Indonesia Perlu Dorong Lahirnya Pengusaha Baru Melalui Kampus
Logo BeritaSatu

Indonesia Perlu Dorong Lahirnya Pengusaha Baru Melalui Kampus

Kamis, 8 April 2021 | 18:59 WIB
Oleh : Kunradus Aliandu / KUN

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia perlu terus menambah jumlah entrepreneurnya agar bisa keluar dari perangkap negara berpenghasilan menengah menjadi berpenghasilan tinggi. Pasalnya, para entrepreneur tersebut berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja, yang pada gilirannya akan mendorong peningkatan kinerja perekonomian suatu negara. Jika perekonomian negara tersebut terus meningkat akan berkontribusi pada terciptanya masyarakat madani dan sejahtera, serta stabilitas bagi negara tersebut.

Merujuk laporan Global Entrepreneuship Index 2018 (GEI) yang dirilis oleh The Global Entrepreneurship Development Institute (GEDI), Indonesia masih menempati peringkat ke-94 dari 137 negara. Merujuk laporan GEI, Indeks Entrepreneurship Indonesia masih kalah dibandingkan dengan beberapa negara tetangga, seperti Brunei Darussalam di peringkat 53, Malaysia peringkat 58, Thailand 71, bahkan Filipina 84 dan Vietnam 87.

Laporan GEI ini membahas keterkaitan antara entrepreneurship, pembangunan ekonomi, dan kesejahteraan. Menurut GEDI, entrepreneurship berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja, kinerja ekonomi, dan stabilitas di negara tersebut.
Laporan GEI 2018 juga memasukkan data tentang Human Capital Score. Merujuk laporan tersebut, Human Capital Score Indonesia juga masih terbilang rendah, yakni 16%. Bandingkan dengan Thailand yang Human Capital Score-nya 49%, Malaysia 63% atau AS yang 100%.

Prof. Neil Towers, project leader Growth Indonesia – a Triangular Approach (GITA) mengatakan, Indonesia masih perlu terus menambah jumlah entrepreneurnya. “Skor human capital Indonesia masih relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan beberapa negara tersebut,” kata Prof. Towers yang juga pakar retail marketing dari University of Gloucestershire, United Kingdom, dalam Konferensi Internasional GITA yang diselenggarakan secara virtual pada 8-9 April 2021.

Prof. Towers menambahkan, salah satu tempat untuk mencetak pengusaha-pengusaha baru adalah perguruan tinggi. Di beberapa negara maju, memang banyak pengusaha yang lahir di lingkungan kampus. Mark Zuckerberg mendirikan Facebook saat masih kuliah di Harvard University. Perusahaan-perusahaan seperti Yahoo! Inc., Google, Facebook, FedEx adalah bisnis-bisnis yang lahir dari kampus. Di Amerika Serikat, Stanford University adalah universitas yang banyak melahirkan pebisnis dari lingkungan kampus.
Upaya untuk melahirkan lebih banyak pengusaha dari lingkungan kampus itulah yang dilakukan oleh konsorsium GITA yang dipimpin oleh Prof. Towers. Konsorsium ini beranggotakan tujuh universitas dari Indonesia dan empat universitas dari Eropa.

Prof. Towers melaporkan, bahwa GITA telah melahirkan 112 perusahaan rintisan (startup) baru dengan nilai bisnis mencapai Rp 115,4 miliar. Ini adalah bukti nyata keberhasilan GITA dalam melahirkan pengusaha-pengusaha baru dari lingkungan kampus.
Selain itu, pada ajang konferensi internasional tersebut konsorsium GITA juga mengumumkan pemenang kompetisi mahasiswa tingkat nasional untuk proposal bisnis yang berkelanjutan dan pembentukan asosiasi yang melibatkan perguruan-perguruan tinggi anggota konsorsium GITA.




BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Terbitkan SE Larangan Mudik 2021, Satgas Cegah Peningkatan Penularan Covid-19

Pelanggaran Surat Edaran larangan mudik akan dikenakan sanksi denda, sanksi sosial, kurungan dan atau pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

NASIONAL | 8 April 2021

Kemhub Terbitkan Aturan Larangan Mudik

Kebijakan larangan mudik labaran dikeluarkan melalui rapat tingkat menteri dan setelah itu melalui sidang kabinet paripurna pada 7 April 2021.

NASIONAL | 8 April 2021

Jalan Tol Danowudu-Bitung Beroperasi Penuh pada Oktober 2021

Tersambungnya jalan tol ini akan mendukung kelancaran logistik dan mobilitas masyarakat di Sulawesi Utara.

NASIONAL | 8 April 2021

Capai Kesetaraan Gender Lewat Kebijakan dan Perubahan Norma

Meskipun sudah ada kebijakan pengarusutamaan gender, namun masih ada aturan-aturan yang berlawanan dan berpotensi menghambat pencapaian kesetaraan gender.

NASIONAL | 8 April 2021

Intensitas Siklon Tropis Seroja Meningkat, Empat Provinsi Ini Diminta Waspada

Keempat wilayah yang harus mewaspadai dampak dari adanya Siklon Tropis Seroja meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

NASIONAL | 8 April 2021

Kemdagri: Intoleransi Jadi Tantangan Terbesar Pancasila

Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) menyatakan, intoleransi masih menjadi ancaman terbesar bagi Pancasila.

NASIONAL | 8 April 2021

Polemik Tambang Batu Bara, Warga Rantau Pandan Gelar Unjuk Rasa

Ratusan warga dari Kecamatan Rantau Pandan, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi melaksanakan aksi unjuk rasa dengan melakukan blokade jalan tambang.

NASIONAL | 8 April 2021

Larangan Mudik Lebaran, Puan: Pemerintah Jangan Bikin Bingung Masyarakat

Masyarakat masih bertanya-tanya mengapa mudik dilarang, tetapi tempat wisata diizinkan buka meski tetap ada pembatasan.

NASIONAL | 8 April 2021

Danone Bagikan Ribuan Botol Air Mineral Bantu Korban Bencana NTT

Danone Indonesia menyalurkan bantuan berupa ribuan produk air minum Aqua yang diserahkan secara simbolis oleh perwakilan subdistributor Aqua di NTT.

NASIONAL | 8 April 2021

Evaluasi Sekolah Tatap Muka di 16 Provinsi, P2G: Banyak Pelanggaran Protokol Kesehatan

Dari hasil evaluasi P2G ditemukan terjadi banyak pelanggaran protokol kesehatan atau tidak melaksanakan prinsip 3M secara disiplin di sekolah.

NASIONAL | 8 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS