Novel Baswedan: Polisi Belum Ungkap Tuntas Kasus Teror Insan KPK
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Novel Baswedan: Polisi Belum Ungkap Tuntas Kasus Teror Insan KPK

Senin, 12 April 2021 | 13:29 WIB
Oleh : Fana F Suparman / LES

Jakarta, Beritasatu.com -Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan meminta aparat kepolisian menangkap aktor intelektual atau dalang kasus teror dengan penyiraman air keras terhadapnya.

Teror terhadap Novel yang terjadi pada 11 April 2017 atau tepat empat tahun lalu hingga kini masih menyisakan tanya. Dua pelaku, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis memang telah diadili dan divonis masing-masing 2 tahun dan 1,5 tahun pidana penjara. Namun, dua anggota Polri itu diduga hanya pelaku lapangan, sementara aktor intelektual teror tersebut hingga kini belum terungkap.

"Harusnya begitu (ditangkap aktor intelektual). Kita harus ingat bahwa tidak ada satupun kasus serangan kepada orang-orang KPK yang diungkap," kata Novel, Senin (12/4/2021).

Novel menilai, aparat kepolisian enggan mengungkap secara tuntas kasus-kasus teror terhadap insan KPK seperti yang dialaminya Agus Rahardjo dan Laode M Syarif, saat keduanya masih menjadi pimpinan KPK.

Padahal, kata Novel, pengungkapan secara tuntas kasus teror yang dialaminya maupun insan KPK lainnya merupakan hal penting dalam upaya memberantas korupsi. Novel menegaskan, negara tidak boleh kalah dengan koruptor.

"Hal ini penting disampaikan, karena tidak boleh negara kalah dengan koruptor yang melawan dengan segala cara. Bahkan berani menyerang aparat pemberantas korupsi yang kemudian dibiarkan atau tidak diungkap," tegas Novel.

Permintaan agar kasus teror terhadap Novel diusut tuntas juga disampaikan Wadah Pegawai KPK. Ketua WP-KPK, Yudi Purnomo mengatakan, sidang terhadap Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis yang disebutnya sebagai pelaku lapangan tidak menjawab secara tuntas temuan Tim Komnas HAM bahwa serangan terhadap Novel Baswedan dilakukan secara terorganisir dan sistematis. Selain itu, dugaan abuse of proces dalam penanganan penyidikan kasus penyerangan tersebut belum menunjukan titik terang.

"Terlebih belum adanya pemberhentian secara tidak hormat terhadap aparat aktif yang jelas-jelas di putusan Pengadilan telah melakukan penyerangan terhadap aparat penegak hukum lain yang tengah menjalankan tugas," kata Yudi.

Untuk itu, WP-KPK meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai kepala negara berkomitmen mengungkap kasus teror terhadap Novel secara tuntas. Apalagi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit menjabat sebagai Kabareskrim Polri saat kasus teror terhadap Novel bergulir di persidangan. Dikatakan, kegagalan pengungkapan kasus secara tuntas yang memungkinkan masih bebasnya pelaku intelektual akan menjadi preseden buruk dalam upaya memberantas korupsi.

"Pembiaran ini akan semakin menciptakan pertanyaan tentang keseriusan Indonesia untuk memberantas korupsi, atau hanya sekedar seremonial dan basa basi saja," kata Yudi.

Dikatakan, kasus ini bukanlah kasus pribadi terhadap Novel Baswedan tetapi merupakan serangan nyata terhadap KPK yang sedang menjalankan fungsinya. Hal tersebut yang membuat WP-KPK tetap bersuara menuntut penuntasan kasus Novel Baswedan.

"Kami menolak untuk abai dan lupa, terlebih, berbagai sejarah panjang kasus serangan terhadap Pegawai, Pimpinan, dan Infrastruktur KPK yang telah terjadi sampai saat ini masih belum menemukan titik terang," katanya.

Selain meminta Jokowi selaku kepala negara menyelesaikan penanganan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan, WP-KPK juga meminta diusutnya secara tuntas potensi abuse of process dari aparat yang melakukan penyidikan.

"Dan pemberian sanksi pemberhentian terhadap pelaku yang terbukti secara hukum merupakan pelaku lapangan penyerangan terhadap Novel Baswedan," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini Respons Wamenag terkait Polemik Kegiatan Pengajian di Pelni

Zainut mengatakan, pemerintah tidak pernah melarang ustaz, mubaligh atau tokoh agama dalam melaksanakan tugas dakwah.

NASIONAL | 12 April 2021

UTBK di Universitas Nusa Cendana Kupang Ditunda Akibat Banjir Bandang

Banjir di NTT beberapa waktu lalu menyebabkan listrik dan jaringan internet mati.

NASIONAL | 12 April 2021

Doni Monardo, Mama Nona, dan Mangrove Warisan Baba Akong

Sore itu, Doni menyaksikan satu per satu pohon mangrove (bakau) yang ada di sana, tumbuh dari jerih payah Baba Akong.

NASIONAL | 12 April 2021

Jaksa Mulai Periksa Keterangan 4 Saksi Sidang Rizieq Syihab

Jaksa penuntut umum (JPU) mulai memeriksa empat dari 12 saksi yang direncanakan hadir di sidang Rizieq Syihab di PN Jaktim.

NASIONAL | 12 April 2021

KPK Periksa Direktur Borneo Lumbung Energi & Metal

Nenie diperiksa sebagai saksi kasus dugaan terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara PT Asmin Koalindo Tuhup di Kementerian ESDM.

NASIONAL | 12 April 2021

Penembakan Guru di Papua, Puluhan Warga Minta Dievakuasi

Warga yang meminta segera dievakuasi ke luar dari Beoga itu sebagian merupakan guru-guru yang bertugas di Distrik Beoga.

NASIONAL | 12 April 2021

ICW Desak Dewas KPK Usut Bocornya Informasi Penggeledahan Kantor Jhonlin Baratama

ICW menduga adanya pegawai internal KPK yang membocorkan informasi rencana penggeledahan.

NASIONAL | 12 April 2021

Mantan Wali Kota Makassar Malik B Masri Wafat

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto langsung ke Rumah Sakit Siloam Hospital untuk melayat memberikan penghormatan terakhir.

NASIONAL | 12 April 2021

Tips Kerjakan Soal SBMPTN: Tenang, Jujur, dan Percaya Diri

LTMPT juga mengeluarkan imbauan agar peserta UTBK mengikuti aturan dan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

NASIONAL | 12 April 2021

Ini Alasan Perubahan Nama Tol Japek II Jadi Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed

Sheikh Mohamed Bin Zayed adalah Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab (UEA).

NASIONAL | 12 April 2021


TAG POPULER

# Covid-19


# Jutawan


# Pembunuhan PRT


# Aturan Baru Perkantoran Jakarta


# Rodrigo Duterte



TERKINI

Kasus Covid-19 Melonjak, AHY: Tidak Ada yang Lebih Bernilai daripada Nyawa

POLITIK | 8 menit yang lalu




UEFA Hapus Aturan Gol Tandang

BOLA | 24 menit yang lalu






TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS