Mendikbud Usulkan Pancasila dan Kewarganegaraan Jadi 2 Mata Pelajaran Terpisah
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Mendikbud Usulkan Pancasila dan Kewarganegaraan Jadi 2 Mata Pelajaran Terpisah

Minggu, 18 April 2021 | 17:13 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / LES

Jakarta, Beritasatu.com –Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (mendikbud) Nadiem Anwar Makarim telah mengajukan usulan revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57/2021 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Usulan revisi Mendikbud ternyata tidak hanya mengeksplisitkan pendidikan Pancasila, tapi juga mengusulkan pemisahan antara pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah.

Usulan revisi PP 57/2021 disampaikan Mendikbud lewat surat kepada presiden tanggal 16 April 2021. Dalam surat yang diperoleh Beritasatu.com itu tertulis perihal “Izin Prakarsa Penyusunan PP tentang Perubahan atas PP 57/2021” dan ditandatangani oleh Nadiem.

Plt Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membenarkan surat tersebut adalah usulan Mendikbud untuk revisi PP 57/2021.

“Setahu saya benar,” kata Hendarman saat dikonfirmasi Beritasatu.com, Minggu (18/4/2021).

Surat bernomor 25059/MPK.A/HK.01.01/2021 ditujukan kepada presiden dan ditembuskan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Menteri Sekretaris Negara.

Dalam draf revisi PP 57/2021 tersebut, pasal 1 angka (2) disebutkan kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat antara lain poin (b) Pancasila dan poin (c) Pendidikan Kewarganegaraan.

Kurikulum pendidikan dasar dan menengah saat ini menggabungkan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang disingkat menjadi PPKn. Itu artinya, mendikbud dalam revisi PP 57/2021 mengusulkan pemisahan keduanya menjadi dua mata pelajaran tersendiri.

Untuk tingkat pendidikan tinggi, disebutkan pada pasal 1 angka (2) bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat mata kuliah yaitu poin (b) Pancasila dan poin (c) Kewarganegaraan. Usulan revisi ini sesuai dengan desakan masyarakat karena selama ini pendidikan tinggi memang memisahkan kedua mata kuliah tersebut, namun PP 57/2021 hanya menyebut Pendidikan Kewarganegaraan.

Sebelumnya, Mendikbud Nadiem menegaskan PP 57/2021 yang baru saja dikeluarkan, tidak bermaksud menghilangkan muatan Pancasila dan Bahasa Indonesia. Nadiem mengakui adanya kesalahan persepsi (mispersepsi) sehingga dirinya akan mengajukan revisi atas PP tersebut.

“Kami di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan segera mengajukan revisi dari PP SNP ini terkait substansi kurikulum wajib agar tidak ada mispersepsi lagi,” ujar Nadiem dalam pernyataannya secara virtual, Jumat (16/4/2021).

Nadiem mengatakan, tidak ada maksud sama sekali untuk mengubah muatan maupun mata kuliah wajib di perguruan tinggi. Menurutnya, PP tersebut merujuk kepada Undang-undang (UU) Nomor 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menjelaskan dan mengulang substansi kurikulum wajib dan muatan kurikulum wajib.

“Saya mengucapkan terima kasih atas atensi masyarakat dan memohon restu agar proses harmonisasi beserta kementerian lain terkait revisi PP Nomor 57 ini bisa berjalan dengan lancar,” kata Mendikbud.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Polri Janji Kejar Penghina Agama

Dalam video viral di akun Youtube-nya, Joseph Zhang mengakui dirinya sebagai nabi ke-26 setelah Nabi Muhammad.

NASIONAL | 18 April 2021

Satgas: 23 Orang Mantan TKI Asal Malaysia Positif Covid-19

Para TKI diketahui terinfeksi Covid-19 setelah dilakukan tes usap, diperiksa dengan metode PCR.

NASIONAL | 18 April 2021

75 Rumah Warga OKU Rusak Berat Diterjang Puting Beliung

Puting beliung tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian materi yang dialami masyarakat diprediksi mencapai sekitar Rp 800 juta.

NASIONAL | 18 April 2021

Balapan Liar Meresahkan Warga di Aceh Utara, Polisi Gelar Razia

Balapan liar yang mayoritas melibatkan para remaja itu telah mengganggu pengguna jalan dan membuat resah masyarakat yang tengah melaksanakan ibadah puasa.

NASIONAL | 18 April 2021

BKB Pertahankan Penutup Stupa Candi Borobudur

BKB untuk sementara tetap mempertahankan terpal (terpaulin) penutup stupa Candi Borobudur untuk melindungi dari ancaman erupsi Gunung Merapi.

NASIONAL | 18 April 2021

Pemkab Malang Kucurkan Dana Bedah Rumah untuk Korban Gempa

Penggunaan dana anggaran bedah rumah tersebut akan digunakan untuk membangun 1.200 rumah korban terdampak gempa.

NASIONAL | 18 April 2021

SiCepat Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir NTT

SiCepat Ekspres menyalurkan bantuan Untuk membantu meringankan beban para korban terdampak bencana banjir NTT.

NASIONAL | 18 April 2021

LSI: 25,4% PNS Anggap Korupsi di Indonesia Menurun

Secara umum, persepsi PNS terkait korupsi cenderung positif.

NASIONAL | 18 April 2021

Coba Kabur, Kapal Ikan Ilegal Malaysia Ditangkap KKP

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyergap dan meringkus satu kapal ikan asing ilegal berbendera Malaysia di Selat Malaka.

NASIONAL | 18 April 2021

Kontroversi PP 57/2021, PAN: Jangan Main-main untuk Soal Pancasila

Zainuddin Maliki mendesak agar jajaran pemerintahan tidak main-main dalam pengambilan keputusan yang menyangkut Pancasila.

NASIONAL | 18 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS