Kementerian PPPA Akan Deradikalisasi 101 Anak yang Orang Tuanya Terlibat Terorisme
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-4)   |   COMPOSITE 5975 (-54)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-17)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (-0)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-16)   |   IDXHIDIV20 416 (-2)   |   IDXINDUST 956 (-20)   |   IDXINFRA 871 (-2)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-4)   |   IDXPROPERT 877 (-10)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-2)   |   IDXTECHNO 3348 (-19)   |   IDXTRANS 1056 (-5)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-10)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-5)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-2)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kementerian PPPA Akan Deradikalisasi 101 Anak yang Orang Tuanya Terlibat Terorisme

Sabtu, 17 April 2021 | 07:55 WIB
Oleh : FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) siap membantu Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri untuk deradikalisasi 101 anak yang orang tuanya terkait dengan kasus teror bom bunuh diri di Katedral Hati Yesus Yang Maha Kudus Makassar, Sulawesi Selatan.

Kementerian PPPA mengemukakan stigma masyarakat terhadap anak dari orang tua pelaku terorisme sebagai anak yang harus dihukum menjadi salah satu kendala pemerintah dalam upaya memulihkan mereka dari paparan radikalisme.

"Masyarakat masih melihat anak-anak ini adalah pelaku yang harus dibinasakan, bukan dibina karena (masyarakat menganggap) mereka calon teroris," kata Asisten Deputi Perlindungan Anak Kondisi Khusus Kemen PPPA Elvi Hendrani dalam acara bincang-bincang mengenai anak korban jaringan terorisme di Jakarta, Jumat (16/4/2021).

Padahal, kata dia, anak-anak tersebut korban dari pola asuh orang tua yang salah.

Selain itu, katanya, masyarakat juga cenderung enggan menerima kembali anak-anak ini di kampung atau desa mereka.

"Stigma karena pelabelan dari orang tuanya. Anak jadi tidak diterima lagi oleh keluarganya, kampungnya," tutur dia.

Untuk itu, katanya, pemerintah kemudian mengganti identitas sejumlah anak korban jaringan terorisme agar mereka bisa hidup normal di masyarakat setelah dibina melalui program deradikalisasi.

Belum diketahui jadwal ratusan anak ini akan diterbangkan ke Jakarta. Rencananya, 101 anak ini akan dibawa dari Makassar ke Jakarta guna menjalani program deradikalisasi.

Upaya deradikalisasi dan memulihkan psikis anak-anak ini, juga akan melibatkan sejumlah kementerian atau lembaga, yakni Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Handayani di bawah Kementerian Sosial.

Elvi menyebut anak-anak yang terpapar radikalisme ini rentang usianya satu hingga 14 tahun. Mereka adalah anak-anak dari para orang tua yang menjadi pelaku dan terduga pelaku yang terlibat teror bom bunuh diri di Katedral Makassar beberapa waktu lalu.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Korban Gempa Malang Berharap Bantuan Pembangunan Rumah Melalui Program Padat Karya

Yang dibutuhkan warga saat ini adalah mendapatkan pekerjaan, dan berharap pemerintah bisa membantu memberikan pekerjaan melalui program padat karya.

NASIONAL | 17 April 2021

Imam Masjid Istiqlal: Mencegah Bahaya Jauh Lebih Besar daripada Mengejar Manfaat

Masjid Istiqlal perlu tampil menjadi contoh masjid-masjid di Indonesia dalam hal menjaga protokol kesehatan dan membatasi kapasitas jamaah.

NASIONAL | 17 April 2021

Anggota DPR Kutuk Penganiaya Perawat RS Siloam Palembang

Anggota Komisi IX, Saleh Partaonan Daulay menyebutkan, tindakan penganiayaan Christina Ramauli Simatupang jauh dari norma dan adat istiadat.

NASIONAL | 17 April 2021

Penganiaya Perawat RS Siloam Terancam Hukuman Maksimal 2 Tahun 8 Bulan

Pasal yang dikenakan pada kejadian penganiayaan terhadap perawat tersebut adalah UU No 1/1946 KUHP Pasal 351 Ayat 1.

NASIONAL | 17 April 2021

Pelaku Penganiayaan Perawat RS Siloam Palembang Dilaporkan ke Polisi

Pelaku penganiayaan perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang dilaporkan ke polisi, Kamis (16/4/2020).

NASIONAL | 17 April 2021

Reformasi Birokrasi, ASN Diberi Ruang Berkarier di Seluruh Daerah

Akmal Malik memastikan proses reformasi birokrasi di tingkat pemda tak hanya fokus pada perampingan eselonisasi.

NASIONAL | 16 April 2021

PA GMNI Dukung Usulan Merevisi PP 57/2021

PA GMNI mendukung usulan untuk merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan.

NASIONAL | 16 April 2021

BMKG: Waspadai Cuaca Akhir Pekan Ini

BMKG memberikan peringatan dini terkait cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi yang diperkirakan terjadi di 24 wilayah di Tanah Air pada akhir pekan.

NASIONAL | 16 April 2021

Institut Sarinah: Pancasila Harus Jadi Landasan Hukum dalam Revisi PP 57/2021

Institut Sarinah mengusulkan agar Pancasila dimasukkan ke dalam landasan hukum revisi PP 57/2021.

NASIONAL | 16 April 2021

Perawat RS Siloam Dianiaya Keluarga Pasien, DPR: Harus Diusut Tuntas

Rahmad Handoyo menyesalkan peristiwa penganiayaan terhadap perawat Rumah Sakit (RS) Siloam Sriwijaya, Palembang.

NASIONAL | 16 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS