Diduga Curi Ikan, Pemerintah Diminta Segera Bebaskan 34 Nelayan Aceh
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-4)   |   COMPOSITE 5975 (-54)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-17)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (-0)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-16)   |   IDXHIDIV20 416 (-2)   |   IDXINDUST 956 (-20)   |   IDXINFRA 871 (-2)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-4)   |   IDXPROPERT 877 (-10)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-2)   |   IDXTECHNO 3348 (-19)   |   IDXTRANS 1056 (-5)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-10)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-5)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-2)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Diduga Curi Ikan, Pemerintah Diminta Segera Bebaskan 34 Nelayan Aceh

Senin, 12 April 2021 | 16:25 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin meminta agar pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bekerja cepat dan taktis untuk membebaskan 34 orang nelayan Aceh, karena tersangkut masalah dugaan pencurian ikan di perairan Thailand. Menurut Azis, Kemlu harus segera menggerakkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Thailand serta aparat di Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, untuk memberikan bantuan hukum.

Selain itu, pemerintah perlu melakukan upaya diplomasi dan lobi politik untuk membebaskan 34 warga negara Indonesia (WNI) tersebut.

“Sehingga bisa membebaskan 34 WNI yang merupakan nelayan asal Aceh,” kata Azis, Senin (12/4/2021).

Menurut Azis, KBRI di Thailand harus segera dan terus-terusan melakukan komunikasi intensif dengan otoritas Thailand. Hal itu demi untuk memastikan status dan kondisi kesehatan seluruh awak kapal yang ditangkap.

Selanjutnya, KBRI dan Kemlu serta tim hukum dapat melakukan upaya dengan diplomasi untuk pembebasan para nelayan. Dengan begitu, para nelayan dapat kembali ke Indonesia.

Azis juga mendorong Kementerian Perhubungan (Kemhub), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta TNI Angkatan Laut (AL), untuk mengingatkan seluruh kapal penangkap ikan dan nelayan Indonesia. Tujuannya agar mereka memahami batas-batas wilayah laut antarnegara.

“Sehingga tidak menimbulkan masalah dalam melakukan aktivitas penangkapan ikan ketika berlayar di laut lepas,” demikian Azis.

Untuk diketahui, Otoritas dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kabupaten Aceh Timur melaporkan di sejumlah media bahwa sebanyak 34 nelayan asal PPN ditangkap otoritas Thailand. Mereka diduga melakukan pencurian ikan perairan negara tersebut.

Hal ini bukan yang pertama. Pada 21 Januari 2020, tiga kapal nelayan asal Aceh ditangkap saat mencari ikan oleh Royal Thai Navy (RTN). RTN menduga kedua kapal ini mencuri ikan di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Di dalam kapal tersebut ternyata terdapat 33 orang WNI. Dari 33 orang WNI tersebut 3 diantaranya merupakan anak anak di bawah umur.

Pada 28 Juli 2020, media mencatat bahwa sekitar 51 nelayan WNI Asal Aceh Timur mendapatkan amnesti atau pengampunan dari Raja Rama X. Kasusnya juga sama, terkait pencurian ikan di ZEE.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PMI Dirikan Tempat Pengungsian untuk Warga Terdampak Gempa Malang

PMI Kabupaten Malang mendirikan tempat pengungsian sementara untuk warga terdampak gempa bumi, Sabtu (10/4/2021).

NASIONAL | 12 April 2021

Kemdagri Targetkan Indeks Reformasi Birokrasi Tahun 2020-2021 Raih Kategori A

Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) menargetkan indeks reformasi birokrasi pada 2021 mencapai angka 87,01 atau kategori A.

NASIONAL | 12 April 2021

Perguruan Tinggi Jangan Persulit Konversi SKS Program Pertukaran Mahasiswa

Peserta program Pertukaran Mahasiswa Merdeka akan melakukan pertukaran selama 1 semester dengan penilaian disetarakan 20 SKS.

NASIONAL | 12 April 2021

PAN: Deradikalisasi dan Islam Moderat Perlu Dikembangkan, Namun Jangan Jadi Alasan untuk Menyudutkan

Saleh Partaonan Daulay menyatakan pihaknya mendukung program deradikalisasi dan peneguhan Islam moderat, namun jangan sampai mengucilkan kelompok tertentu.

NASIONAL | 12 April 2021

Wakil Ketua DPR Dukung Rencana Subsidi Ongkir Belanja Daring

Azis meminta pemerintah harus segera melakukan sosialisasi program subsidi ongkir untuk menggerakkan perekonomian.

NASIONAL | 12 April 2021

Pakar Geologi Sebut Gempa Malang Fenomena Gelombang Rayleigh

Ini fenomena baru di Indonesia seperti yang terjadi di Kanada, Amerika Latin.

NASIONAL | 12 April 2021

Nadiem Makarim Luncurkan Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka

Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka ditujukan kepada mahasiswa semester 3-8 yang ingin melakukan pertukaran studi ke perguruan tinggi negeri.

NASIONAL | 12 April 2021

Ini Alasan Pemerintah Tidak Libatkan KPK dalam Satgas BLBI

Menko Polhukam mengatakan KPK tidak diajak ke Satgas Hak Tagih Dana Negara BLBI karena KPK lembaga penegak hukum pidana.

NASIONAL | 12 April 2021

Pengungkapan Aktor Intelektual Teror terhadap Novel Baswedan Bisa Jadi Bukti Kesungguhan Negara

Hingga kini polisi tidak mampu menyentuh aktor intelektual dari peristiwa teror terhadap Novel Baswedan.

NASIONAL | 12 April 2021

Ratusan Pekerja Migran Indonesia Dideportasi dari Malaysia

PMI yang dideportasi oleh Pemerintah Malaysia karena berbagai kasus seperti narkoba dan pelanggaran keimigrasian atau tidak memiliki paspor.

NASIONAL | 12 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS