Daniel Dhakidae Letakkan Fondasi bagi Kaum Intelektual Muda
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Daniel Dhakidae Letakkan Fondasi bagi Kaum Intelektual Muda

Sabtu, 17 April 2021 | 22:25 WIB
Oleh : Fana F Suparman / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Jejak pemikiran dan intelektualitas mantan pengasuh majalah akademik Prisma terbitan Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Daniel Dhakidae yang meninggal dunia pada usia 75 tahun, pada Selasa (6/4/2021) memiliki ruang tersendiri bagi kaum cendekiawan bangsa Indonesia.

Berbagai pemikiran yang dituangkan Daniel dalam tulisan untuk Majalah Prisma hingga sejumlah buku seperti “Cendekiawan dan Kekuasaan Dalam Negara Orde Baru” (2003), dan “Menerjang Badai Kekuasaan” (2015) serta buku yang disuntingnya bersama Vedi Renandi Hadiz “Social Science and Power in Indonesia” (2005), masih relevan untuk menjadi rujukan dalam memahami kondisi bangsa saat ini.

Daniel yang juga mantan Kepala Litbang Kompas dinilai telah meletakkan fondasi bagi para kaum intelektual muda Indonesia, terutama bidang sosial dan media massa di masa kini dan masa mendatang.

Jurnalis Agustinus Tetiro menyebut tema besar pemikiran Daniel berpusat pada kekuasaan. Tak hanya itu, menurut Agustinus, sebuah “pelanggaran” jika seorang cendekiawan yang menggeluti persoalan kekuasaan di Indonesia tanpa membaca karya Daniel.

“Karya-karya Daniel membantu banyak orang untuk dengan serius memikirkan dan mengambil tindakan di depan kekuasaan,” ungkap Gusti, sapaan Agustinus Tetiro dalam diskusi “Relevansi Pemikiran Daniel Dhakidae untuk Intelektual Muda” yang digelar Ide Sejuk secara daring, Sabtu (17/4/2021).

Peneliti Politik Kekerasan dan Militer di Asia Pasifik, Hipolitus Wangge mengatakan intelektualitas Daniel semakin terasah saat menempuh pendidikan di Cornell University. Dengan supervisi salah satunya Indonesianis ternama Benedict Anderson, Daniel merampungkan disertasinya yang berjudul “The State, the Rise of Capital, and the Fall of Political Journalism: Political Economy of Indonesian News Industry”. Disertasi tersebut mendapat penghargaan The Lauriston Sharp Prize dari Southeast Asian Program Cornell University, karena dinilai telah memberikan sumbangan luar biasa bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

“Bagi saya itu yang mempengaruhi karya intelektual Daniel sampai dia meninggal,” kata Hipo, sapaan Hipolitus Wangge.

Disertasi tersebut membantu para peneliti seperti Hipo walau bukan praktisi media untuk memahami kronologis sejarah media di Indonesia dari media sebagai alat pergerakan, menjadi industri besar yang mempengaruhi negara hingga negara dan pemilik modal mempengaruhi kerja wartawan.

“Masih relevan, terlepas dari adanya kajian-kajian terbaru, sebagai salah satu karya-karya awal untuk media di Indonesia, disertasi pak Daniel ini sangat membantu,” katanya.

Hipo menambahkan, Daniel meletakkan definisi cendekiawan atau intelektual sebagai definisi kerja. Sebagai definisi kerja, Daniel, kata Hipo melihat intelektual bukan sebagai entitas tunggal yang terlepas dari berbagai persoalan di lingkungannya. Sebaliknya, intelektual dibangun dari relasi dengan berbagai medan yang ada di sekelilingnya, seperti modal dan kekuasaan.

Hipo menekankan, tiga karya buku yang ditulis Daniel meletakkan standar intelektual sepatutnya bekerja. Untuk itu, kata Hipo, pertanyaan selanjutnya bukanlah siapa yang yang akan menggantikan Daniel sebagai cendekiawan atau siapa yang akan mewarisi tradisi intelektual Daniel. Namun, yang terpenting bagaimana karya-karya Daniel menginsipirasi orang untuk bekerja di bidang masing-masing.

“Dari tiga karya ini bagi saya Daniel meletakkan gold standard. Artinya dia meletakkan sesuatu yang cukup kuat bukan hanya sebagai fondasi tetapi alat ukur buat siapapun yang punya panggilan yang sama. Bagi saya intelektual itu bukan hanya soal keutamaan itu sebagai panggilannya dan sebagai panggilan dia harus punya perananan. Daniel cukup sungguh-sungguh bukan hanya menjadikan itu sebagai panggilannya, tapi dia memainkan peranannya dan dia sungguh-sungguh memainkan peranannya,” ujarnya.

Max Biae Dae sebagai penulis “Eksegese Orang Jalanan” yang juga kerabat Daniel, bercerita mengenai masa kecil Daniel di Kampung Toto Wolowae, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Max menyatakan Daniel mendapat asupan makanan bergizi sejak kecil berupa telur dan daging ayam, mengingat sang ibu memelihara hewan unggas tersebut. Selain itu, Max menuturkan, secara genetik, Daniel memiliki bakat kepemimpinan dari kakeknya baik dari pihak ibu maupun ayah yang merupakan pemuka masyarakat di Nagekeo.

“Daniel besar dalam kepemimpinan dua orang ini (kedua kakeknya). Ini proses yang terbentuk sampai dia menjadi orang intelektual seperti yang kita kenal sekarang ini,” kata Max.

Selain faktor genetik, kata Max, kepemimpinan Daniel terbentuk dari berbagai pengalaman yang dilaluinya. Tak hanya memiliki bakat kepemimpinan, Max menuturkan, Daniel mengasah bakat bermain musik berkat sang paman yang berbakat dalam memainkan alat musik biola. Sementara untuk bakat bahasa, Max menuturkan kampung halaman Daniel berada di perbatasan antara Ende dan Nagekeo membentuk bakatnya tersebut. Apalagi, kampung halaman mereka dekat dengan pelabuhan.

“Ini menjadi pintu masuk yang bagus ketika belajar bahasa Latin, Jerman dan Inggris. Artinya struktur secara genetik sudah terbentuk sedari kecil,” ucap Max.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Bantuan Logistik Pengungsi Gunung Semeru Dikirim Malam Ini

Tim membawa bantuan untuk pengungsi erupsi Gunung Semeru melalui jalur darat. Bantuan yang dibawa berupa logistik dasar, seperti tenda dan makanan siap saji.

NASIONAL | 4 Desember 2021

Tim ERT PPA Bantu Penanganan Bencana Gunung Semeru

ERT PT Putra Perkasa Abadi menuju Gunung Semeru guna membantu penanganan bencana di lokasi terdampak erupsi.

NASIONAL | 4 Desember 2021

Polri Sosialisasikan Aturan Pengangkatan Eks Pegawai KPK

Polri segera menyosialisasikan aturan pengangkatan 57 eks pegawai KPK

NASIONAL | 4 Desember 2021

Erupsi Gunung Semeru, Bandara Terdekat Masih Beroperasi

Operasional penerbangan di Bandar Udara Abdulrachman Saleh di Malang dan Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya tetap beroperasi normal.

NASIONAL | 4 Desember 2021

Ma'ruf Amin Minta Tata Kelola Zakat Ditingkatkan

Ma’ruf Amin meminta agar tata kelola zakat di Indonesia lebih ditingkatkan. Hal tersebut dinilai penting untuk mempercepat pengembangan ekonomi syariah.

NASIONAL | 4 Desember 2021

Sandiaga: Doa Terbaik untuk Seluruh Warga di Kaki Semeru

Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno menyampaikan keprihatinannya menyusul terjadinya erupsi Gunung Semeru, di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur

NASIONAL | 4 Desember 2021

Satgas Nemangkawi Tangkap 2 Buronan Penjual Amunisi

Satgas Nemangkawi dan Polres Nabire meringkus dua orang buronan berinisial AU dan DW, yang berperan menjual amunisi kepada KKB.

NASIONAL | 4 Desember 2021

Jembatan Malang-Lumajang Putus Diterjang Lahar Dingin Semeru

Jembatan Gladak Perak, penghubung jalan nasional antara Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, putus diterjang lahar dingin Gunung Semeru

NASIONAL | 4 Desember 2021

Terekam sejak 1818, Ini Catatan Erupsi Gunung Semeru

Catatan letusan yang terekam pada 1818 hingga 1913 tidak banyak informasi yang terdokumentasikan.

NASIONAL | 4 Desember 2021

Wapres Minta ICMI Bantu Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045

Wapres Ma’ruf Amin mengajak ICMI dapat membantu mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

NASIONAL | 4 Desember 2021


TAG POPULER

# Lili Pintauli Siregar


# Insentif PPN


# Kekayaan Nurul Ghufron


# Greysia/Apriyani


# Jokowi



TERKINI
Kemenkes: Sesuai Peta Jalan, Vaksin Sinovac Jadi Dosis Kedua

Kemenkes: Sesuai Peta Jalan, Vaksin Sinovac Jadi Dosis Kedua

KESEHATAN | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings