Viral Video Penistaan Agama, Kinerja Polisi Virtual Perlu Dievaluasi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Viral Video Penistaan Agama, Kinerja Polisi Virtual Perlu Dievaluasi

Senin, 19 April 2021 | 20:06 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Kasus penistaan agama yang diduga dilakukan Youtuber Joseph Paul Zhang seharusnya tidak perlu terjadi jika masyarakat cukup mendapatkan edukasi terkait bahayanya ujaran bernuansa suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) yang marak beredar di media sosial (medsos). Apalagi, jika ujaran penistaan agama tersebut dilakukan hanya demi mengejar rating dan penonton di medsos.

"Jadi dengan edukasi, masyarakat menjadi tahu batasan-batasan, meski itu juga tidak membuat tindakan SARA bisa benar-benar hilang," kata pakar keamanan siber, Pratama Persadha, saat dihubungi Beritasatu.com, di Jakarta, Senin (19/4/2021).

Menurutnya, sangat disayangkan adanya penistaan agama yang dilakukan Youtuber dengan nama asli Sindy Paul Soerjomoeljono yang mengaku sebagai Nabi-26. Bahkan dugaan penistaan tersebut masih bisa disaksikan pada channel Youtube "Jozeph Paul Zhang" dengan jumlah view yang sudah 150.000 berjudul "Puasa Lalim Islam".

"Bila ditanya apakah masuk dalam salah satu pekerjaan polisi virtual, tentu saja. Namun ini juga masuk dalam Pasal 28 UU ITE terkait penodaan agama tentang ujaran kebencian dalam UU ITE, seharusnya polisi virtual bertindak cepat mengenai kasus seperti ini yang bermuatan penghinaan terhadap agama dengan membuat laporan kepada Youtube untuk men-take down video pada channel pelaku," ujarnya.

Namun nyatanya, sampai saat ini video tersebut masih bisa ditonton karena polisi masih mengusut kasus tersebut. Termasuk melakukan pengejaran yang dibantu pihak KBRI yang dikabarkan posisi terakhir yang bersangkutan berada di Bremen, Jerman.

Dalam kasus dugaan penistaan agama Joseph Paul Zhang, penyidik Bareskrim Polri sendiri akan segera menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) kepada terduga pelaku Polri juga bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Direktorat Jenderal Imigrasi dan juga interpol, karena yang bersangkutan saat ini berada di luar negeri.

"Pada akhirnya kembali lagi kepada pemerintah melalui polisi virtual, perlu adanya evaluasi mengenai kinerja dan tugas dari polisi virtual. Apakah jika ada kasus seperti ini lagi bisa ditindak dengan cepat dan ditertibkan apalagi jika ada pelaporan bahwa akun tersebut sangat meresahkan dan berpotensi untuk menyulut keributan di dunia maya," ucapnya.

Pendiri lembaga riset keamanan siber CISSReC (Communication & Information System Security Research Center) itu menilai, penistaan agama harus benar-benar dijaga agar tidak terjadi lagi, apalagi menyangkut saudara-saudara muslim di Indonesia. Jangan sampai masalah tersebut menyulut permusuhan dan perdebatan antar agama di saat bulan Ramadan.

Dijelaskan Pratama, bila dibandingkan dengan negara-negara di Eropa dan terutama AS, kasus SARA di media sosial Indonesia memang cenderung lebih sedikit. Namun demikian bisa dilihat di akun-akun Youtube, Instagram dan juga Facebook yang membicarakan politik bahkan olahraga, malah juga sering terjadi debat yang menjurus dengan SARA.

"Ini terjadi karena kultur kebebasan, meski terkait SARA ini sudah menjadi batasan di barat. Namun masih banyak bukti bahkan dalam bentuk video, misalnya, SARA yang menimpa warga kulit hitam, Arab dan Asia di wilayah AS dan negara eropa. Hal seperti ini alhamdulillah tidak ada di Tanah Air, meski sempat ramai kasus SARA di Surabaya yang sempat menyulut kerusuhan di wilayah Papua," katanya.

Karena kondisi itu, CISSReC sendiri tidak akan berhenti untuk meminta pemerintah memasukkan kurikulum berinternet yang sehat dan aman. Semua dilakukan lantaran salah satu yang paling sering terjadi adalah perkataan bermuatan SARA di media sosial.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Mengenang Ki Ageng Gribig Leluhur Airlangga Hartarto, Penasihat Sultan Agung dan Pejuang Islam

Ki Ageng Gribig atau yang bernama asli Wasibagno Timur adalah ulama besar yang menyebarkan Islam di Desa Krajan, Jatinom, Klaten, dan sekitarnya.

NASIONAL | 24 September 2021

Passing Grade P3K Ketinggian, P2G Minta Pemerintah Pertimbangkan Afirmasi untuk Guru

Seleksi kompetensi untuk pengadaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) Guru akan segera digelar

NASIONAL | 7 September 2021

Presiden Nyeker dan Naik Sampan di Cilacap, Begini Penampakannya

Presiden Jokowi nyeker alias berjalan tanpa alas kaki saat melepasliarkan tukik ke laut, di Pantai Pantai Kemiren, Cilacap, Jateng, Kamis (23/9/2021).

NASIONAL | 23 September 2021

MRPTNI: PTM Terbatas untuk Cegah Learning Loss

Jamal Wiwoo mengatakan, menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas adalah untuk mencegah learning loss

NASIONAL | 23 September 2021

Angkat Produk Papua, Sandiaga Uno Disebut Pemimpin Masa Depan

Mama Marice yang merupakan penjual es krim sagu tersebut menyambut kedatangan Menparekraf Sandiaga.

NASIONAL | 23 September 2021

Polres Yahukimo Periksa ASN Diduga Pemasok Senjata KKB

Barang bukti yang diamankan di antaranya 26 butir amunisi 5,6 5TJ, 8 Butir amunisi 38 SPC, satu magazine M-16, satu pasang pakaian loreng KNPB,

NASIONAL | 23 September 2021

Presiden Jokowi Tanam Mangrove untuk Pemulihan Lingkungan dan Mitigasi Iklim

Keberadaan ekosistem mangrove yang baik di kawasan pesisir juga dapat meningkatkan ketahanan masyarakat.

NASIONAL | 23 September 2021

KPK Buka Kemungkinan Jerat Bupati Banjarnegara dengan Pasal Pencucian Uang

KPK membuka kemungkinan untuk menjerat Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) sepanjang ditemukan bukti yang cukup.

NASIONAL | 23 September 2021

Ketua MPR Imbau Penyelenggara Negara Penuhi Kewajiban Sampaikan LHKPN

Ketua MPR Bambang Soesatyo atau disapa Bamsoet mengimbau para penyelenggara negara berkomitmen memenuhi kewajiban untuk menyampaikan LHKPN.

NASIONAL | 23 September 2021

Surpres Calon Panglima TNI Diprediksi Dikirim Usai PON Papua

Tubagus Hasanuddin memprediksi surat presiden (surpres) calon panglima TNI akan dikirim usai PON Papua.

NASIONAL | 23 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Kontrak Bantargebang Segera Berakhir, DPRD Minta Pemprov DKI Serius Kelola Sampah

Kontrak Bantargebang Segera Berakhir, DPRD Minta Pemprov DKI Serius Kelola Sampah

MEGAPOLITAN | 5 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings