Dihukum 4,5 Tahun Penjara, Joko Tjandra Pilih Pikir-pikir
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Dihukum 4,5 Tahun Penjara, Joko Tjandra Pilih Pikir-pikir

Senin, 5 April 2021 | 21:57 WIB
Oleh : Fana F Suparman / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Joko Tjandra memilih untuk pikir-pikir atas putusan Pengadilan Tipikor Jakarta yang menjatuhkan hukuman 4 tahun 6 bulan penjara terhadapnya.

Diketahui, Majelis Hakim menyatakan Joko Tjandra terbukti menyuap mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte dan mantan Kabiro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Polri Brigjen Prasetijo Utomo untuk mengurus penghapusan namanya dari Daftar Pencarian Orang (DPO).

Selain itu, Joko Tjandra juga terbukti memberikan suap kepada mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung, Pinangki Sirna Malasari melalui pengusaha Andi Irfan Jaya terkait pengurusan fatwa ke Mahkamah Agung (MA) melalui Kejaksaan Agung.

"Saya perlu pikir-pikir dulu," kata Joko Tjandra setelah mendengar amar putusan Majelis Hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (5/4/2021).

Tak hanya Joko Tjandra, Jaksa Penuntut Umum juga memilih untuk pikir-pikir atas putusan Majelis Hakim tersebut. Mendengar pernyataan Joko Tjandra dan Jaksa Penuntut Umum, Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis memberi waktu kepada kedua pihak satu pekan untuk mempelajari putusan.

Dalam rentang waktu tersebut, kedua pihak harus memutuskan apakah akan menerima atau mengajukan banding atas putusan yang sudah dijatuhkan. "Baiklah, saudara memiliki waktu 7 hari untuk mempelajari putusan," kata Hakim Damis.

Diketahui, Majelis Hakim menjatuhkan hukuman 4 tahun 6 bulan pidana penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan terhadap Joko Tjandra.

Majelis hakim menyatakan Joko Tjandra terbukti menyuap mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte dan mantan Kabiro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Polri Brigjen Prasetijo Utomo untuk mengurus penghapusan namanya dari Daftar Pencarian Orang (DPO).

Selain itu, Joko Tjandra juga terbukti memberikan suap kepada mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung, Pinangki Sirna Malasari melalui pengusaha Andi Irfan Jaya terkait pengurusan fatwa ke Mahkamah Agung (MA) melalui Kejaksaan Agung. Hukuman yang dijatuhkan Majelis Hakim lebih berat daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum menuntut Joko Tjandra untuk dihukum 4 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan terhadap Djoko Tjandra.

Dalam menjatuhkan hukuman ini, Majelis Hakim mempertimbangkan sejumlah hal. Untuk hal yang memberatkan, Majelis Hakim menilai perbuatan Djoko tidak mendukung pemerintah dalam memberantas korupsi dan dilakukan untuk menghindari keputusan pengadilan serta tindakannya merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. Sedangkan untuk hal yang meringankan yakni terdakwa bersikap sopan selama persidangan dan telah berusia lanjut.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini Profil Siklon Seroja, Pembawa Bencana di NTT

Karena ukurannya sangat besar, kencang, serta gumpalan awan yang dimilikinya, siklon tropis menimbulkan dampak sangat besar pada tempat-tempat yang dilaluinya.

NASIONAL | 5 April 2021

Benny Harman Minta Presiden Jokowi Tetapkan Bencana NTT Sebagai Bencana Nasional

Desakan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menetapkan bencana Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai bencana nasional terus mengalir.

NASIONAL | 5 April 2021

Kemtan Kerahkan 9.514 Penyuluh Kawal Pertanian Mandiri dan Modern.

Menteri Pertanian menyampaikan penyuluh pertanian adalah garda terdepan pembangunan pertanian nasional.

NASIONAL | 5 April 2021

RUU Larangan Minuman Beralkohol Diharapkan Tak Hanya Atur Pelarangan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol (minol) diharapkan tidak hanya fokus mengatur pelarangan.

NASIONAL | 5 April 2021

RUU Larangan Minuman Beralkohol, Nurul Arifin: Apa Kita Mau Dituduh Akomodasi Malaysia?

Nurul Arifin meminta agar penyusun naskah Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol (minol) tak berpikiran sempit dan berkacamata kuda.

NASIONAL | 5 April 2021

Baleg Siapkan Draf RUU Larangan Minuman Beralkohol

Badan Legislasi (Baleg) DPR memulai penyusunan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol (minol).

NASIONAL | 5 April 2021

Ansy Lema Dorong Pemprov Segera Tetapkan NTT Status Darurat Bencana

Anggota DPR dari NTT Ansy Lema mendorong Pemprov NTT segera segera menetapkan status darurat bencana daerah

NASIONAL | 5 April 2021

KPK Setorkan Rp 925 Juta ke Kas Negara, Cicilan Uang Pengganti Eni Saragih

KPK menyetorkan uang sejumlah Rp 925.176.000 ke kas negara.

NASIONAL | 5 April 2021

Ibas: Fraksi Demokrat Berduka Atas Musibah di NTT dan NTB

Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas menyatakan, pihaknya turut prihatin dan berduka atas musibah banjir yang terjadi di NTB dan NTT

NASIONAL | 5 April 2021

RUU Larangan Minuman Beralkohol, Gerindra: Bukti DPR Pikirkan Kesehatan Masyarakat

Politikus Gerindra M Syafii menegaskan RUU Larangan Minuman Beralkohol membuktikan DPR memikirkan kesehatan masyarakat.

NASIONAL | 5 April 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS