Pemerintah Indonesia Diminta Tetapkan Target Turunkan 50% Emisi Nasional
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pemerintah Indonesia Diminta Tetapkan Target Turunkan 50% Emisi Nasional

Rabu, 21 April 2021 | 10:21 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / JEM

Jakarta, Beritasatu.comPemerintah Indonesia diimbau menetapkan target baru yang berdasarkan data ilmiah dan selaras dengan langkah dunia, menurunkan 50% emisi nasional di tahun 2030 dan mencapai emisi nol (net zero emission) atau bebas karbon di tahun 2050.

Hal itu merupakan pernyataan sikap para pakar lingkungan yang tergabung dalam Indonesia Net Zero Summit 2021 yang digelar oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) secara virtual, Selasa (20/4/2021).

Mereka terdiri dari Prof Emil Salim, Guru Besar Ekonomi Emeritus Universitas Indonesia, Dino Patti Djalal, Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia, Tri Mumpuni, Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA), Tiza Mafira, Associate Director di Climate Policy Initiative, Melati Wijsen, Pendiri Bye Bye Plastic Bags Indonesia, Adhityani Putri, Executive Director Yayasan Indonesia Cerah dan aktivis lingkungan dan iklim serta perwakilan LSM.

Ditegaskan, kalau tidak ada perubahan, rata-rata suhu bumi akan naik 3-4 derajat Celsius. Ini akan menjadi suhu tertinggi sepanjang sejarah umat manusia, dan akan mengakibatkan kerugian dan pengrusakan yang luar biasa terhadap segala aspek kehidupan bangsa seperti pembangunan, produktivitas, stok pangan, pemukiman, kualitas hidup, ekosistem, persediaan air bersih, kesehatan, konflik, dan masih banyak lagi.

“Target emisi nol ini merupakan kepentingan nasional kita sendiri untuk menyelamatkan Indonesia Emas 2045 dari berbagai bencana yang dipastikan akan timbul dari suhu bumi yang terus memanas seperti cuaca ekstrim, banjir, kekeringan, krisis pangan, kekurangan stok air, kenaikan permukaan laut setinggi satu meter, kegagalan panen, kebakaran hutan,” kata Dino yang membacakan pernyataan sikap.

Dengan demikian, jelas bahwa krisis iklim merupakan ancaman eksistensial yang nyata bagi bangsa Indonesia. Jikalau pemerintah tetap berpegang pada target penurunan emisi yang dianut selama ini, Pemerintah Indonesia akan sulit memainkan peranan yang relevan dan kredibel dalam percaturan dan perundingan perubahan iklim dunia.

Jikalau teknologi dan persediaan investasi kelak mendukung, pemerintah juga kelak bisa menetapkan target penurunan emisi yang lebih ambisius lagi, yakni negative zero emission, yang berarti Indonesia memiliki kapasitas menyerap karbon (carbon sink) yang lebih besar dari kapasitas emisi yang dihasilkan.

“Yang penting dalam emisi nol bukan saja target angka penurunan, namun juga jangka waktunya. Pencapaian net zero di tahun 2070 akan sangat terlambat dan sia-sia karena jatah karbon kita untuk menjaga kenaikan suhu bumi sebatas 1,5 Celsius hanya sampai 2050. Karenanya, Indonesia Net Zero Summit berpandangan bahwa jangka waktu untuk mencapai net zero yang paling tepat adalah 2050 dan bahkan 2045,” lanjut Adhityani Putri yang membacakan pernyataan sikap bersama.

Kajian terkini dari Bappenas bahkan menunjukkan bahwa menetapkan target net zero di tahun 2045 atau 2050 akan mendatangkan manfaat ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan target 2070 yang diajukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Diakui net zero future tidak dapat dicapai dalam sekejap mata. Oleh karena itu para pakar menghimbau pemerintah untuk sejak sekarang merumuskan dan menjalankan paradigma pembangunan baru untuk mencapai pembangunan rendah karbon.

Baik pemerintah dan pelaku usaha Indonesia harus melihat pembangunan hijau sebagai suatu peluang ekonomi yang luar biasa, mengingat sekarang ini sedang terjadi pergeseran besar dalam ekonomi dunia ke arah dekarbonisasi.

Paradigma pembangun net zero ini harus dicerminkan dalam transformasi kebijakan di berbagai sektor yakni kehutanan, energi, transportasi, industri, infrastruktur, limbah, pendidikan, perdagangan, maritim. Pembangunan rendah karbon dapat membuka pintu lebar-lebar akan peluang investasi hijau dan lapangan pekerjaan baru.

Di sektor lahan dan hutan saja, penetapan target net zero emission yang ambisius dan tegas dapat menumbuhkan manfaat ekonomi sebanyak 1,5 triliun dolar AS sampai dengan tahun 2045. Di sektor energi, komitmen yang tegas akan energi terbarukan akan dapat menghasil hampir 5 juta pekerjaan baru di energi surya dan hampir 11 juta di sektor energi secara keseluruhan.

“Para mitra dagang Indonesia seperti Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Singapura dan Uni Eropa yang merepresentasi pasar bagi lebih dari setengah ekspor Indonesia (dengan total nilai perdagangan mencapai lebih dari 168 miliar dolar AS setiap tahunnya) sudah menyatakan target untuk mencapai net zero emission pada pertengahan abad ini. Indonesia tentu tidak boleh ketinggalan derap laju para negara besar dunia.

“Merubah paradigma dan strategi pembangunan ini memang tidak mudah. Namun taruhannya adalah masa depan keselamatan bangsa Indonesia, karenanya sudah seharusnya menuntut perjuangan yang berat. Jangan sampai sejarah mencatat suhu bumi memanas drastis tahun 2045 akhirnya terjadi karena generasi kita gagal melakukan perubahan dan terpuruk dalam perdebatan yang bertele-tele,” ungkap Tiza Mafira.

Net zero memerlukan political will. Karena itu, mereka semua mengharapkan keputusan dan dukungan pemerintah Indonesia yang tegas dan jelas mengenai visi net zero future ini. Terlebih lagi, dibutuhkan tindakan yang cepat dan selaras dengan sains dan arah dunia untuk dapat menyelamatkan generasi emas Indonesia 2045.

“Dengan perhelatan Indonesia Net Zero Summit ini, kami berharap konsep net zero dapat menjadi suatu jargon publik dan politik yang merakyat. Sudah waktunya kita mengusung nasionalisme iklim (climate nationalism), yaitu dimana kecintaan dan kebanggaan kita terhadap bangsa Indonesia bersatu padu dengan perjuangan kita yang gigih untuk mencegah ancaman perubahan iklim terhadap masa depan Indonesia,” tutup mereka bersama-sama.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPK Periksa Kabiro Administrasi Keuangan Bank Panin

KPK menjadwalkan memeriksa Kepala Biro Administrasi Keuangan PT Bank Panin Indonesia, Marlina Gunawan

NASIONAL | 21 April 2021

Angeline Fremalco: Kaum Perempuan Jangan Takut Berkarya untuk Bangsa

Apapun profesi kita, sebagai perempuan mari kita terus berkarya untuk bangsa dan negara Indonesia, kita pasti bisa.

NASIONAL | 21 April 2021

BMKG Prakirakan Hujan Lebat di Beberapa Daerah di Indonesia

BMKG juga memberikan peringatan gelombang tinggi yakni 2,5 hingga 4 meter di Samudera Hindia Barat Enggano hingga Selatan Jawa Timur.

NASIONAL | 21 April 2021

Inggris Sambut Baik Indonesia Pimpin Komunitas Internasional dalam Dialog FACT

Indonesia akan bertindak sebagai Co-Chair dari aliansi global 25 negara ini, karena memiliki keahlian yang dapat dibagikan sebagai pembelajaran bagi negara lain

NASIONAL | 21 April 2021

Jokowi: BRIN Amanat UU

Jokowi menyatakan, alasan pemerintah melebur Kementerian Riset dan Teknologi ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, adalah karena amanat UU

NASIONAL | 20 April 2021

Wagub Riza Siap Hadir Jadi Saksi di Sidang Rizieq

Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria masuk dalam daftar saksi JPU pada sidang Rizieq Syihab.

NASIONAL | 21 April 2021

Kasus Suap Bansos Covid-19, Juliari Batubara Akan Jalani Sidang Perdana

Selain Juliari, mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemsos, Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono juga akan jalani sidang perdana kasus korupsi bansos.

NASIONAL | 21 April 2021

DI Yogyakarta Dukung Kebijakan Larangan Takbir Keliling

Yogyakarta mendukung kebijakan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang melarang kegiatan takbir keliling pada malam Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah.

NASIONAL | 20 April 2021

Mensos Minta Gudang Logistik Dikelola Secara Digital

Risma meminta agar data stok bantuan permakanan dan peralatan di seluruh gudang dapat terintegrasi dalam bentuk digital, dan dapat dipantau secara terpusat.

NASIONAL | 20 April 2021

Kartini Ingatkan Erick Thohir kepada Ibunda

Rabu besok akan menjadi peringatan hari lahir ke-142 Kartini, tokoh pembela hak perempuan pribumi di era kolonial.

NASIONAL | 20 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS