Budidaya Benur Lobster Perlu Didorong di Masa Pandemi Covid-19
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Budidaya Benur Lobster Perlu Didorong di Masa Pandemi Covid-19

Kamis, 1 April 2021 | 09:39 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Budidaya benur lobster sejak dini amat penting di masa pandemi Covid-19 untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran Yudi Nurul Ihsan menyebutkan budidaya lobster dalam fase larva dan juvenile atau biasa disebut Benih Bening Lobster (BBL) seharusnya sudah dilaksanakan sejak dahulu.

"Harusnya dari dulu, lobster sebagai potensi besar kita arahkan ke budidaya, sehingga masyarakat memiliki kemampuan. Pembudidayaan yang ideal itu dari benur atau BBL," ujar Yudi Nurul Ihsan, melalui keterangan tertulis, Kamis (1/4/2021).

Ia menyebutkan karena sejak awal Indonesia belum membudidayakan dari tahap benur maka saat ini Indonesia amat tertinggal dengan Vietnam. Padahal Vietnam selama ini kebanyakan mengambil BBL dari kekayaan laut Indonesia.

"Selama ini keberhasilan membudidayakan BBL, karena kita lama tidak membudidayakan kita kalah dari Vietnam. Jadi yang terjadi membudidayakan dari Lobster 40 gram-50 gram. Lobster muda padahal sulit bertahan hidup karena peluang bertahan hidup hanya 0,01%. Bila diambil budidaya justru semakin menghilangkan jumlah populasi lobster," tambah Yudi.

Untuk itu kata Yudi Nurul Ihsan pembudidayaan lobster sejak tahap benur atau BBL amat penting untuk keberlanjutan populasi lobster serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kalau sudah dewasa bisa diambil dengan melihat stok yang ada. Stok lobster dewasa mengalami degradasi. Over eksploitasi. Satu-satunya cara dengan membudidayakan dari BPL. Kita harus banyak belajar ke Vietnam soal teknologi pembudidayaan lobster dari tahap BBL ini," kata Yudi Nurul Ihsan.

Lebih lanjut ia menyebutkan pengelolaan lobster perlu diperbaiki pada berbagai isu dan masalah dalam budidaya yaitu isu tata kelola, tata niaga, lingkungan, kebijakan, dan sosial budidaya.

"Dengan hadirnya sektor perikanan yang dikelola dengan baik dan juga budidaya lobster diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Perlu ada kontribusi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi secara cepat dan berkelanjutan, distribusi kesejahteraan secara adil, serta kelestarian ekosistem dan sumber daya kelautan dan perikanan," turur Yudi Nurul Ihsan.

Ada empat jenis lobster yang kita miliki yaitu lobster pasir, lobster mutiara, lobster batik, dan lobster bambu. Untuk keberlanjutan budidaya lobster kata Yudi diperlukan satu manajemen lobster yang baik terkait peluang riset, manajemen budidaya, konservasi, dan manajemen untuk mengatasi berbagai tantangan.

"Ancaman terbesar dari lobster ini disebabkan oleh kerusakan habitat dan predator. Lobster dalam fase larva dan juvenile (BBL) mengalami kematian masal akibat kerusakan habitat dan predator. Oleh karena itu, untuk budidaya hematnya harus dimulai dengan membudidayakan dari benur lobster (BBL)," ungkap.

Nelayan juga perlu didorong untuk tidak sebatas menjadi nelayan atau pembudidaya, tetapi juga menjadi scientist di bidang lobster. Manajemen juga perlu dilakukan dengan pendekatan dari aspek ekonomi, ekologi, dan sosial. Terkait penangkapan, perlu dilakukan pendataan stok BBL, lobster muda, dan lobster dewasa berdasarkan WPP.

"Penangkapan benur atau BBL diharapkan sebagai upaya memanfaatkan SDA untuk sebesar besar kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan sesuai amanat undang-undang serta menjadi bagian dari upaya membangun industri lobster yang hebat berbasis budidaya (Mariculture). Masyarakat hendaknya juga diberikan arahan untuk tidak menangkap lobster muda yang berukuran 40-100 g, begitu juga aturan pembatasan penangkapan lobster dewasa berdasarkan WPP untuk menjaga keberlanjutan lobster di alam," jelas Yudi Nurul Ihsan.

Ia berharap adanya kolaborasi pentahelic antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, masyarakat, serta dukungan media untuk membangun budidaya lobster sebagai kebanggaan Indonesia.

"Terutama melakukan riset bersama terkait pendataan stock BBL, lobster muda, lobster dewasa berdasarkan WPP, dampak ekologi, ekonomi, dan social dari pengelolaan lobster, serta pengelolaan kawasan konservasi lobster di samping penguatan teknologi budidaya lobster yang meliputi pakan, penyakit, parasite, dan teknik budidaya yang tepat," tutup Yudi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Peruri Perbaiki Rumah Tidak Layak Huni di Karawang

Perum Peruri meresmikan hasil renovasi rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang terletak di Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang.

NASIONAL | 1 April 2021

Tak Hanya Belajar Memasak, Siswa Kuliner SMK PGRI 2 Kudus Dilatih Soft Skills

Siswa Jurusan Kuliner SMK PGRI 2 Kudus setelah lulus diharapkan tidak hanya bisa memasak, tapi juga memiliki kemampuan untuk mengkreasikan menu masakan.

NASIONAL | 1 April 2021

Elnusa Petrofin Raih Dua Kategori Bronze Winner di Ajang PRIA 2021

Elnusa Petrofin raih dua penghargaan Bronze Winner untuk kategori Owned Media, dan Program CSR melalui Pemberdayaan UMKM Produk VCO.

NASIONAL | 1 April 2021

Startup Besutan Mahasiswa Ini Perluas Akses Pendidikan

Melalui teknologi digital, semua kalangan diharapkan bisa merasakan pendidikan merata.

NASIONAL | 1 April 2021

Perbakin Tegaskan Zakiah Aini Bukan Anggotanya

Angota klub menembak itu bukan berarti anggota PB Perbakin.

NASIONAL | 1 April 2021

Sekolah Tatap Muka, Pemprov DKI Tetap Pertimbangkan Kasus Covid-19

Keputusan untuk membuka sekolah tatap muka tetap akan meminta pertimbangan dari para pakar dan ahli.

NASIONAL | 1 April 2021

Autopsi Selesai, Zakiah Aini Tewas Tertembak di Jantung

Jenazah Zakiah akan dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur.

NASIONAL | 1 April 2021

Zakiah Aini Tinggalkan Surat Anti-Pemerintah, Pemilu, Bank, dan Ahok

Surat dua halaman ditulis tangan itu ditemukan penyidik saat menggeledah kediamannya di Ciracas.

NASIONAL | 1 April 2021

Lurah Sebut Zakiah Aini Bakal Dimakamkan di Pondok Rangon

Hari pemakaman belum bisa dipastikan karena hingga saat ini jenazah masih berada di rumah sakit Polri.

NASIONAL | 1 April 2021

Kilas Balik, Perawatan Rizieq Syihab di RS Ummi Kota Bogor Berujung Ancaman 10 Tahun Penjara

Rizieq Syihab selama lima hari melakukan perawatan pascakelelahan setelah berkegiatan usai tiba di Indonesia.

NASIONAL | 31 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS