KPK Laporkan Pegawainya yang Curi 1,9 Kg Emas ke Polisi
Logo BeritaSatu

KPK Laporkan Pegawainya yang Curi 1,9 Kg Emas ke Polisi

Kamis, 8 April 2021 | 15:47 WIB
Oleh : Fana F Suparman / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) Tumpak Hatorangan Panggabean menegaskan, pimpinan KPK telah melaporkan salah seorang satgas lembaga antikorupsi bernisial IGA yang terbukti mencuri atau menggelapkan barang bukti emas seberat 1,9 kilogram ke kepolisian. Dewas sendiri telah menjatuhkan sanksi etik berat berupa pemberhentian secara tidak hormat atau pemecatan terhadap IGA atas tindakannya tersebut.

"Pimpinan KPK sudah memutuskan bahwa kasus ini dibawa ke ranah pidana dan telah dilaporkan ke pihak Polres Jakarta Selatan dan yang bersangkutan pun sudah diperiksa oleh penyidik polres beserta saksi dari sini," kata Tumpak di Gedung ACLC KPK, Kamis (8/4/2021).

Tumpak mengatakan sidang etik di Dewas KPK yang menjatuhkan sanksi berat berupa pemecatan tidak menghapuskan tindak pidana yang telah dilakukan oleh IGA. Dewas, tegas Tumpak, tidak akan mencampuri proses hukum pidana yang dilakukan Polres Jakarta Selatan.

"Tapi karena ini sudah pidana, maka disampaikan ke Kepolisian dan karena ini merupakan pelanggaran etik maka disidangkan tadi putusannya oleh dewas etik jadi kami tidak campur soal pidana," kata Tumpak.

Diketahui, Dewas KPK menjatuhkan hukuman sanksi etik berat berupa pemecatan terhadap salah satu seorang Satgas antikorupsi berinisial IGA. Sanksi berat ini dijatuhkan Dewas dalam persidangan lantaran IGA terbukti melakukan pencurian atau penggelapan barang bukti berupa emas seberat 1.900 gram atau 1,9 kilogram. Emas tersebut merupakan barang rampasan dari perkara korupsi yang menjerat mantan pejabat Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Yaya Purnomo. Sebagian dari emas yang dicuri tersebut kemudian digadaikan IGA.

"Majelis memutuskan bahwa yang bersangkutan perlu dijatuhi hukuman, berat yaitu memberhentikan dengan tidak hormat," kata Tumpak.

Dikatakan Tumpak, IGA mencuri empat batang emas seberat 1.900 gram tersebut saat ditugaskan sebagai salah satu pengelola barang bukti hasil rampasan kasus korupsi. Pencurian ini dilakukan lantaran IGA terlilit utang akibat menjalankan bisnis yang tidak sehat. Sebagian dari Emas yang dicurinya kemudian digadai IGA untuk melunasi utangnya.

Sanksi pemecatan dijatuhkan Dewas karena perbuatan IGA telah melanggar kode etik, tidak jujur, dan menyalahgunakan kewenangannya untuk kepentingan pribadi. Selain itu, perbuatan IGA berpotensi merugikan keuangan negara dan mencoreng wajah KPK yang selama ini dikenal menjaga integritas.

"Dan karena perbuatannya, menimbulkan dampak yang sangat merugikan, berpotensi terjadinya juga kerugian keuangan negara, dan berpotensi, bukan berpotensi tapi sudah terjadi bahwa citra KPK sebagai orang kenal sebagai integritas yang tinggi sudah ternodai oleh perbuatan yang bersangkutan," kata Tumpak.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemkab Dogiyai Pacu Pembangunan Infrastruktur

Meski jumlah penduknya tidak banyak kadang hanya sekitar 25 orang per kampung, namun kata Yakobus, penduduk itu adalah manusia di Papua yang harus dilayani.

NASIONAL | 8 April 2021

Alumnas Jadi Wadah Berkumpulnya Entrepreneurship Membangun Negeri

Kekuatan kewirausahaan ini menjadi salah satu faktor Amerika Serikat menjadi negara maju.

NASIONAL | 8 April 2021

Pemkab Dogiyai Berencana Bentuk BUMD Kopi dan Emas

Pemkab Dogiyai berencana membentuk BUMD di bidang perkebunan kopi, pertambangan emas, dan distribusi dan pemasaran hasil bumi seperti sayur-sayuran.

NASIONAL | 8 April 2021

Kapal Karam Akibat Siklon Seroja di NTT Belum Dapat Dievakuasi

Kapal ferry KMP Jatra I yang tenggelam saat diserang badai siklon Seroja belum dilakukan karena ASDP Indonesia Ferry masih menyusun rencana evakuasi.

NASIONAL | 8 April 2021

Presiden Tegaskan Tak Ada Kompromi bagi Intoleransi

Jokowi menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berkompromi terhadap tindakan intoleran, yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

NASIONAL | 8 April 2021

Penunjukan Langsung Vendor Saat Pandemi Disebut Jadi Kewenangan PPK

Dalam keadaan darurat seperti pandemi Covid-19, pengadaan barang dan jasa dapat dilakukan melalui mekanisme penunjukan langsung terhadap vendor pengadaan.

NASIONAL | 8 April 2021

Presiden Apresiasi Kontribusi Ulama Jaga Persatuan dan Kerukunan Bangsa

Pemerintah terus berkomitmen untuk selalu menghidupkan moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat.

NASIONAL | 8 April 2021

Putri Indonesia Dorong Kaum Milenial Perkuat Nasionalisme

Ia yakin Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika adalah modal utama bangsa Indonesia untuk menghilangkan radikalisme dan terorisme.

NASIONAL | 8 April 2021

Guru di Balikpapan Dukung Pembelajaran Tatap Muka

Azam mengatakan satuan pendidikannya telah melakukan persiapan untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

NASIONAL | 8 April 2021

168.082 Pelanggan PLN di NTT Telah Menikmati Listrik Kembali

Sebanyak 1.115 unit gardu berhasil dioperasikan kembali dan sebanyak 168.082 pelanggan PLN telah menikmati listrik kembali hingga Rabu (7/4/2021)

NASIONAL | 8 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS