Curi Barang Bukti Korupsi Berupa Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Curi Barang Bukti Korupsi Berupa Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

Kamis, 8 April 2021 | 12:58 WIB
Oleh : Fana F Suparman / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) menjatuhkan sanksi berat berupa pemecatan terhadap seorang pegawai lembaga antikorupsi berinisial IGAS. Sanksi berat itu dijatuhkan lantaran terbukti IGAS terbukti mencuri emas batangan seberat 1.900 gram atau 1,9 kiloggram (kg). Emas tersebut merupakan barang rampasan dari perkara korupsi yang menjerat mantan pejabat Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Yaya Purnomo. Sebagian dari emas yang dicuri tersebut kemudian digadaikan IGAS.

"Majelis memutuskan bahwa yang bersangkutan perlu dijatuhi hukuman, berat yaitu memberhentikan dengan tidak hormat," kata Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean di Gedung ACLC KPK, Jakarta, Kamis (8/4/2021).

Tumpak menyatakan, sanksi tersebut dijatuhkan setelah Dewas KPK menggelar persidangan etik terhadap pegawai tersebut.

Dalam persidangan terbukti pegawai yang merupakan salah seorang anggota satuan tugas (satgas) di KPK ini mencuri empat emas batangan seberat 1.900 gram tersebut lantaran ditugaskan sebagai salah satu pengelola barang bukti hasil rampasan kasus korupsi.

"Kebetulan yang bersangkutan sebagai anggota satgas yang ditugaskan menyimpan, mengelola barang bukti yang ada pada Direktorat Labuksi yang ada di KPK," kata Tumpak.

Tumpak mengatakan, pegawai tersebut mengambil emas batangan lantaran terlilit utang. Emas tersebut sebagaian sudah digadaikan untuk melunasi utang yang disebabkan menjalani bisnis yang tidak jelas.

"Sebagian dari barang bukti yang sudah diambil ini, yang dikatagorikan pencurian atau penggelapan ini digadaikan oleh yang bersangkutan karena yang bersangkutan memerlukan dana untuk bayar utang-utangnya," kata Tumpak.

Sanksi pemecatan dijatuhkan Dewas karena perbuatan IGAS telah melanggar kode etik, tidak jujur, dan menyalahgunakan kewenangannya untuk kepentingan pribadi. Selain itu, perbuatan IGAS berpotensi merugikan keuangan negara dan mencoreng wajah KPK yang selama ini dikenal akan integritasnya.

"Dan karena perbuatannya, menimbulkan dampak yang sangat merugikan, berpotensi terjadinya juga kerugian keuangan negara, dan berpotensi, bukan berpotensi tapi sudah terjadi bahwa citra KPK sebagai orang kenal sebagai integritas yang tinggi sudah ternodai oleh perbuatan yang bersangkutan," kata Tumpak.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jokowi Yakin PKB Dapat Terus Junjung Toleransi Beragama dan Kerukunan

"Sebagai partai yang ahlussunnah wal jamaah, saya meyakini PKB tidak kendor untuk terus menyemai nilai-nilai moderat".

NASIONAL | 8 April 2021

Wakil Ketua Komisi X DPR: Guru Harus Jadi Prioritas Vaksin Covid-19

Indonesia adalah satu dari empat negara di kawasan timur Asia dan Pasifik yang belum melakukan pembelajaran tatap muka secara penuh.

NASIONAL | 8 April 2021

Mantan Menpora Imam Nahrawi Diisolasi Usai Dieksekusi ke Lapas Sukamiskin

Menurut Elly, Imam akan menjalani isolasi selama 14 hari sesuai dengan protokol yang berlaku.

NASIONAL | 8 April 2021

Jokowi Berterima Kasih kepada Ulama yang Bantu Pemerintah

Ia berterima kasih atas peranan dan dukungan para kyai dan alim ulama dalam membantu pemerintah mengatasi pandemi Covid-19 dan menjaga kerukunan masyarakat.

NASIONAL | 8 April 2021

Mendikbud Pastikan Vaksinasi Guru di Daerah Dipercepat

Tujuan kunjungan kerja itu adalah untuk memastikan vaksinasi Covid-19 kepada guru/pendidik dan tenaga kependidikan bisa dipercepat.

NASIONAL | 8 April 2021

Dua Kapal Penumpang Karam Akibat Siklon Tropis Seroja di NTT

"Laporan sementara ada dua kapal penumpang yang karam karena gelombang dan angin kencang pada saat NTT dilanda badai siklon tropis Seroja melanda NTT," katanya

NASIONAL | 8 April 2021

Sejak 2020, KPK Sudah Dorong Pengelolaan Taman Mini Diserahkan ke Setneg

KPK, kata Ipi berkomitmen terus mendampingi kementerian, lembaga dan BUMN di tingkat pusat maupun pemerintah daerah terkait pengelolaan aset negara.

NASIONAL | 8 April 2021

Masyarakat Kota Palu Serbu Pasar Murah Ramadan

Hari pertama pemerintah memberi subsidi bagi komoditi itu sehingga Bulog menjualnya dengan harga hanya Rp 10.000/kg.

NASIONAL | 8 April 2021

Bantuan Penanganan Darurat Bencana Tiba di Kupang

BNPB mengatakan pesawat kargo yang membawa bantuan penanganan darurat Siklon Tropis Seroja sudah tiba di Bandar Udara (Bandara) El Tari di Kupang.

NASIONAL | 8 April 2021

Kempupera Alokasikan Rp 19,3 Miliar Bangun Rusun TNI AD di Gorontalo

Pembangunan Rusun setinggi tiga lantai dengan jumlah 44 unit hunian tipe 36 diharapkan selesai pada akhir tahun ini.

NASIONAL | 8 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS