Ansy Lema Dorong Pemprov Segera Tetapkan NTT Status Darurat Bencana
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ansy Lema Dorong Pemprov Segera Tetapkan NTT Status Darurat Bencana

Senin, 5 April 2021 | 20:20 WIB
Oleh : Yustinus Paat / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota DPR dari NTT Ansy Lema mendorong Pemprov NTT segera segera menetapkan status darurat bencana daerah sebagaimana mandat UU 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana. Menurut Ansy, penetapan status ini penting agar penanganan lebih cepat.

"Penetapan siaga bencana sangat penting dan urgen saat ini, karena menjadi acuan/landasan bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah mempunyai kemudahan akses yang meliputi, pengerahan sumber daya manusia, pengerahan peralatan, pengerahan logistik, imigrasi, cukai, dan karantina, perizinan, pengadaan barang/jasa, pengelolaan dan pertanggungjawaban uang dan/atau barang, penyelamatan, dan komando untuk memerintahkan sektor/lembaga," ujar Ansy, dalam keterangannya, Senin (5/4/2021).

Saat ini, kata Ansy, masyarakat korban bencana alam di NTT sangat mengharapkan respons sigap berupa bantuan dari pemerintah pusat. Karena itu, kata Ansy, sebagai tahap awal, pemerintah pusat dapat menyalurkan bantuan makanan, tenda penginapan, obat-obatan, pakaian dan selimut kepada masyarakat terdampak yang kini mengungsi.

"Selain itu, pemerintah pusat mengirim kapal TIM SAR/speed boat untuk mengevakuasi masyarakat di beberapa desa Kabuaten Malaka yang kini terjebak/akses infrastruktur terputus dan melakukan pencarian terhadap ratusan orang yang kini belum ditemukan akibat tertimbun longsor di Adonara Flores Timur dan Lembata, juga korban banjir di Malaka," imbuh Ansy.

Sambil memberikan bantuan cepat, lanjut Ansy, BNPB, Kemenkes, Pemprov, dan Pemda Kabupaten terdampak bencana alam di NTT harus membentuk tim respons cepat, yang bertujuan mendirikan-menyiapkan dapur, tenda, dan obat-obatan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi bencana alam. Tim respon cepat ini kata dia, juga harus mengumpulkan data akurat (korban, tempat, potensi kerugian) sebagai dasar untuk melakukan kebijakan terukur penanganan korban bencana alam.

"Saya telah menghubungi tim di lapangan untuk segera memberikan bantuan kemanusiaan pribadi kepada para korban bencana alam. Namun, yang paling penting adalah saya mendesak negara untuk segera hadir untuk membantu para korban. BMKG memprediksi, bencana ini masih akan terjadi. BNPB, Pemprov dan Pemkab tetap meningkatkan kewaspadaan warga terhadap kemungkinan bencana di masa yang akan datang," ungkap dia.

Ansy juga tak lupa menyampaikan turut berduka atas bencana alam yang menimpa sejumlah wilayah di NTT saat ini. Bencana alam di NTT, kata dia, telah merenggut nyawa puluhan orang, ratusan orang hilang atau belum ditemukan, ribuan rakyat NTT mengungsi ke tempat yang lebih aman, ribuan rumah warga hancur, infrastruktur hancur, sekaligus tanaman-ternak masyarakat hanyut ditelan arus banjir.

"Akhirnya, hikmah positif bencana adalah banjir yang terjadi akibat berkurangnya wilayah tangkapan air dan karena pepohonan ditebang. Alam harus kita lestarikan dan kita jaga. Kita menjaga alam, alam akan menjaga kita. Melestarikan alam adalah tindakan mitigatif paling tepat untuk mengatasi bencana," pungkas Ansy.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Wapres Tinjau Pelaksanaan PTM di SMA Negeri 19 Kabupaten Tangerang

Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin melakukan tinjauan PTM yang diselenggarakan di SMA Negeri 19 Balaraja, Kabupaten Tangerang, Kamis (16/9/2021).

NASIONAL | 16 September 2021

Bantu Peternak, Mahasiswa Universitas Amikom Purwokerto Ciptakan Aplikasi Dokter Ayam

Aplikasi Dokter Ayam dilengkapi dengan berbagai informasi penyakit ayam, cara pencegahan hingga pengobatan yang sudah tervalidasi oleh pakar.

NASIONAL | 16 September 2021


PN Jakpus Nyatakan Jokowi dan Melakukan Perbuatan Melawan Hukum Terkait Polusi Udara

PN Jakarta nyatakan Jokowi dan Anies Baswedan melakukan perbuatan melawan hukum terkait polusi udara.

NASIONAL | 16 September 2021

Kemkumham Tunggu Hasil Penyidikan Polri Untuk Renovasi Lapas Tangerang

Ditjenpas Kementerian Hukum dan HAM masih menunggu renovasi blok C2 yang berada di Lapas Kelas I Tangerang yang terbakar Rabu (8/9/2021) lalu.

NASIONAL | 16 September 2021

Sebelum Terbang, Almarhum Kopilot Rimbun Air Sempat Telepon Anaknya

‎Almarhum M Fajar Dwi Saputra (26) yang bekerja sebagai kopilot di maskapai Rimbun Air sempat menelpon anaknya melalui video call.

NASIONAL | 16 September 2021

Politikus PDIP: Perlu Ada Rising Star Calon Panglima TNI Lewati Pemilu 2024

Politikus PDIP Tubagus Hasanuddin menilai perlu ada rising star calon panglima TNI, melewati Pemilu 2024.

NASIONAL | 16 September 2021

Nakes Gabriella Tewas di Jurang dalam Insiden Serbuan KKB di Kiwirok, Papua

Serbuan KKB di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua pada Senin (13/9/2021) menewaskan seorang nakes bernama Gabriella Meilani.

NASIONAL | 16 September 2021

Polri Selidiki Laporan Moeldoko terhadap 2 Peneliti ICW

Polri terus menyelidiki laporan Moeldoko, terhadap dua peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Egi Primayogha dan Miftah soal dugaan pencemaran nama baik

NASIONAL | 16 September 2021

115 Pulau di Indonesia Terancam Tenggelam di 2100

Dampak perubahan iklim berpotensi menenggelamkan pulau-pulau di Indonesia

NASIONAL | 16 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Cristiano Ronaldo


# Kebakaran Lapas Tangerang


# Anies Baswedan


# Rimbun Air



TERKINI
Ini Empat Tips Jitu Buat Menabung Jadi Mudah

Ini Empat Tips Jitu Buat Menabung Jadi Mudah

EKONOMI | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings