Mahfud MD: Bentuk Satgas BLBI, Pemerintah Kejar Hak Perdata Kerugian Negara Kasus BLBI
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Mahfud MD: Bentuk Satgas BLBI, Pemerintah Kejar Hak Perdata Kerugian Negara Kasus BLBI

Senin, 12 April 2021 | 13:58 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 6 Tahun 2021 tentang Satgas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI. Dalam keppres tersebut terdapat lima menteri serta Jaksa Agung dan Kapolri sebagai pengarah Satgas BLBI guna melakukan penelusuran semua aset negara yang berkaitan dengan BLBI.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, menjelaskan, pembentukan Satgas BLBI dilakukan karena pemerintah ingin mengejar dan menagih sisa dana BLBI. Mengingat, kasus tersebut sudah diputuskan sebagai kasus perdata.

"Sekarang hak perdatanya kita tagih. Sudah pidananya tidak ada kata MA, sekarang perdatanya kita tagih," kata Mahfud MD, di Jakarta, Senin (12/4/2021).

Selama ini, dijelaskan Mahfud, aset dana BLBI baru berupa jaminan surat, deposito, uang dan lain sebagainya. Pemerintah ingin menagih sisa aset BLBI, tetapi sebelumnya tentu masih menunggu putusan MA yang memastikan apakah di dalam penanganannya itu sudah benar atau tidak.

"Sekarang MA sudah membuat putusan yang itu tidak bisa kita tolak. Bahwa ada masyarakat masih mau melaporkan itu ke KPK, silahkan. Tapi bagi pemerintah, kebijakan BLBI tahun 1998 itu sudah selesai, sudah dianggap benar walaupun negara rugi karena situasinya menghendaki itu," ujar Mahfud.

Dijelaskan Mahfud, dalam penghitungan yang dilakukan Dirjen kekayaan negara dan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun), diperoleh angka hampir Rp 110 triliun.

"Saya baru saja memanggil Dirjen Kekayaan Negara dan Jamdatun, tadi menghitung Rp 109 (triliun) lebih, hampir Rp 110 triliun. Jadi bukan hanya Rp 108 triliun. Tapi realistis yang bisa ditagih itu masih perlu kehati-hatian," ucapnya.

Keppres Nomor 6 Tahun 2021 tentang Satgas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI ditandatangani setelah KPK menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) kasus BLBI untuk tersangka yang merugikan negara senilai Rp 4,58 triliun, yakni Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Sjamsul Nursalim.

SP3 tersebut merupakan konsekuensi dari putusan Mahkamah Agung (MA) terhadap eks Kepala BPPN, Syafruddin Arsyad Tumenggung (ST). Dalam putusannya, MA membebaskan ST dengan vonis, kasus itu bukan pidana.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Novel Baswedan: Polisi Belum Ungkap Tuntas Kasus Teror Insan KPK

Berani menyerang aparat pemberantas korupsi yang kemudian dibiarkan atau tidak diungkap.

NASIONAL | 12 April 2021

Ini Respons Wamenag terkait Polemik Kegiatan Pengajian di Pelni

Zainut mengatakan, pemerintah tidak pernah melarang ustaz, mubaligh atau tokoh agama dalam melaksanakan tugas dakwah.

NASIONAL | 12 April 2021

UTBK di Universitas Nusa Cendana Kupang Ditunda Akibat Banjir Bandang

Banjir di NTT beberapa waktu lalu menyebabkan listrik dan jaringan internet mati.

NASIONAL | 12 April 2021

Doni Monardo, Mama Nona, dan Mangrove Warisan Baba Akong

Sore itu, Doni menyaksikan satu per satu pohon mangrove (bakau) yang ada di sana, tumbuh dari jerih payah Baba Akong.

NASIONAL | 12 April 2021

Jaksa Mulai Periksa Keterangan 4 Saksi Sidang Rizieq Syihab

Jaksa penuntut umum (JPU) mulai memeriksa empat dari 12 saksi yang direncanakan hadir di sidang Rizieq Syihab di PN Jaktim.

NASIONAL | 12 April 2021

KPK Periksa Direktur Borneo Lumbung Energi & Metal

Nenie diperiksa sebagai saksi kasus dugaan terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara PT Asmin Koalindo Tuhup di Kementerian ESDM.

NASIONAL | 12 April 2021

Penembakan Guru di Papua, Puluhan Warga Minta Dievakuasi

Warga yang meminta segera dievakuasi ke luar dari Beoga itu sebagian merupakan guru-guru yang bertugas di Distrik Beoga.

NASIONAL | 12 April 2021

ICW Desak Dewas KPK Usut Bocornya Informasi Penggeledahan Kantor Jhonlin Baratama

ICW menduga adanya pegawai internal KPK yang membocorkan informasi rencana penggeledahan.

NASIONAL | 12 April 2021

Mantan Wali Kota Makassar Malik B Masri Wafat

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto langsung ke Rumah Sakit Siloam Hospital untuk melayat memberikan penghormatan terakhir.

NASIONAL | 12 April 2021

Tips Kerjakan Soal SBMPTN: Tenang, Jujur, dan Percaya Diri

LTMPT juga mengeluarkan imbauan agar peserta UTBK mengikuti aturan dan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

NASIONAL | 12 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS