Ini Profil Siklon Seroja, Pembawa Bencana di NTT
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ini Profil Siklon Seroja, Pembawa Bencana di NTT

Senin, 5 April 2021 | 21:29 WIB
Oleh : Dwi Argo Santosa / DAS

Jakarta, Beritasatu.com – Sejak bibit hingga berkembang menjadi siklon tropis, Seroja telah menyebabkan angin kencang, banjir, longsor, dan gelombang pasang di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Seroja adalah nama siklon tropis yang melanda NTT. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengendus keberadaannya sejak 2 April lalu. Awalnya sebagai bibit siklon dan kemudian berkembamg menjadi siklon bernama Seroja.

Orang tak habis pikir, mengapa NTT yang dikenal sebagai wilayah sabana alias padang rumput dengan rata-rata curah hujan terendah di Indonesia, bisa mengalami banjir bandang?

Jawabannya, inilah ulah Siklon Tropis Seroja. Siklon Seroja membawa bencana.

Hingga Senin (5/4/2021) siang dikabarkan 68 orang meninggal dan 70 lainnya hilang di wilayah Provinsi NTT. Mereka ada yang terkubur hidup-hidup karena longsor atau terbawa hanyut bersama rumahnya oleh banjir bandang.

Infrastruktur, terutama jembatan, ambrol membuat beberapa wilayah terisolasi.

Bala bantuan sulit diharapkan cepat datang karena gelombang tinggi menjadi penghambat. Bahkan, bandara pun sempat ditutup karena tergenang.

Siklon dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti puting beliung atau angin ribut.

Pengertian ilmiahnya, angin yang berhembus menuju atau masuk ke daerah pusat tekanan rendah atau daerah depresi yang dikelilingi oleh wilayah- wilayah yang merupakan pusat tekanan tinggi.

Sedangkan siklon tropis adalah angin siklon yang terjadi di daerah yang memiliki iklim tropis yakni antara 10° hingga 20° LU dan 10° hingga 20° LS. Radius rata-rata siklon tropis mencapai 150 hingga 200 km. Kecepatan antara 100 hingga 500 km/jam.

Seperti dikutip dari situs BMKG, karena ukurannya yang sangat besar dan kencang serta gumpalan awan yang dimilikinya, siklon tropis menimbulkan dampak yang sangat besar pada tempat-tempat yang dilaluinya.

Dampak ini bisa berupa angin kencang, hujan deras berjam-jam, bahkan berhari-hari yang dapat mengakibatkan terjadinya banjir, gelombang tinggi, dan gelombang badai (storm surge).

Siklon tropis di laut dapat memutar air dan menimbulkan gelombang laut yang tinggi. Gelombang disertai hujan deras dan angin kencang berpotensi menenggalamkan kapal.

Menurut sejarah, 90% siklon tropis mematikan. Perputaran siklon tropis yang mencapai daratan dan vertical wind shear di sekelilingnya akan menghasilkan tornado.

Dampak langsung siklon tropis sebelumnya di Indonesia adalah pada saat peristiwa langka yaitu tumbuh siklon tropis Kirrily di atas Kepulauan Kai, Laut Banda, pada 27 April 2009.


Banjir bandang di Desa Waiburak, Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu (4/4/2021).

Kirrily menyebabkan hujan lebat dan storm surge di wilayah ini. Tercatat puluhan rumah rusak dan puluhan lainnya terendam, jalan raya rusak, dan gelombang tinggi terjadi dari 26 hingga 29 April.

Karena siklon tropis sangat berbahaya, Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO) melalui Tropical Cyclone Program (TCP) telah membuat suatu sistem peringatan dini siklon tropis, di mana pada tiap daerah pertumbuhan siklon tropis terdapat pusat-pusat peringatan dini siklon tropis.

Jadilah di seluruh dunia tersebar berbagai pusat peringatan dini siklon tropis atau Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC). BMKG adalah salah satunya, yakni dengan sebutan TCWC Jakarta.

Tugas TCWC memonitor setiap kejadian siklon tropis. Di setiap tempat, monitoring ini berjalan setiap hari selama 24 jam tanpa henti dengan menggunakan berbagai teknologi mulai dari satelit, radar, stasiun-stasiun pengamatan dengan ataupun tanpa awak. Tujuannya adalah untuk mengetahui tempat tumbuhnya siklon tropis, pergerakannya, serta kekuatannya.

Selain itu, pusat-pusat peringatan dini ini juga bertugas untuk memberi informasi dan peringatan dini serta menyebarkan informasi tersebut ke wilayah-wilayah yang terkena dampaknya.

BMKG sejak tanggal 2 April 2021 telah mendeteksi adanya bibit Siklon Tropis 99S yang mulai terbentuk di sekitar Laut Sawu, NTT.

BMKG pun mengeluarkan rilis informasi potensi cuaca ekstrem sebagai dampak dari bibit siklon tersebut sejak 2 April 2021.

Keberadaan bibit Siklon Tropis 99S tersebut menimbulkan terjadinya cuaca ekstrem yang signifikan berupa hujan sangat lebat, angin kencang, gelombang laut tinggi, dan berdampak pada terjadinya bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah di NTT.

Berdasarkan analisis terbaru tanggal 4 April 2021 jam 19.00 WIB, bibit Siklon Tropis 99S berada di posisi perairan Kepulauan Rote, NTT. Tepatnya 10.3° LS, 123.5° BT atau sekitar 24 km sebelah barat daya Kupang, dengan arah pergerakan sistem ke arah timur hingga timur laut dengan kecepatan 3 knots (6 km/jam) bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

Kecepatan angin maksimum disekitar sistemnya adalah 30 knots (55 km/jam).

Diperkirakan, intensitas bibit Siklon Tropis 99S masih akan menguat dan mencapai intensitas siklon tropis pada dini hingga pagi hari (6-12 jam ke depan) sekitar jam 18 UTC atau 01.00 WIB tanggal 5 April 2021.

Nama Seroja
Karena siklon tersebut masih berada di wilayah tanggung jawab BMKG sebagi TCWC, maka BMKG-lah yang memberikan nama.

Nama "Seroja" tidak ujug-ujug dimunculkan oleh BMKG melainkan disesuaikan dengan urutan nama siklon tropis dari BMKG secara internasional. Nama siklon dari BMKG secara berurutan adalah sebagai berikut Anggrek, Bakung, Cempaka, Dahlia, Flamboyan, Kenanga, Lili, Mangga, Seroja, dan Teratai.

Tiap siklon tropis memiliki nama masing-masing. Di Samudra Atlantik dan di sekitar Australia, siklon tropis diberi nama seperti nama manusia. Misalnya, ada siklon tropis Andrew yang pernah menyapu bersih pantai Florida pada 1992, atau siklon tropis Tracy yang meratakan 80% pemukiman di Darwin pada 1998.

Di Samudra Pasifik Barat, nama siklon tropis bisa lebih bervariasi, misalnya siklon tropis seperti disebutkan sebelumnya, Anggrek (bunga), atau Durian (buah), Nuri (burung), Halong (nama teluk di Vietnam), Mekhala (bidadari guntur), Bavi (nama deretan pegunungan di Vietnam Utara), hingga Fengshen (dewa angin).

Siklon tropis dan siklon subtropis dinamai oleh berbagai pusat peringatan untuk menyederhanakan komunikasi antara pihak atau badan prakiraan cuaca dan masyarakat umum mengenai prakiraan cuaca, waktu, maupun peringatan.

Nama-nama siklon tersebut dimaksudkan untuk mengurangi kebingungan jika terjadi badai yang bersamaan di suatu cekungan yang sama.

Umumnya, setelah badai menghasilkan kecepatan angin berkelanjutan lebih dari 33 knot (61 km/ jam), nama ditetapkan dalam urutan dari daftar yang telah ditentukan tergantung dari cekungan mana asalnya.

Sebelum penamaan resmi dimulai, siklon tropis dinamai berdasarkan tempat, benda, atau hari raya orang suci tempat terjadinya. Penghargaan untuk penggunaan pertama nama pribadi untuk sistem cuaca umumnya diberikan kepada ahli meteorologi Queensland, Clement Wragge, yang menamai sistem antara tahun 1887 dan 1907.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Benny Harman Minta Presiden Jokowi Tetapkan Bencana NTT Sebagai Bencana Nasional

Desakan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menetapkan bencana Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai bencana nasional terus mengalir.

NASIONAL | 5 April 2021

Kemtan Kerahkan 9.514 Penyuluh Kawal Pertanian Mandiri dan Modern.

Menteri Pertanian menyampaikan penyuluh pertanian adalah garda terdepan pembangunan pertanian nasional.

NASIONAL | 5 April 2021

RUU Larangan Minuman Beralkohol Diharapkan Tak Hanya Atur Pelarangan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol (minol) diharapkan tidak hanya fokus mengatur pelarangan.

NASIONAL | 5 April 2021

RUU Larangan Minuman Beralkohol, Nurul Arifin: Apa Kita Mau Dituduh Akomodasi Malaysia?

Nurul Arifin meminta agar penyusun naskah Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol (minol) tak berpikiran sempit dan berkacamata kuda.

NASIONAL | 5 April 2021

Baleg Siapkan Draf RUU Larangan Minuman Beralkohol

Badan Legislasi (Baleg) DPR memulai penyusunan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol (minol).

NASIONAL | 5 April 2021

Ansy Lema Dorong Pemprov Segera Tetapkan NTT Status Darurat Bencana

Anggota DPR dari NTT Ansy Lema mendorong Pemprov NTT segera segera menetapkan status darurat bencana daerah

NASIONAL | 5 April 2021

KPK Setorkan Rp 925 Juta ke Kas Negara, Cicilan Uang Pengganti Eni Saragih

KPK menyetorkan uang sejumlah Rp 925.176.000 ke kas negara.

NASIONAL | 5 April 2021

Ibas: Fraksi Demokrat Berduka Atas Musibah di NTT dan NTB

Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas menyatakan, pihaknya turut prihatin dan berduka atas musibah banjir yang terjadi di NTB dan NTT

NASIONAL | 5 April 2021

RUU Larangan Minuman Beralkohol, Gerindra: Bukti DPR Pikirkan Kesehatan Masyarakat

Politikus Gerindra M Syafii menegaskan RUU Larangan Minuman Beralkohol membuktikan DPR memikirkan kesehatan masyarakat.

NASIONAL | 5 April 2021

Sahroni: Fokuskan Perhatian ke Bencana NTT

Bencana tanah longsor dan banjir bandang yang terjadi di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi perhatian banyak pihak.

NASIONAL | 5 April 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS