Prabowo Sebut Operasi Kapal Selam Bidang Peperangan Paling Kompleks dan Berbahaya
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Prabowo Sebut Operasi Kapal Selam Bidang Peperangan Paling Kompleks dan Berbahaya

Kamis, 22 April 2021 | 19:15 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengungkapkan operasi kapal selam merupakan operasi di bidang pertahanan yang paling kompleks, sulit, dan berbahaya. Hal ini disampaikan Prabowo dalam konferensi pers bersama Panglima TNI, Kapolri dan Kasal terkait hilang kontaknya kapal selam KRI Nanggala 402 yang disiarkan akun Youtube Puspen TNI, Kamis (22/4/2021).

"Saya garisbawahi apalagi masalah operasi kapal selam ini. Ini salah satu di dunia adalah operasi ataupun suatu bidang peperangan yang kompleks, sulit, dan berbahaya," kata Prabowo.

Untuk itu, kata Prabowo menjadi awak kapal selam membutuhkan kualifikasi tinggi. Tak hanya dari segi teknik, menjadi awak kapal selam juga mensyaratkan tingkat psikologi yang khusus apalagi dalam menghadapi situasi seperti yang dialami awak KRI Nanggala 402 saat ini.

"Tidak semua mampu di situasi seperti itu," katanya.

Prabowo mengatakan, kecelakan kapal selam tidak hanya dialami Indonesia, tetapi banyak negara mengalami situasi serupa. Dicontohkan, Rusia mengalami situasi serupa beberapa tahun lalu. Terkait KRI Nanggala, Prabowo berharap seluruh awak kapal dapat ditemukan dan diselamatkan.

"Kita berharap berdoa mudah-mudahan bisa menemukan mereka. Oksigen masih cukup untuk beberapa hari. Kita optimistis yang terbaik," katanya.

Prabowo mengatakan, tak hanya operasi kapal selam, setiap kegiatan pertahanan negara baik di udara, laut, dan darat menghadapi unsur bahaya yang sangat besar. Dalam kondisi normal, bahkan latihan atau patroli biasa saja bahaya tetap mengintai. Risiko tersebut telah dipahami oleh setiap prajurit TNI.

"Saya tadi katakan alat apa pun dalam pekerjaan pertahanan negara di tiga matra menghadapi unsur bahaya yang sangat besar. Jadi kemungkinan kecelakaan di darat, laut, udara itu adalah way of life daripada tentara. Risiko pekerjaan TNI, ya menghadapi bahaya setiap hari. Jangankan latihan perang, latihan biasa atau patroli biasa saja sudah mengandung bahaya. Ada kapal yang kena ombak sangat keras yang pecah di tengah laut. Ini bukan latihan, patroli biasa menghadapi ini matra semua ini mengandung bahaya," kata Prabowo.

Untuk meminimalisir ancaman bahaya yang dihadapi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan Prabowo bersama Panglima TNI dan jajarannya untuk memodernisasi dan meremajakan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dengan menyusun rencana induk pembangunan sistem pertahanan 25 tahun ke depan. Prabowo menargetkan rencana induk mengenai kemampuan total pertahanan Indonesia itu akan rampung dalam dua atau tiga pekan mendatang dan segera disampaikan kepasda Presiden Jokowi.

"Insyaallah dalam dua tiga minggu ini, kita bersama Panglima TNI dan Kepala Staf akan kita rampungkan dan sampaikan kepada bapak Presiden. Intinya memang kita akan investasi lebih besar tanpa mempengaruhi usaha pembangunan kesejahteraan. Kita sedang rumuskan pengelolaan pengadaan alutsista untuk lebih tertib, lebih efisien," katanya.

Sebagai bagian dari peremajaan alutsista, Indonesia saat ini telah kedatangan tiga unit kapal selam hasil kerja sama dengan Korea Selatan. Saat ini ketiga kapal selam tersebut sedang dalam tahap uji coba. Sambil proses peremajaan itu berjalan, TNI, kata Prabowo akan memanfaatkan dan merawat alutsista yang ada untuk dipergunakan seefektif dan seefisien mungkin.

"Kita memang rencananya akan modernisasi dan kita adakan armada yang baru armada yang mutakhir dan ini sedang kita lakukan. Tapi sementara itu, alutsista yang ada harus kita manfaatkan sebaik mungkin. Memang TNI dari dulu kita sebagaimana saya katakan tadi dari sejak dahulu, kita selalu mendahulukan kepentingan rakyat, kepentingan umum sehingga TNI selalu siap utk menghadapi keadaan dengan alat yang ada. Dirawat sebaik-baiknya dan digunakan dengan seefisien mungkin," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Yenny Wahid: Masalah Kamus Sejarah Sudah Selesai

Yenny Wahid, cicit pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari, menyatakan, persoalan Kamus Sejarah Indonesia sudah selesai.

NASIONAL | 22 April 2021

Program “Bertani untuk Negeri” Bantu Tingkatkan Produktivitas Petani dan Peternak

program Bertani untuk Negeri ini lahir karena melihat produktivitas sektor agrikultur Indonesia yang masih lebih rendah dari potensi yang ada.

NASIONAL | 22 April 2021

Prabowo Ungkap Korsel dan India Tawarkan Bantuan Cari KRI Nanggala 402

Menhan Prabowo Subianto mengatakan proses pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 terus berlangsung. Korea Selatan dan India telah menawarkan bantuan.

NASIONAL | 22 April 2021

Dugaan Penodaan Agama, Polri Akan Periksa Orang-Orang Dekat Paul Zhang

Bareskrim Polri akan memeriksa pihak-pihak yang ada kaitannya dengan Sindy Paul Soerjomoelyono alias Joseph Paul Zhang

NASIONAL | 22 April 2021

Jokowi: Prioritas Utama Adalah Keselamatan 53 Awak KRI Nanggala 402

Jokowi menegaskan, keselamatan 53 awak kapal dalam upaya penyelamatan dan pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang menjadi prioritas utama pemerintah

NASIONAL | 22 April 2021

Ini Analisis Pakar Terkait Dugaan KRI Nanggala 402 Hilang Kontak

Pakar kelautan ITS Surabaya Wisnu Wardhana menganalisis terkait dugaan penyebab kapal selam KRI Nanggala 402 yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Bali

NASIONAL | 22 April 2021

KPK Pantau Rencana Perpanjangan Kontrak Pengelolaan Air Minum di Jakarta

KPK memantau rencana perpanjangan kontrak Kerja Sama pengelolaan air minum di wilayah DKI Jakarta

NASIONAL | 22 April 2021

Kasus EDC Cash, Polri Sita Mata Uang Zimbabwe Senilai Rp 1 Triliun

Mabes Polri menyita sejumlah barang bukti dari tersangka dugaan tindak pidana penipuan EDC Cash salah satunya uang Zimbabwe.

NASIONAL | 22 April 2021

KPK Telusuri Proses Pengadaan Tanah di Internal Sarana Jaya

KPK menelusuri proses pengadaan tanah pada Perumda Pembangunan Sarana Jaya.

NASIONAL | 22 April 2021

KPK Periksa Penyidik yang Diduga Peras Wali Kota Tanjungbalai

KPK sedang memeriksa penyidik berinisial SRP yang diduga memeras Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial sebanyak Rp 1,5 miliar.

NASIONAL | 22 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS