BIN: Generasi Milenial Jadi Target Utama Rekrutmen Kelompok Teroris
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BIN: Generasi Milenial Jadi Target Utama Rekrutmen Kelompok Teroris

Sabtu, 3 April 2021 | 18:12 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Intelijen Negara (BIN) menyebut kelompok teroris menjadikan generasi milenial sebagai target utama perekrutan. Apalagi, kelompok-kelompok teroris saat ini menggunakan media sosial (medsos) untuk menyebarluaskan paham sesat mereka.

"Memang milennial ini menjadi target utama dari mereka," kata Deputi VII BIN, Wawan Purwanto dalam diskusi Polemik "Bersatu Melawan Teror", Sabtu (3/4/2021).

Wawan mengungkapkan, paham radikalisme menyusup kepada generasi milenial, terutama yang tidak kritis atau menelan setiap informasi yang diterimanya, termasuk ajaran sesat. Untuk itu, BIN mendorong agar generasi milenial, maupun pihak lain yang berada di dekat kaum milenial baik orangtua, guru dan lainnya selalu melakukan memeriksa, memeriksa ulang, dan memeriksa silang setiap informasi yang diperoleh.

"Serta juga tanyakan pada ahlinya dengan maksud supaya kajian ini komprehensif. Apakah asbabun nuzul, sebab turunnya mahzab itu cocok. Sebab mereka sering menyitir ayat-ayat di medan perang bukan ke medan damai. Tekstual. Tekstual tanpa melihat sebabnya turunnya ayat ini sungguh berbahaya," katanya.

Diketahui, serangan teror bom bunuh diri di Katedral Makassar pada Minggu (28/3/2021) melibatkan pasangan suami istri berusia muda. Sementara, serangan ke Mabes Polri pada Rabu (31/3/2021) dilakukan seorang wanita yang juga masih berusia 25 tahun.

Dengan kondisi tersebut, Wawan mengatakan, orangtua berperan penting untuk mengawasi anak-anak mereka. Hal ini lantaran orangtua mengetahui watak anak.

"Yang biasanya riang jadi pemurung, yang biasanya nggak pergi kemana-mana tahu-tahu pulang minta uang. Dia hanya berbicara dengan networking yang ada di media sosial. Karena dia di-drive di situ untuk melakukan apapun yang mereka bisa lakukan terkait dengan entah itu perakitan bom dan juga diisi dari pemikiran-pemikiran yang keliru dan juga pembenaran dari gerakannya itu," katanya.

BIN, kata Wawan, juga terus melakukan patroli siber. Hal ini sebagai bagian mencegah penyebarluasan paham-paham radikal melalui dunia maya.

"Banyak juga yang kita ingatkan," katanya.

Wawan menambahkan alasan generasi milenial menjadi target utama perekrutan oleh kelompok teroris. Dikatakan, kelompok milenial tidak banyak tanggungan, lebih berani dan emosional.

"Dan lebih berpikir pragmatis apalagi ada iming-iming masuk surga dan lain-lain," katanya.

Mantan narapidana terorisme, Haris Amir Falah mengaku direkrut saat masih duduk di bangku SMA. Dijelaskan, generasi muda rentan untuk disusupi ideologi radikalisme. Hal ini mengingat usia muda sedang berupaya mencari jati diri. Upaya mencari jati diri ini kemudian bertemu dengan doktrin-doktrin kelompok radikal yang dianggap dapat menyalurkan keinginan generasi muda.

"Ini sampai sekarang. Kalau kita lihat, anak-anak muda itu sangat luar biasa yang direkrut. Saya tiga hari yang lalu juga datang ke Lapas Gunung Sindur itu sebagian yang keluar yang kita dialog itu rata-rata umurnya 22 tahun, paling tua itu 25-26 tahun," katanya.

Apalagi, kelompok teroris saat ini memanfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan paham sesat mereka. Sementara pengguna media sosial saat ini didominasi generasi muda. Bahkan, Haris menyebut kelompok-kelompok teroris saat ini dapat merekrut tanpa harus bertatap muka.

"Sekarang itu karena teknologi udah canggih, orang itu bisa direkrut tanpa bertemu muka. Mereka bisa aktif berdialog dibina lewat medsos," katanya.

Diungkapkan Haris, sejumlah media sosial yang kerap digunakan kelompok teroris untuk merekrut anggota, yakni Telegram dan Facebook. Dengan media sosial tersebut, seseorang didoktrin hingga berbaiat bahkan menjadi calon pengantin atau pelaku bom bunuh diri.

"Karena sistem baiat sekarang itu kan tidak harus bertemu. Mereka bisa di kamar sendirian kemudian berbaiat. Kemudian sudah terikat dengan program itu," katanya.

Dalam kesempatan ini, Haris, yang juga Pembina Hubbul Wathon Indonesia 19, menyatakan, aksi teror yang terjadi sepekan terakhir menunjukkan paham radikalisme masih masif menyebar di masyarakat. Paham radikalisme dan aksi teror tersebut, kata Haris, bukan bagian dari ajaran agama manapun, termasuk Islam. Untuk itu, Haris menegaskan, melawan terorisme dan radikalisme bukan melawan agama.

"Kita harus punya kesepakatan untuk memberantas ini semua karena daya rusaknya sangat luar biasa. Saya secara pribadi pernah mengalami itu," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Densus 88 Antiteror Ciduk Seorang Terduga Teroris di Semarang

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap seorang terduga teroris di sebuah rumah, di Jalan Lamongan Barat, Sampangan, Kota Semarang, Jateng

NASIONAL | 3 April 2021

Satu Terduga Teroris Diamankan Densus 88 di Semarang

Densus 88 Antiteror Polri menangkap seorang terduga teroris di sebuah rumah di Jalan Lamongan Barat, Sampangan, Kota Semarang, Jawa Tengah.

NASIONAL | 3 April 2021

Politikus PDIP: Teror Menyolidkan Anak Bangsa

Arteria Dahlan menyebut dua aksi teror dalam sepekan terakhir telah menyolidkan anak bangsa.

NASIONAL | 3 April 2021

Sempat Kabur, Kapal Ikan Vietnam Ditangkap di Natuna

Kapal ikan asing berbendera Vietnam yang beroperasi di perairan Natuna sempat kabur dan akhirnya ditangkap Bakamla, Jumat (3/4/2021) tengah malam.

NASIONAL | 3 April 2021

Muhammadiyah: Program Sertifikasi Penceramah Jangan Bersifat Wajib

Pemerintah bisa melakukan program sertifikasi penceramah namun tidak bisa diwajibkan.

NASIONAL | 3 April 2021

Ini Alasan Nyoman Nuarta Buat Desain Garuda untuk Istana Negara

Pradesain Istana Negara tersebut merupakan karya seniman patung Nyoman Nuarta yang sarat dengan filosofi lambang burung Garuda sebagai pemersatu bangsa.

NASIONAL | 3 April 2021

Pola Kelompok Teroris Saat Ini Libatkan Perempuan dan Generasi Milenial

Kelompok teroris saat ini melibatkan kaum perempuan dan generasi milenial.

NASIONAL | 3 April 2021

Ditetapkan Tersangka, Pengemudi Fortuner yang Acungkan Pistol Dijerat UU Darurat

Polisi tetapkan pengemudi Toyota Fortuner bernama Muhammad Farid Andika yang mengacungkan pistol seusai menabrak pengendara sepeda motor sebagai tersangka.

NASIONAL | 3 April 2021

Tegur Gubernur Papua, Kemdagri Ancam Pemberhentian Sementara jika Ulangi Kesalahan

Kemdagri melayangkan surat teguran kepada Gubernur Papua Lukas Enembe yang memasuki wilayah Papua Nugini (PNG) melalui jalur tikus.

NASIONAL | 3 April 2021

PLN Pulihkan 83% Jaringan Terdampak Banjir Bandang Bima

PLN telah memulihkan 83% pasokan listrik di wilayah terdampak terputusnya aliran listriknya akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Bima,

NASIONAL | 3 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS