M Qodari: Wacana Reshuffle, Abdul Mu’ti Layak Dipertimbangkan
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 473 (4)   |   COMPOSITE 5928 (47)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1400 (9)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 165 (0)   |   IDX30 468 (4)   |   IDX80 126 (1)   |   IDXBASIC 1227 (14)   |   IDXBUMN20 356 (2)   |   IDXCYCLIC 731 (3)   |   IDXENERGY 739 (8)   |   IDXESGL 128 (1)   |   IDXFINANCE 1321 (7)   |   IDXG30 132 (2)   |   IDXHEALTH 1286 (3)   |   IDXHIDIV20 414 (2)   |   IDXINDUST 951 (5)   |   IDXINFRA 866 (3)   |   IDXMESBUMN 101 (0)   |   IDXNONCYC 729 (12)   |   IDXPROPERT 870 (4)   |   IDXQ30 134 (0)   |   IDXSMC-COM 279 (2)   |   IDXSMC-LIQ 330 (4)   |   IDXTECHNO 3335 (-5)   |   IDXTRANS 1037 (14)   |   IDXV30 125 (1)   |   INFOBANK15 950 (3)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 403 (3)   |   ISSI 174 (1)   |   JII 570 (7)   |   JII70 202 (2)   |   KOMPAS100 1121 (10)   |   LQ45 880 (8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1578 (13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 299 (2)   |   PEFINDO25 291 (6)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 291 (3)   |   SRI-KEHATI 338 (2)   |   TRADE 872 (0)   |  

M Qodari: Wacana Reshuffle, Abdul Mu’ti Layak Dipertimbangkan

Selasa, 13 April 2021 | 10:10 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Sidang Paripurna DPR RI ke-16 menyetujui penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), sehingga menjadi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menilai penggabungan dua institusi itu wajar karena masih satu rumpun demi mengoptimalkan kinerja Kementerian di masa mendatang.

“Saya melihatnya wajar saja dan buat saya pribadi melihat baiknya dua Kementerian ini digabungkan karena Mendikbud itu mengurusi Pendidikan Dasar dan Menengah kemudian Ristek Dikti itu mengurus Pendidikan Tinggi. Kita tahu Pendidikan itu kan sebetulnya tidak terputus tapi merupakan suatu kesatuan di mana Pendidikan Menengah itu selanjutnya Pendidikan Tinggi,” ujar Qodari melalui keterangan tertulis, Selasa (13/4/2021).

Mengenai siapa yang bakal memimpin kementerian hasil peleburan itu, Qodari berpendapat Sekjen Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Abdul Mu’ti layak dipertimbangkan menjadi salah satu kandidat. Hal itu bisa dilakukan jika Presiden Joko Widodo merencanakan untuk merombak (reshuffle) kabinet.

“Waktu itu kan diproyeksikan menjadi calon Wakil Menteri Pendidikan tetapi kan batal konon kabarnya karena Muhammadiyah kurang berkenan, sebab dari NU Yaqut Cholil Qoumas menjadi Menteri Agama,” bebernya.

Qodari menambahkan, postur Kementerian menjadi proporsional, di mana secara tradisi Menteri Pendidikan berasal dari latar belakang Muhammadiyah, sedangkan Kementerian Agama menjadi wilayahnya Nahdlatul Ulama (NU).

“Supaya imbang dan proporsional ada kemungkinan Prof. Abdul Mu'ti ini akan menjadi menjadi Menteri Pendidikan yang baru karena memang secara tradisi yang namanya Menteri Pendidikan itu biasanya punya latar belakang Muhammadiyah, sementara untuk Nahdlatul Ulama jatahnya dari Menteri Agama, jadi klop kayaknya,” sambungnya.

Qodari memprediksi Muhammadiyah akan mendukung bila Prof. Abdul Mu'ti diangkat jadi Menteri, bukan wakil menteri sebagaimana tawaran pada reshuffle kabinet pada Januari 2021 kemarin. “Rasanya PP Muhammadiyah pasti dukung kalau Prof. Abdul Mu'ti jadi Mendikbudristek,” beber Qodari.

Selain itu, kata Qodari sosok Prof. Abdul Mu’ti merupakan sosok yang memiliki alam pemikiran moderat dan toleran. Hal itu relevan di tengah suburnya paham radikal, jadi sudah saatnya institusi pendidikan Indonesia menjadi pintu penyemaian pemikiran toleran melawan radikalisme.

“Pendidikan jadi pintu menuju penyemaian pemikiran radikal versus toleran. Kebetulan topik pidato Guru Besar Prof. Abdul Mu'ti. Cocok. Buku-buku yang ditulis Prof. Abdul Mu'ti menggambarkan pemikiran Islam nya yang moderat dan toleran.” Ungkapnya.

Lanjut Qodari, sudah saatnya Kementerian Pendidikan dikembalikan kepada Muhammadiyah yang sudah berpengalaman mengelola sekitar kurang lebih 162 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, sementara tingkat Sekolah Dasar (SD), SMP dan SMA lebih banyak lagi sebagaimana data bulan Agustus 2020.

“Itu cocok untuk Muhamadiyah karena Muhammadiyah itu punya Pendidikan Dasar dan Menengah, punya Pendidikan Tinggi, jadi punya skill soal Pendidikan Tinggi,” pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ramadan Menghindari Kerusakan

Salat tarawih di rumah bersama keluarga tak mengurangi pahala, keutamaan, hikmah dan makna ibadah puasa Ramadan kita.

NASIONAL | 13 April 2021

Gunung Merapi Meluncurkan Awan Panas Guguran hingga 1,8 Km pada Selasa Pagi

Hingga saat ini, BPPTKG masih mempertahankan status aktivitas Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

NASIONAL | 13 April 2021

Waspadai Banjir Dua Hari ke Depan di Sulut dan Maluku Utara

Guswanto mengatakan bibit siklon itu berpotensi memberikan dampak terhadap wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara berupa banjang dalam dua hari ke depan.

NASIONAL | 13 April 2021

Larang Mudik, Kemko PMK: Setiap Libur Panjang Kasus Covid 19 Selalu Naik

Kemko bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) membeberkan alasan diberlakukannya larangan mudik lebaran pada 6 – 17 Mei 2021.

NASIONAL | 13 April 2021

Kasus Fintech, PN Jakpus Tolak Gugatan PT Ayers terhadap PT Dana Agung Nusantara

Pengadilan Niaga tolak gugatan PT Ayers Asset Management terhadap PT Dana Agung Nusantara.

NASIONAL | 13 April 2021

KPK Buka Peluang Kembali Jerat Sjamsul dan Itjih Nursalim di Kasus BLBI

KPK membuka peluang untuk menjerat Sjamsul dan Itjih atau pihak lain terkait BLBI jika ditemukan bukti permulaan yang cukup.

NASIONAL | 13 April 2021

Bantuan Tak Merata, Korban Gempa Minta Jokowi Datang ke Malang

Warga Dusun Krajan, Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang menjadi korban gempa bumi mengeluhkan bantuan yang tidak merata.

NASIONAL | 12 April 2021

Menteri Tjahjo Ajak Pemprov Sulut Bersinergi Sukseskan Reformasi Birokrasi

Tjahjo Kumolo berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dapat bersinergi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

NASIONAL | 12 April 2021

Korban Bencana NTT Butuh Obat-obatan dan Layanan Psikososial

Wagub NTT Josef Nae Soi mengakui penyaluran bantuan bencana untuk para korban masih banyak salah sasaran di beberapa tempat.

NASIONAL | 12 April 2021

Ini Keuntungan Mahasiswa, Dosen, Perguruan Tinggi dalam Program Pertukaran Mahasiswa

Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka bukan hanya melibatkan mahasiswa, tetapi juga perguruan tinggi dan dosen.

NASIONAL | 12 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS