Pimpinan TNI dan Polri Diminta Menindak Anggotanya yang Ikut Terlibat dalam Masalah Tanah YPKC
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-4)   |   COMPOSITE 5975 (-54)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-17)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (-0)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-16)   |   IDXHIDIV20 416 (-2)   |   IDXINDUST 956 (-20)   |   IDXINFRA 871 (-2)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-4)   |   IDXPROPERT 877 (-10)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-2)   |   IDXTECHNO 3348 (-19)   |   IDXTRANS 1056 (-5)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-10)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-5)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-2)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pimpinan TNI dan Polri Diminta Menindak Anggotanya yang Ikut Terlibat dalam Masalah Tanah YPKC

Selasa, 13 April 2021 | 22:33 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Depok, Beritasatu.com - Kuasa Hukum Yayasan Pendidikan Kesehatan Carolus (YPKC), Dwi Rudatiyani menegaskan,
tanah seluas ± 19.185 M2, yang terletak di Jalan Tole Iskandar RT 003 / RW 15, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, merupakan milik YPKC. Oleh karena itu, siapa pun atau lembaga apa pun yang berusaha menyerobot lahan tersebut akan YPKC lawan.

“Kami lawan dengan cara-cara sesuai prosedur hukum. Dan kami memiliki lahan tersebut dengan dasar hukum atau legal standing yang jelas,” kata Dwi Rudatiyani, dalam acara konferensi pers di Depok, Selasa (13/4/2021).

Dwi Rudatiyani, yang dipanggil Ani merupakan Kuasa Hukum Yayasan Pendidikan Kesehatan Carolus (YPKC) yang beralamat di Wisma Kodel Lantai 10, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B-4, Kuningan, Jakarta Selatan 12910.

Ani mengatakan, pada hari Selasa (6/4/2021), pihak YPKC melalui puluhan orang yang sebagian besar advokat (Lawyer) yang tergabung kuasa hukum dari pihak YPKC memasuki, menguasai dan menempati tanahnya seluas ± 19.185 M2, yang terletak di Jalan Tole Iskandar tersebut.

Namun, pasca pihak YPKC kembali menguasai lahan tersebut pada Selasa pekan lalu itu, yang terjadi adalah,
Pertama, diberitakan dua media online mengutip pernyataan Hasannudin yang mengaku berhak atas lahan tersebut menyatakan bahwa puluhan orang dari YPKC yang memasuki lahan itu gerombolan preman. “Kami memasuki baik-baik kok dan itu lahan milik kami. Kami bukan preman. Sebagian dari kami lawyer atau advokat,” kata Ani.

Kedua, pada Jumat, 9 April 2021 sore hari, dua oknum aparat yakni Bripda SFK (Oknum Polisi dari Polda Metro) dan Serda S (oknum TNI AD) memaksa masuk ke tanah YPKC melalui gerbang tanah tersebut di mana Bripda SFK merusak dengan cara merobek plastik penutup plang klaim kepemilikan ahli waris Bolot Bin Jisan, yang mana telah ditutup oleh pihak YPKC selaku Pemilik Sah atas tanah tersebut.

Atas tindakan kedua oknum aparat ini, pihak YPKC telah melaporkan Bripda SFK ke Divisi Propam Polri, Senin (12/4/2021) dan akan melaporkan Serda S (oknum TNI AD) ke Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat). “Kita berharap pimpinan di dua lembaga itu, mengambil tindakan tegas untuk kedua oknum tersebut,” kata dia.

Ketiga, keterlibatan oknum TNI AL, Mayor Laut US dari awal dalam kasus ini. Ketika pihak YPKC memasuki lahan tersebut, Selasa (6/4/2021), Mayor Laut US juga memberikan arahan melalui telepon kepada Hasannudin dan Pak Gesang Sumarno bersama Istrinya, Sri Suhyati agar tidak boleh meninggalkan rumah kecil di dalam lokasi.

“Mayor Laut US kan harus tahu bahwa kami memasuki lahan itu adalah hak kami. Dia seharusnya tidak memberikan arahan yang melanggar Hukum,” kata Ani.

Menurut Ani, dari kejadian-kejadian selama ini, dapat disimpulkan pihak yang ingin menyerobot lahan YPKC di Depok itu, berusaha menarik oknum aparat dari instansi-instansi tertentu, dengan tujuan untuk menakuti-nakuti pihak YPKC.

“Oleh karena itu, saat ini saya kembali tegaskan, ini negara hukum, dan kami dari pihak YPKC tidak takut menghadapi siapa dan lembaga apa pun dalam mempertahankan tanah tersebut. Kami pasti terus melawan berdasarkan hukum yang berlaku,” kata Ani.

Rumah itu milik YPKC sejak awal, namun mereka tempati beberapa tahun. “Pak Gesang dan Bu Sri Suhyati mendiami rumah itu atas suruhan Mayor Laut US. Dan kami sudah melaporkan Mayor Laut US ke Danpuspomal Kita berharap yang bersangkutan diberi teguran dan sanksi sesuai ketentuan di TNI,” kata Ani.

Ani menegaskan, YPKC sejak awal tidak menelantarkan lahan/tanah tersebut. Sebab, pada tahun 1997 pihak YPKC memagari keliling lahan tersebut dengan tembok dan besi.

Selain itu, sampai saat ini YPKC membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) atas lahan tersebut. “Jadi ini lahan YPKC sendiri ya. Yang mengaku-ngaku itu saja yang justru menduduki dengan melanggar Ketentuan Hukum,” kata dia.

Ani menegaskan, legal standing kepemilikan atas tanah a quo terdiri atas empat sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB), yakni:

Pertama, Nomor: 450, seluas 18.285 M2 tanggal 12 Juli 1996. Kedua, Nomor: 01120, seluas 300 M2 tanggal 29 September 2006. Ketiga, Nomor: 01121, seluas 300 M2 (tiga ratus meter persegi), tanggal 29 September 2006. Keempat, Nomor: 01122, seluas 300 M2 tanggal 29 September 2006.

Ani menegaskan, kliennya memiliki tanah a quo juga diperkuat putusan pengadilan (hakim) yang sudah berkekuatan hukum tetap (Inkracht).

Putusan Pengadilan yang dimaksud, kata dia, pertama, Putusan Pengadilan Negeri Bogor Nomor: 168/PDT/G/1996/PN. BGR, tanggal 31 Maret 1997 antara Yayasan Pendidikan Kesehatan Carolus (YPKC), selaku Penggugat, melawan M. Hasannudin Bin Mi’in, selaku Tergugat I; Mulyadi Bin Simin, selaku Tergugat II.

Dimana amar putusanya menegaskan bahwa kliennya adalah satu-satunya Pemegang Hak Guna Bangunan atas Tanah terperkara Sertifikat Nomor 450 tanggal 12 Juli 1996, seluas 18.285 M2, yang terletak di Jalan Tole Iskandar, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat.

Dalam putusan a quo juga ditegaskan, memerintahkan Para Tergugat atau siapa saja yang memperoleh Hak dari Para Tergugat untuk tunduk dan patuh serta mentaati Putusan a quo.

Kedua, putusan Peninjauan Kembali (PK) oleh Mahkamah Agung RI yang dikeluarkan Pengadilan Negeri Bogor No. 670/PK/Pdt/2016, tanggal, 21 Desember 2016. Dimana Amar Putusannya menyatakan, Permohonan PK dari Para Pemohon PK ditolak. Dengan demikian tanah a quo adalah milik YPKC.

Ketiga, Putusan Kasasi Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung, Perkara No. 547 K/TUN/2016, tanggal 24 Januari 2017. Di mana Amar Putusannya menyatakan, Permohonan Kasasi dari Para Pemohon ditolak. “Jadi berdasarkan Fakta-Fakta Hukum itu, maka tanah tersebut adalah milik YPKC,” kata dia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Selasa Malam, Gempa Kembali Guncang Kabupaten Malang

Gempa bumi kembali mengguncang wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, dengan kekuatan magnitudo 3,8 pada Selasa malam.

NASIONAL | 13 April 2021

Polres Metro Tangerang Gulung Mafia Tanah yang Beroperasi di Pinang Tangerang

Polda Metro Jaya bersama Polres Tangerang Kota gulung mafia tanah di Tangerang.

NASIONAL | 13 April 2021

Madiun Siapkan Lokasi Karantina untuk Warga yang Nekat Mudik

Pemkot Madiun telah menyiapkan tiga lokasi karantina bagi warganya yang nekat mudik.

NASIONAL | 13 April 2021

PLN Berhasil Pulihkan 92% Kelistrikan di Pulau Adonara NTT

PLN berhasil memulihkan 92% kelistrikan di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur.

NASIONAL | 13 April 2021

Mangkir dari Pemeriksaan, Anak Buah Samin Tan Diultimatum KPK

Ultimatum ini disampaikan lantaran Nenie Afwani yang merupakan anak buah bos PT BORN, Samin Tan dan Andreay Hasudungan mangkir dari pemeriksaan.

NASIONAL | 13 April 2021

Kaum Muda Adalah Aktor Penting

Aksi terorisme dan radikalisme yang terjadi di Indonesia maupun di berbagai penjuru dunia menyadarkan kita tentang masih rapuhnya perdamaian dan toleransi.

NASIONAL | 13 April 2021

Jaksa Hadirkan 5 Saksi dalam Kasus Penganiayaan yang Dilakukan Bahar Smith

Pada saat persidangan sempat terjadi perdebatan antara saksi yang menyampaikan kesaksiannya di hadapan hakim dengan Bahar.

NASIONAL | 13 April 2021

BI: Restrukturisasi Kredit di NTT Capai Rp 4,7 T

BI NTT mencatat restrukturisasi kredit sebagai dampak pandemi Covid-19 telah mencapai senilai Rp 4,7 triliun kepada 59.574 debitur.

NASIONAL | 13 April 2021

Listrik Belum Menyala, PLN Kirim 30 Genset ke Pulau Timor

PLN mendistribusikan sekitar 30 unit genset untuk membantu kebutuhan listrik di lima kabupaten Pulau Timor yang terdampak dari Siklon Seroja.

NASIONAL | 13 April 2021

Masyarakat Harus Berperan Aktif dalam Pencegahan Radikalisme

Para generasi milenial harus ikut mencegah masuknya radikalisme pada diri mereka.

NASIONAL | 13 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS