Nadiem Perintahkan Dirjen Kebudayaan Mengoreksi Kamus Sejarah
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 478 (-2)   |   COMPOSITE 5970 (-24)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1399 (0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-1)   |   IDX30 472 (-2)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1238 (-9)   |   IDXBUMN20 362 (-2)   |   IDXCYCLIC 737 (-3)   |   IDXENERGY 740 (3)   |   IDXESGL 129 (-0)   |   IDXFINANCE 1333 (-6)   |   IDXG30 133 (-0)   |   IDXHEALTH 1280 (3)   |   IDXHIDIV20 418 (-2)   |   IDXINDUST 960 (-5)   |   IDXINFRA 873 (-4)   |   IDXMESBUMN 103 (-0)   |   IDXNONCYC 731 (-1)   |   IDXPROPERT 875 (-2)   |   IDXQ30 135 (-0)   |   IDXSMC-COM 281 (-0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (-1)   |   IDXTECHNO 3345 (-54)   |   IDXTRANS 1045 (-3)   |   IDXV30 126 (-0)   |   INFOBANK15 959 (-5)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 407 (-1)   |   ISSI 175 (-0)   |   JII 573 (-2)   |   JII70 204 (-1)   |   KOMPAS100 1132 (-6)   |   LQ45 888 (-4)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1591 (-7)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 302 (-1)   |   PEFINDO25 291 (0)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 341 (-1)   |   TRADE 872 (0)   |  

Nadiem Perintahkan Dirjen Kebudayaan Mengoreksi Kamus Sejarah

Kamis, 22 April 2021 | 02:11 WIB
Oleh : Dwi Argo Santosa / DAS

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim telah memerintahkan Dirjen Kebudayaan untuk mengoreksi Kamus Sejarah Indonesia yang tidak mencantumkan nama pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy'ari hingga Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

"Begitu saya mendengar isu ini, walaupun terjadi sebelum saya menjadi menteri, maka saya Mendikbud langsung mengambil langkah konkret, menugaskan Dirjen Kebudayaan untuk segera menyelesaikan permasalahan dan melakukan koreksi. Saya perintahkan langsung tim Kemendikbud untuk langsung melakukan penyempurnaan kamus yang sempat terhenti dilanjutkan dengan lebih cermat secara teknis dan mewadahi masukan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk NU,"
kata Nadiem Makarim dalam tayangan video yang diunggah di akun Instagram-nya, Rabu (21/4/2021).

Pada awal pernyataan, Nadiem menyebut bahwa penyusunan kamus tersebut terjadi pada 2017, atau sebelum ia menjabat sebagai menteri.

"Terkait dengan isu kamus sejarah yang tengah hangat dibahas. Kamus sejarah tersebut disusun tahun 2017 sebelum saya menjabat,” katanya.

Diungkapkan Nadiem, pada bulan yang suci ini alangkah baiknya jika bangsa ini menyikapi permasalahan dengan akal sehat, kepala dingin dan dengan solusi.

Kepada masyarakat Indonesia Nadiem memastikan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tidak berniat menghilangkan jejak sejarah.

Ia juga memastikan, komitmen penghormatan atas nilai-nilai sejarah dan perjuangan tokoh-tokoh bangsa termasuk KH Hasyim Asy'ari dan para tokoh penerusnya, tidak akan pernah berubah.

"KH Hasyim Asy'ari adalah kiai, guru, dan panutan yang telah menorehkan sejarah panjang dalam pengembangan pendidikan dan kebudayaan di Indonesia. Dan NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia yang lahir dari buah pemikiran beliau akan senantiasa menjadi pilar terpenting dalam setiap lini kemajuan bangsa," kata Nadiem.


Buku KH Hasyim Asy'ari Pengabdian Seorang Kyai untuk Negeri.

Ditambahkan, bangsa ini berhak mengetahui tokoh-tokoh yang berjasa dalam mendirikan dan membangun negeri.

Hal itu juga membuat Kemdikbud malah mendirikan museum Islam Hasyim Asy'ari di Jombang dan menerbitkan buku KH Hasyim Asy'ari Pengabdian Seorang Kyai untuk Negeri dalam rangka 109 tahun Kebangkitan Nasional.

"Saya memohon restu agar kamus sejarah yang belum pernah dimiliki negara ini dapat kita lanjut sempurnakan bersama agar nantinya dapat memberikan manfaat untuk semua," ujar Nadiem.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah kalangan memprotes terbitnya softcopy Kamus Sejarah Indonesia Jilid I dan Kamus Sejarah Indonesia Jilid II.

Sebab, kamus yang diterbitkan Direktorat Sejarah pada Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud itu tidak mencantumkan sosok KH Hasyim Asy'ari.

Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur salah satu yang melayangkan protes. Ponpes Tebuireng menilai kamus tersebut tidak layak jadi rujukan. Kemdikbud diharapkan menarik kembali naskah tersebut.

Sedangkan editor Kamus Sejarah Indonesia, Susanto Zuhdi mengakui bahwa KH Hasyim Asy'ari tidak ditulis dalam lema atau butir khusus sebagai tokoh. Namun, diceritakan sebagai pendiri organisasi NU.

Ia mengatakan, Kemdikbud tidak bermaksud meniadakan KH Hasyim Asy'ari dari tokoh.

Pasalnya, kamus tersebut dirancang empat entri yaitu tokoh, peristiwa, tempat bersejarah, dan organisasi, sehingga pada draf tersebut belum sempat memasukkan KH Hasyim Asy'ari dalam cerita tokoh.

Hal ini mempertimbangkan jumlah halaman. Pasalnya tokoh yang sama telah diceritakan pada bagian pendiri organisasi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kiprah 2 Srikandi PLN, Ikut Dirikan Tower Listrik Darurat di NTT

Keduanya memastikan semua kebutuhan personel yang berkerja di lokasi bisa terpenuhi dengan baik.

NASIONAL | 21 April 2021

Kementerian Pertahanan: Ada Tumpahan Minyak di Posisi Menyelam KRI Nanggala

Kementerian Pertahanan menyebutkan terdapat tumpahan minyak di posisi awal menyelamnya KRI Nanggala-402 di perairan Bali, Rabu (21/4/2021) pagi.

NASIONAL | 21 April 2021

Hari Kartini, Liliana Tanoesoedibjo: Perempuan Indonesia Harus Tangguh dan Mandiri

Sebagai perempuan, mempunyai peranan yang sangat penting, terutama dalam mendidik generasi penerus bangsa.

NASIONAL | 21 April 2021

Siti Nadia Tarmizi, "Kartini" Pemberi Informasi yang Mencerahkan Saat Pandemi Covid-19

Siti Nadia Tarmizi menjadi salah satu sosok Kartini masa kini yang berjuang di masa pandemi Covid-19 memberi edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

NASIONAL | 21 April 2021

Reisa Broto Asmoro: Perempuan Punya Andil Besar dalam Situasi Pandemi

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro menegaskan perempuan mempunyai andil besar dalam situasi pandemi saat ini.

NASIONAL | 21 April 2021

Mengaku Sakit, Eks Direktur Pemeriksaan Ditjen Pajak Urung Diperiksa KPK

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) urung memeriksa Angin Prayitno Aji.

NASIONAL | 21 April 2021

Sekelumit Mengenai Kapal Selam KRI Nanggala-402

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto itu bahwa lokasi kejadian hilangnya KRI Nanggala-402 yang diperkirakan adalah 60 mil laut utara Pulau Bali.

NASIONAL | 21 April 2021

KPK dan Kementerian PPPA Sepakat Perkuat Peran Perempuan Berantas Korupsi

KPK dan Kementerian PPPA menandatangani nota kesepahaman tentang penguatan upaya pemberantasan tindak pidana korupsi.

NASIONAL | 21 April 2021

Ormas Hindu Laporkan Desak Dharmawati soal Dugaan Penistaan Agama

Pihaknya telah menempuh jalur hukum agar tercipta suatu efek jera pada seluruh masyarakat secara umum.

NASIONAL | 21 April 2021

Penyidik KPK Periksa Wakil Wali Kota Tanjung Balai

Penyidik KPK memeriksa Wakil Wali Kota Tanjung Balai Waris setelah melakukan penggeledahan rumah pribadi Wali Kota HM Syahrial.

NASIONAL | 21 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS