KPK Telusuri Aliran Uang Suap Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah
Logo BeritaSatu

KPK Telusuri Aliran Uang Suap Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

Rabu, 7 April 2021 | 12:14 WIB
Oleh : Fana F Suparman / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri aliran uang terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa perizinan dan pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021 yang menjerat Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah. Uang haram itu diduga diterima Nurdin melalui Edy Rahmat selaku Sekretaris Dinas PUTR Provinsi Sulsel atau orang kepercayaan Nurdin.

Penelusuran mengenai aliran uang suap ini dilakukan tim penyidik dengan memeriksa dua saksi, yakni Fery Tandiady (wiraswasta) dan Muhammad Irham Samad (mahasiswa) pada Selasa (6/4/2021). Keduanya diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Nurdin Abdullah.

"Para saksi didalami pengetahuannya, antara lain terkait dugaan aliran sejumlah uang, baik yang diterima oleh tersangka NA (Nurdin Abdullah) melalui tersangka ER (Edy Rahmat)," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (7/4/2021).

Selain aliran uang yang diterima Nurdin, tim penyidik juga mendalami aliran sejumlah uang dari Nurdin Abdullah ke berbagai pihak. Dalam mengusut kasus ini, tim penyidik KPK sedianya juga memeriksa seorang PNS bernama Idham Kadhir dan Ketua Fraksi Gerindra di DPRD Makassar, Eric Horas. Namun, keduanya mangkir atau tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik.

"Tidak hadir dan segera dilakukan penjadwalan ulang kembali," kata Ali.

Diketahui, KPK menetapkan Nurdin Abdullah bersama Sekretaris Dinas PUTR Provinsi Sulawesi Selatan, Edy Rahmat dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB) Agung Sucipto sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021. Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu diduga menerima suap sebesar Rp 2 miliar dari Agung melalui Edy Rahmat. Tak hanya suap, Nurdin juga diduga menerima gratifikasi dari kontraktor lainnya senilai Rp 3,4 miliar.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KJRI Los Angeles: Orient Riwu Kore Tak Jujur

KJRI Los Angeles, Amerika Serikat, Sigit Setiawan menilai Bupati Terpilih Orient Patriot Riwu Kore tidak jujur saat pengajuan paspor

NASIONAL | 7 April 2021

Presiden: Organisasi Keagamaan Wajib Miliki Komitmen Kebangsaan

Pemerintah akan bersikap tegas terhadap segala bentuk intoleransi yang bisa merusak sendi-sendi kebangsaan.

NASIONAL | 7 April 2021

Tanahnya Dirampas, Guru Besar IPB Minta Bantuan Jokowi dan Kapolri

Pengadilan mulai tingkat pertama sampai di tingkat PK Mahkamah Agung pun sudah memutuskan bahwa tanah di tersebut milik dia dan kakaknya Since Mokoginta.

NASIONAL | 7 April 2021

KJRI Los Angeles: Orient Riwu Kore Ajukan Penerbitan Paspor Maret 2019

Hasil pemeriksaan berkas itu, KJRI Los Angeles tidak menerbitkan paspor Orient, tetapi mengeluarkan surat perjalanan laksana paspor.

NASIONAL | 7 April 2021

Mantan Bupati Manggarai Deno Kamelus Meninggal Dunia

"Saat ini sedang dilakukan koordinasi dengan pihak keluarga untuk jenazah almarhum dapat disemayamkan di Kantor Bupati Manggarai di Ruteng," kata Lodovikus.

NASIONAL | 7 April 2021

Gunung Sinabung Erupsi Luncurkan Abu Vulkanik Sejauh 1 Km

Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

NASIONAL | 7 April 2021

Keluarga Berperan Penting Cegah Penyebaran Ideologi Radikal

Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi, mengatakan keluarga adalah hulu yang paling utama dalam membendung ideologi radikalisme.

NASIONAL | 7 April 2021

PN Cibadak Jatuhkan Vonis Hukuman Mati 4 WNA dan 9 WNI

PN Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjatuhkan vonis hukuman mati kepada 4 WNA dan 9 WNI karena terbukti menyelundupkan sabu-sabu seberat 403 kg

NASIONAL | 7 April 2021

Kejagung Kirim Rp 100 Juta Bantu Korban Bencana NTT

Kejagung mengirimkan uang tunai senilai Rp 100 juta untuk membantu meringankan beban masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam.

NASIONAL | 7 April 2021

Ahli Sebut Orient Riwu Kore Tak Punya Hak Jadi Kepala Daerah

Margarito Kamis menegaskan bahwa Bupati Terpilih Sabu Raijua Orient Riwu Kore tidak memiliki hak untuk menjadi kepala daerah di Indonesia.

NASIONAL | 7 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS