Program “Bertani untuk Negeri” Bantu Tingkatkan Produktivitas Petani dan Peternak
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Program “Bertani untuk Negeri” Bantu Tingkatkan Produktivitas Petani dan Peternak

Kamis, 22 April 2021 | 18:56 WIB
Oleh : Herman / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com – Untuk membantu meningkatkan produktivitas para petani dan peternak, Japfa Foundation telah mengembangkan program Bertani Untuk Negeri (BUN). Ini merupakan program pendampingan yang mempertemukan anak muda dengan petani dan peternak untuk bekerja bersama-sama mengembangkan sektor pertanian di Indonesia.

Head of Resources and Partnership Development at Japfa Foundation Yudha Lubis mengungkapkan, program BUN ini lahir karena melihat produktivitas sektor agrikultur Indonesia yang masih lebih rendah dari potensi yang ada. Kondisi ini akhirnya mengurangi daya saing global dan swasembada pangan.

Di sisi lain, jumlah tenaga kerja pertanian di Indonesia juga terus berkurang. Pada 2020, tenaga kerja Indonesia mencapai 35 juta orang atau 20,70% dari jumlah tenaga kerja Indonesia seluruhnya. Jika dibandingkan dengan 2019, angka ini mengalami penurunan 1,17%.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Japfa Foundation menggulirkan program Bertani untuk Negeri. Batch 1 yang menjadi proyek percontohan telah berlangsung sejak September 2020 - Maret 2021.

“Di dalam program Bertani untuk Negeri, kami mengajak fresh graduates untuk membantu petani dan peternak meningkatkan produktivitasnya. Di satu bulan pertama, mereka ikut dalam bootcamp training untuk kita berikan pembekalan. Kemudian di bulan kedua sampai keenam terjun langsung ke lapangan bertemu petani atau peternak. Bahkan mereka juga punya target setiap hari harus bertemu petani atau peternak untuk memberikan pendampingan,” kata Yudha Lubis dalam media visit virtual dengan redaksi Beritasatu Media Holdings, Kamis (22/4/2021).

Yudha mengungkapkan, sebetulnya ada beberapa fasilitas pelatihan yang diberikan untuk petani atau peternak dari berbagai lembaga. Namun pelatihan tersebut tidak intens dilakukan, misalnya hanya satu tahun sekali selama beberapa hari. Padahal isu pertanian dan juga peternakan sangat kompleks dan membutuhkan pendampingan yang intensif. Kebutuhan pendampingan inilah yang coba dipenuhi oleh para peserta program Bertani untuk Negeri.

Pada batch 1, antusiasme para fresh graduates untuk ikut program ini sangat besar. Ada sekitar 500 orang yang mendaftar, namun hanya dipilih sebanyak 16 peserta, utamanya yang memiliki passion pada bidang pertanian atau peternakan, serta mau belajar bersama untuk menyelesaikan masalah produktivitas.

Japfa Foundation juga kembali membuka program Bertani untuk Negeri Batch 2 dengan target 45 peserta dan 160 peternak rakyat. Program ini rencananya akan dilakukan di tujuh lokasi yaitu Purwakarta, Subang, Cirebon, Indramayu, Pandeglang, Lebak, dan Malang.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Prabowo Ungkap Korsel dan India Tawarkan Bantuan Cari KRI Nanggala 402

Menhan Prabowo Subianto mengatakan proses pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 terus berlangsung. Korea Selatan dan India telah menawarkan bantuan.

NASIONAL | 22 April 2021

Dugaan Penodaan Agama, Polri Akan Periksa Orang-Orang Dekat Paul Zhang

Bareskrim Polri akan memeriksa pihak-pihak yang ada kaitannya dengan Sindy Paul Soerjomoelyono alias Joseph Paul Zhang

NASIONAL | 22 April 2021

Jokowi: Prioritas Utama Adalah Keselamatan 53 Awak KRI Nanggala 402

Jokowi menegaskan, keselamatan 53 awak kapal dalam upaya penyelamatan dan pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang menjadi prioritas utama pemerintah

NASIONAL | 22 April 2021

Ini Analisis Pakar Terkait Dugaan KRI Nanggala 402 Hilang Kontak

Pakar kelautan ITS Surabaya Wisnu Wardhana menganalisis terkait dugaan penyebab kapal selam KRI Nanggala 402 yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Bali

NASIONAL | 22 April 2021

KPK Pantau Rencana Perpanjangan Kontrak Pengelolaan Air Minum di Jakarta

KPK memantau rencana perpanjangan kontrak Kerja Sama pengelolaan air minum di wilayah DKI Jakarta

NASIONAL | 22 April 2021

Kasus EDC Cash, Polri Sita Mata Uang Zimbabwe Senilai Rp 1 Triliun

Mabes Polri menyita sejumlah barang bukti dari tersangka dugaan tindak pidana penipuan EDC Cash salah satunya uang Zimbabwe.

NASIONAL | 22 April 2021

KPK Telusuri Proses Pengadaan Tanah di Internal Sarana Jaya

KPK menelusuri proses pengadaan tanah pada Perumda Pembangunan Sarana Jaya.

NASIONAL | 22 April 2021

KPK Periksa Penyidik yang Diduga Peras Wali Kota Tanjungbalai

KPK sedang memeriksa penyidik berinisial SRP yang diduga memeras Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial sebanyak Rp 1,5 miliar.

NASIONAL | 22 April 2021

KRI Nanggala 402 Hilang Kontak, Prabowo: Modernisasi Alutsista Mendesak

Prabowo mengatakan, dengan kondisi alutsista Indonesia saat ini, percepatan modernisasi alutsista menjadi hal yang mendesak untuk dilakukan.

NASIONAL | 22 April 2021

Menhan Prabowo Ungkap Pertahanan Negara Pekerjaan Mahal dan Berbahaya

Menhan menyebut hilang kontaknya KRI Nanggala 402 menunjukkan pekerjaan pertahanan negara merupakan suatu pekerjaan yang sangat rumit, mahal, dan bahaya

NASIONAL | 22 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS