Pecat Pegawai yang Gelapkan Emas 1,9 Kg, KPK Komitmen Jaga Integritas
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pecat Pegawai yang Gelapkan Emas 1,9 Kg, KPK Komitmen Jaga Integritas

Jumat, 9 April 2021 | 11:47 WIB
Oleh : Fana F Suparman / IDS

Jakarta Beritasatu.com - Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan menjatuhkan sanksi etik berat berupa pemberhentian secara tidak hormat atau pemecatan terhadap salah seorang pegawai lembaga antikorupsi berinisial IGA. Sanksi berat ini dijatuhkan lantaran IGA terbukti mencuri atau menggelapkan emas batangan seberat 1,9 kg yang merupakan barang rampasan perkara korupsi.

Plt Jubir KPK, Ipi Maryati mengatakan, tindakan IGA merupakan kesalahan dan telah merusak reputasi KPK yang dikenal sebagai lembaga yang menjaga integritas. Namun, KPK memilih untuk membuka persoalan ini agar menjadi pelajaran bersama dan merupakan tanggung jawab KPK untuk menyampaikan kebenaran dengan jujur dan terbuka.

"KPK tegas memproses semua pelanggaran etik melalui Dewas. Ini menunjukkan komitmen dan keseriusan KPK menjaga integritas, harkat dan martabat insan KPK juga sebagai upaya menjaga amanah dan harapan masyarakat Indonesia kepada KPK," kata Ipi dalam keterangannya, Jumat (9/4/2021).

Ipi menjelaskan, peristiwa ini bisa diketahui dan diproses karena mekanisme kontrol di internal KPK berfungsi baik. Dikatakan, KPK berupaya membangun budaya untuk saling mengingatkan dan mengawasi.

"Penegakan etik dan pedoman perilaku terhadap insan KPK oleh Dewas ini juga membuktikan KPK tidak hanya berani memproses pelaku korupsi, tetapi juga menegakkan aturan internal," katanya.

Selain telah mencoreng citra KPK, tindakan IGA juga masuk kategori tindak pidana pencurian atau penggelapan. Untuk itu, KPK memutuskan melaporkan IGA ke Polres Jakarta Selatan. Ipi menyatakan, lembaga antikorupsi mendukung kepolisian mengusut kasus ini.

"Kami tidak bermaksud untuk mendahului hasil pemeriksaan apakah perbuatan pelaku adalah pencurian, penggelapan jabatan atau perbuatan lainnya. Kami akan menunggu hasil pemeriksaan Kepolisian," katanya.

Terkait dengan 1,9 kg emas yang sempat dicuri atau digelapkan IGA dan sebagian di antaranya sempat digadaikan, Ipi menjelaskan barang rampasan tersebut saat ini sudah berada dalam pengelolaan KPK untuk proses lelang yang akan dilakukan.

"Kami pastikan prosesnya tidak terkendala akibat peristiwa ini," kata Ipi.

Dikatakan Ipi, dugaan pencurian atau penggelapan barang rampasan perkara korupsi yang dilakukan IGA menjadi evaluasi bagi KPK. Meski menyebut seluruh proses bisnis di KPK sudah terbangun dalam sistem yang baik, Ipi mengatakan selalu ada ruang perbaikan untuk memperkuat baik dari sisi pengawasan maupun perbaikan prosedur operasional kerja.

"Apa yang kami sampaikan dalam konferensi pers merupakan komitmen kami untuk menjaga harapan publik kepada KPK dengan tetap memegang teguh nilai-nilai integritas, kejujuran, keberanian, keadilan dan transparansi," katanya.

Diketahui, Dewas KPK menjatuhkan hukuman sanksi etik berat berupa pemecatan terhadap salah satu seorang anggota Satgas Antikorupsi berinisial IGA. Sanksi berat ini dijatuhkan Dewas dalam persidangan lantaran IGA terbukti melakukan pencurian atau penggelapan barang bukti berupa emas seberat 1.900 gram atau 1,9 kilogram.

Emas tersebut merupakan barang rampasan dari perkara korupsi yang menjerat mantan pejabat Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Yaya Purnomo. Sebagian dari emas yang dicuri tersebut kemudian digadaikan IGA.

"Majelis memutuskan bahwa yang bersangkutan perlu dijatuhi hukuman, berat yaitu memberhentikan dengan tidak hormat," kata Ketua Dewas KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean dalam konferensi pers di Gedung ACLC KPK, Jakarta, Kamis (8/4/2021).

Dikatakan Tumpak, IGA mencuri empat batang emas seberat 1.900 gram tersebut saat ditugaskan sebagai salah satu pengelola barang bukti hasil rampasan kasus korupsi. Pencurian ini dilakukan lantaran IGA terlilit utang akibat menjalankan bisnis yang tidak sehat. Sebagian dari Emas yang dicurinya kemudian digadai IGA untuk melunasi utangnya.

Sanksi pemecatan dijatuhkan Dewas karena perbuatan IGA telah melanggar kode etik, tidak jujur, dan menyalahgunakan kewenangannya untuk kepentingan pribadi. Selain itu, perbuatan IGA berpotensi merugikan keuangan negara dan mencoreng wajah KPK yang selama ini dikenal menjaga integritas.

"Dan karena perbuatannya, menimbulkan dampak yang sangat merugikan, berpotensi terjadinya juga kerugian keuangan negara, dan berpotensi, bukan berpotensi tapi sudah terjadi bahwa citra KPK sebagai orang kenal sebagai integritas yang tinggi sudah ternodai oleh perbuatan yang bersangkutan," kata Tumpak.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tiba di NTT, Presiden Jokowi Tinjau Lokasi Bencana di Lembata

Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung meninjau lokasi bencana di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

NASIONAL | 9 April 2021

Wamentan Pantau Kesiapan Pupuk Subsidi di Palembang

“Ketersediaan pupuk subsidi di Pusri dapat mendukung kebutuhan petani,” ujar Wamentan RI, Harvick Hasnul Qolbi.

NASIONAL | 9 April 2021

Kasau Ingatkan Kompleksitas Ancaman yang Terus Meningkat

Ancaman yang datang kini tidak hanya bersifat linear, namun juga bersifat simetris.

NASIONAL | 9 April 2021

Penyebaran Ideologi Radikal di Medsos Harus Diusut Tuntas

Polisi siber memiliki kewenangan untuk bertindak tanpa harus menunggu pengaduan masyarakat.

NASIONAL | 9 April 2021

PLN Kerahkan Personel dari Bali hingga Papua untuk Pulihkan Kelistrikan NTT

Fasilitas umum seperti rumah sakit menjadi prioritas PLN untuk mendorong NTT segera bangkit.

NASIONAL | 9 April 2021

BNPB Terus Distribusikan Bantuan Logistik Penanganan Bencana NTT

Selanjutnya rencana bantuan logistik pada hari Jumat (9/4/2021) ini akan didatangkan kembali dari Jakarta untuk dikirimkan ke Bandara El Tari.

NASIONAL | 9 April 2021

KPK Cecar Eks Dirut Sarana Jaya Soal Kesepakatan Khusus Terkait Tanah Munjul

KPK diketahui sedang mengusut kasus dugaan korupsi terkait pengadaan tanah di Munjul, Cipayung, Jakarta Timur tahun 2019.

NASIONAL | 9 April 2021

Teror Guru di Papua, Kepala Disdik: Kami Tak Ada Masalah dengan TNI-Polri dan KKB

Langkah pertama yang diambil adalah melaporkan hal ini kepada wakil gubernur dan sekda Provinsi Papua.

NASIONAL | 9 April 2021

TNI-Polri Pastikan Keamanan Masyarakat Pascapenyerangan KKB

Menurut Iqbal, tindakan pelanggaran hukum oleh KKB mengancam keselamatan jiwa masyarakat dan juga fasilitas publik di Kabupaten Puncak, Papua.

NASIONAL | 9 April 2021

KKB Pimpinan Sabinus Waker Tembak Guru hingga Tewas di Intan Jaya

"Penembakan terjadi sekitar pukul 09.30 WIT saat korban berada di rumahnya," kata Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri.

NASIONAL | 9 April 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS