Polisi Sidik Kasus Perampasan Tanah Milik Guru Besar IPB di Sulut
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Mafia Tanah

Polisi Sidik Kasus Perampasan Tanah Milik Guru Besar IPB di Sulut

Senin, 19 April 2021 | 14:39 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Ing Mokoginta, mengapresiasi kinerja Polda Sulawesi Utara (Sulut) yang mulai menyidik kasus perampasan tanah milik keluarganya di Gogagoman, Kotamobagu, setelah dilaporkan empat tahun silam.

"Saya, atas nama keluarga, ingin menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Sulut, Irjen Nana Sudjana, yang sudah membantu kami dalam penyelesaian perkara perampasan hak tanah. Setelah melalui lima kapolda dan sudah empat tahun dilaporkan, baru saat ini, perkara kami dinaikkan ke tahap penyidikan," ujar Mokoginta dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (19/4/2021).

Menurutnya, peningkatan status laporan perampasan tanah ke tahap penyidikan tak lepas dari perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kapolri telah memerintahkan jajarannya untuk memberantas mafia tanah, termasuk para bekingnya. Perintah pimpinan tertinggi Polri ini seharusnya menjadi peringatan agar tidak ada yang melindungi kepentingan mafia tanah yang merugikan rakyat.

"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kombes Daniel Mucharam selaku Ketua Tim A Waprof Propam Polri yang telah menindaklanjuti laporan kami, sehingga sidang etik tengah dilangsungkan di Polda Sulut," tambahnya.

Tanah keluarga dosen IPB seluas 1,7 hektare di Gogagoman, Kotamobagu, itu diduga dirampas oleh mafia tanah dan oknum Badan Pertanahan Nasional (BPN). Mongkoginta dan keluarga sudah menang di pengadilan, mulai dari PTUN sampai peninjauan (PK) di Mahkamah Agung. Sertifikat turunan 2567 tersebut juga sudah dibatalkan, namun, tanah tersebut masih dikuasai penyerobot.

Padahal, bukti pidana perampasan tanah tersebut sangat kuat. Tidak ada transaksi jual beli, namun tanah dengan SHM Nomor 98 tahun 1978 yang tertulis berasal dari tanah adat tiba-tiba terbit sertifikat pada 2009 dengan Nomor 2567. Dalam sertifikat 2567 tersebut tertulis berasal dari tanah negara.

Dosen IPB ini mengungkapkan banyak kasus tumpang tindih sertifikat di Kotamobagu. Kasus perampasan tanah milik keluarganya hanya salah satu contoh. Keluarga Mokoginta juga sudah melaporkan 12 orang yang diduga terlibat pemalsuan dokumen sehingga menjadi sertifikat di atas tanah milik keluarganya.

Pihak yang dilaporkan itu, antara lain oknum kelurahan, oknum BPN, dan seorang istri pengusaha di Manado. Menurutnya, jika kasus pemalsuan surat tanah ini dibiarkan berlarut dan tidak ada yang ditetapkan jadi tersangka, maka mafia tanah semakin merajalela dan korbannya banyak rakyat kecil.

"Di Pengadilan mulai tingkat pertama sampai di tingkat PK Mahkamah Agung pun sudah memutuskan bahwa tanah tersebut milik keluarga kami. BPN sudah membatalkan sejumlah sertifikat turunan dari sertifikat Nomor 2567 tahun 2009 tersebut. Namun, tanah masih dikuasai pihak yang dilaporkan menyerobot. Bagaimana dengan nasib korban perampasan tanah yang buta hukum? Mereka akan semakin tertindas jika oknum dan pelakunya dibiarkan bebas," tambahnya.

Di tempat terpisah, Sekjen Forum Korban Mafia Tanah Indonesia (FKMTI) Agus Muldya Natakusuma mengatakan, keahlian anggota Polri dalam menyidik sebuah kasus sudah teruji dan termasuk teratas di antara kepolisian dunia. Hal ini dibuktikan dalam menangani kasus terorisme.

"Polisi bisa cepat bisa membongkar jaringan teroris dan menangkap pelakunya, maka seharusnya untuk kasus mafia tanah lebih mudah ditangani. Tanahnya tidak bisa sembunyi, seperti teroris, dan surat-surat tanah pun bisa dicek asal-usulnya siapa yang menerbitkan. Jadi, seharusnya polisi lebih mudah menangkap pelaku mafia tanah," ujar Agus.

Menurut Agus, kasus perampasan tanah rakyat masih banyak yang mengendap. Agus mengungkapkan, kasus mafia tanah yang sempat mengendap di Kotamobagu, Sulut, juga banyak terjadi di Jakarta dan sekitarnya.

Agus mencontohkan, tanah girik seluas 1 ha di Cengkareng milik ketua FKMTI SK Budiardjo juga menjadi sasaran mafia tanah. Pemiliknya sudah lapor polisi atas pemukulan dan hilangnya 5 kontainer di atas tanah giriknya.

Selain itu, tanah SHM milik Robert Sudjasmin di Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang dibeli dari negara dengan nomor lelang 338 juga dikuasai oleh pihak lain. Padahal, kasus perampasan tanah itu sudah dilaporkan polisi sejak 1993 dengan bukti pemalsuan dokumen.

"Semoga pihak kepolisian di Polda Sulut dan daerah lain mengikuti arahan Kapolri. Sebagai salah satu polisi terbaik di dunia, Polri harusnya bisa profesional melakukan tugas dalam menindak mafia tanah dan mengembalikan hak tanah kepada pemilik yang sah," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PPP Desak Paspor Joseph Paul Zhang Dicabut dan Dilaporkan ke Interpol

Langkah demikian sah karena diatur secara legal dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI (Permenkumham) No. 8 Tahun 2014.

NASIONAL | 19 April 2021

KPU Siap Jalankan Putusan PHP Pilbup Sabu Raijua

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Ilham Saputra menegaskan KPU siap menjalankan putusan perselisihan hasil pemilihan (PHP) di Kabupaten Sabu Raijua.

NASIONAL | 19 April 2021

Waspada, Sejumlah Perairan Dilanda Gelombang Tinggi hingga 6 Meter

Gelombang tinggi akan terjadi hari ini hingga besok.

NASIONAL | 19 April 2021

Dicari Polisi, Joseph Paul Zhang: Awas Jebakan Batman

Menurutnya, semua hanya bermotif politik.

NASIONAL | 19 April 2021

Warga Flobamora Papua Barat Bantu Korban Bencana NTT

Warga masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Ikatan Pemuda Pelajar NTT Kota Sorong, Papua Barat, memberikan sumbangan untuk korban banjir dan badai Seroja

NASIONAL | 19 April 2021

KPK Periksa 2 Petinggi PT Borneo Lumbung Energi dan Metal

Samin Tan yang ditetapkan sebagai tersangka sejak 1 Februari 2019 masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak April 2020.

NASIONAL | 19 April 2021

Usut Korupsi Pengadaan Sembako Covid-19 di Bandung Barat, KPK Periksa 28 Saksi

Puluhan saksi itu diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Bupati nonaktif Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna.

NASIONAL | 19 April 2021

Sleman Izinkan Salat Idulfitri di Masjid dan Lapangan

Waktu ceramah dalam kegiatan salat tarawih dan salat subuh berjamaah dibatasi maksimal 15 menit.

NASIONAL | 19 April 2021

Presiden Jokowi Saksikan Vaksinasi Massal Seniman dan Budayawan

Jokowi didampingi Menkes, Menparekraf, Mendikbud, dan Gubernur DKI Jakarta.

NASIONAL | 19 April 2021

Elemen Tokoh Hindu dan Bali Minta Desak Darmawati Tetap Diproses Hukum

Sejumlah elemen tokoh Hindu dan masyarakat Bali telah menerima permohonan maaf Desak Darmawati yang diduga telah menistakan agama Hindu dan tradisi Bali.

NASIONAL | 19 April 2021


TAG POPULER

# Rizieq Syihab


# Vaksin Sinovac


# Vaksinasi Covid-19


# John McAfee


# New York



TERKINI

Perawatan di RS, Satgas: Utamakan Pasien Covid-19 Bergejala Berat-Sedang

KESEHATAN | 14 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS