara dugaan korupsi pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di PT Pelindo II

NASIONAL | 29 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS