Kemdikbud: Uji Coba Sekolah Tatap Muka Bisa Mantapkan Izin Orangtua
Logo BeritaSatu

Kemdikbud: Uji Coba Sekolah Tatap Muka Bisa Mantapkan Izin Orangtua

Kamis, 8 April 2021 | 22:41 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Jumeri, mengatakan uji coba sekolah tatap muka yang sedang dilakukan di Provinsi DKI Jakarta adalah bagian dari praktik yang tepat sesuai SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Jumeri mengakui adanya sejumlah keraguan dari orangtua untuk mengizinkan anaknya mengikuti sekolah tatap muka. Oleh karena itu, dia mendorong dilakukan uji coba sekolah tatap muka agar orangtua merasa lebih mantap.

“Keputusan SKB 4 Menteri ini saya analogikan ibarat restoran. Setelah semua koki divaksinasi, kepala rumah makan divaksinasi, petugas kebersihan divaksinasi, restoran wajib membuka layanan makanan di tempat atau restoran. Tapi keputusan diserahkan ke konsumen,” kata Jumeri saat Bincang Pendidikan dan Kebudayaan mengenai "SKB 4 Menteri tentang Pembelajaran Tatap Muka", Kamis (8/4/2021).

Jumeri mengatakan anak atau siswa sepenuhnya kewenangan orangtua, sehingga tergantung kemantapan orangtua untuk mengizinkan anaknya mengikuti sekolah tatap muka.

“Uji coba DKI adalah amanat SKB 4 Menteri, sudah jelas. Setelah guru dan tenaga kependidikan divaksinasi maka sekolah wajib membuka opsi pembelajaran tatap muka, sedangkan kewenangan di tangan orangtua apakah putra/putrinya berangkat sekolah tatap muka,” kata Jumeri.

Mengenai kemunculan klaster Covid-19 di sekolah, Jumeri mengatakan umumnya disebabkan karena tidak adanya penerapan protokol kesehatan secara sungguh-sungguh. Itu sebabnya, Jumeri mendorong pemerintah daerah terus melakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan menjelang pembukaan sekolah.

“Dari beberapa kasus yang terjadi ketika sekolah terjadi klaster, umumnya terjadi pelanggaran protokol kesehatan. Tidak hati-hati dalam menjaga protokol kesehatan,” katanya.

Jumeri menambahkan uji coba sekolah tatap muka menjadi simulasi agar sekolah mempunyai praktik atau kebiasaan baik untuk menjaga kesehatan. Dia mengatakan terus mengevaluasi bagaimana bisa muncul klaster Covid-19 di sejumlah sekolah.

“Semua ada risikonya. Kalau tidak mau jatuh naik motor, tidak usah pakai motor, simpan di rumah. Namun ini ikhtiar kita bersama untuk bergotong royong agar anak tetap sehat, guru sehat,” kata Jumeri.

Secara terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria hari ini mengatakan baru 20% hingga 30% orang tua yang mengizinkan anaknya mengikuti sekolah tatap muka. Oleh karena itu, Riza mengatakan Pemprov DKI akan gencar melakukan sosialisasi kepada orangtua terkait sekolah tatap muka sehingga diharapkan orangtua tidak khawatir dan mau mengizinkan anak-anaknya sekolah tatap muka secara terbatas.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

UTBK-SBMPTN Digelar 12-18 April di UI dan 73 Pusat Lainnya

UTBK-SBMPTN gelombang pertama akan digelar pada 12-18 April 2021 di Universitas Indonesia (UI) kampus Depok dan 73 pusat UTBK lainnya.

NASIONAL | 8 April 2021

Mensos Kembali Kunjungi Dua Lokasi di NTT

Setibanya di posko pengungsian, Mensos Risma melihat langsung kondisi warga para pengungsi terutama mengecek kebutuhan anak-anak dan bayi terpenuhi.

NASIONAL | 8 April 2021

Kolaborasi USG dan FlyBest Siap Hasilkan Pilot Andal

USG dan Flybest meluncurkan konsep baru pendidikan pilot yakni integrasi program "Bachelor of Business Aviation Management" dan "Pilot License".

NASIONAL | 8 April 2021

Mahfud MD: Pemerintah Buru Aset BLBI

Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, fokus pemerintah saat ini adalah memburu aset-aset yang berkaitan dengan kasus BLBI setelah KPK menghentikan kasus tersebut

NASIONAL | 8 April 2021

Bencana Alam NTT, TNI-Polri Fokus Evakuasi Korban dan Kirim Bantuan

Polri juga memberikan bahan pokok berupa beras tujuh ton, air mineral, alas tidur, selimut, handuk, sarung, serta makanan lain yang diperlukan.

NASIONAL | 8 April 2021

Terlilit Utang Jadi Motif Pegawai KPK Curi 1,9 Kg Emas Rampasan Perkara Korupsi

Dewas KPK menjatuhkan sanksi etik berat berupa pemberhentian secara tidak hormat kepada salah satu pegawai di lembaga itu karena mencuri emas batangan

NASIONAL | 8 April 2021

Kemdikbud: Sekolah Harus Punya Ruang Isolasi dan Terapkan Lockdown jika Ada Penularan

Sekolah harus menyiapkan infrastruktur yang memadai sebelum memulai sekolah tatap muka.

NASIONAL | 8 April 2021

Update Korban Bencana di NTT, 163 Orang Meninggal dan 45 Masih Hilang

Korban terbanyak di Adonara sebanyak 71 meninggal dunia dan 5 hilang, Lembata 43 meninggal dan 25 hilang, serta Alor 27 meninggal dan 14 hilang.

NASIONAL | 8 April 2021

Dewas KPK Tak Akan Anulir Penghentian Penyidikan BLBI Sjamsul Nursalim

Tumpak Hatorangan Panggabean memastikan Dewas KPK tidak akan menganulir penerbitan SP3 Sjamsul Nursalim dan istri.

NASIONAL | 8 April 2021

Sidang Perdana Edhy Prabowo Tunggu Jadwal Pengadilan

KPK telah melimpahkan berkas perkara dugaan suap izin ekspor benih bening lobster atau benur dengan terdakwa Edhy Prabowo ke Pengadilan Tipikor Jakarta

NASIONAL | 8 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS