Sejarah Berdirinya Indonesia Tidak Lepas dari Peran Kyai dan Ulama NU
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Sejarah Berdirinya Indonesia Tidak Lepas dari Peran Kyai dan Ulama NU

Kamis, 22 April 2021 | 19:38 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faisal Zaini menyambut positif itikad Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (mendikbud) Nadiem Anwar Makarim untuk secepatnya merevisi Kamus Sejarah Indonesia yang tidak memuat nama pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari hingga Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Helmy mengingatkan bahwa sejarah berdirinya Indonesia tidak lepas dari peran besar kyai haji dan ulama NU dalam konteks membangun sekaligus merintis berdirinya negara Indonesia.

"Intinya pak menteri tabayyun, klarifikasi terkait beredarnya Kamus Sejarah Indonesia yang ternyata pak menteri sampaikan ini program tahun 2017," ujar Helmy kepada pers di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (22/4/2021).

Helmy, yang didampingi mendikbud dan Yenny Wahid, mencontohkan jargon Hubbul Wathon Minal Iman (nasionalisme bagian dari iman) yang dicetuskan Hadratussyekh KH Hasyim Asyari pada 1914 menjadi pijakan hubungan antara agama dan negara.

Dia mengungkapkan jargon tersebut menjadi landasan bagi umat Islam Indonesia dalam konteks tidak membenturkan antara agama dan negara.

"Bahwa agama dan negara bisa berjalan beriringan tanpa dipertentangkan," ujar Helmy.

Helmy mengatakan PBNU mendukung revisi kamus sejarah yang akan dilakukan mendikbud. PBNU juga akan mengirimkan utusan yaitu Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) PBNU Arifin Junaidi, sebagai salah satu tim penyusun.

"Pak Arifin Junaidi akan menjadi salah satu tim perumus untuk menyampaikan masukan-masukan agar sejarah ini bisa diluruskan," kata Helmy.

Mendikbud Nadiem Makarim tiba di kantor PBNU Jakarta Pusat hari ini, Kamis (22/4/2021) pukul 14.37 WIB. Nadiem melakukan pembicaraan tertutup dengan sejumlah petinggi PBNU termasuk Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj.

Sebelumnya, Mendikbud telah memerintahkan Dirjen Kebudayaan untuk mengoreksi Kamus Sejarah Indonesia yang tidak mencantumkan nama pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy'ari hingga Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

"Begitu saya mendengar isu ini, walaupun terjadi sebelum saya menjadi menteri, maka saya sebagai Mendikbud langsung mengambil langkah konkret, menugaskan Dirjen Kebudayaan untuk segera menyelesaikan permasalahan dan melakukan koreksi. Saya perintahkan langsung tim Kemdikbud untuk langsung melakukan penyempurnaan kamus yang sempat terhenti dilanjutkan dengan lebih cermat secara teknis dan mewadahi masukan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk NU," kata Nadiem Makarim dalam tayangan video yang diunggah di akun Instagram-nya, Rabu (21/4/2021).



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Prabowo Sebut Operasi Kapal Selam Bidang Peperangan Paling Kompleks dan Berbahaya

Prabowo Subianto mengungkapkan operasi kapal selam merupakan operasi di bidang pertahanan yang paling kompleks, sulit, dan berbahaya

NASIONAL | 22 April 2021

Yenny Wahid: Masalah Kamus Sejarah Sudah Selesai

Yenny Wahid, cicit pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari, menyatakan, persoalan Kamus Sejarah Indonesia sudah selesai.

NASIONAL | 22 April 2021

Program “Bertani untuk Negeri” Bantu Tingkatkan Produktivitas Petani dan Peternak

program Bertani untuk Negeri ini lahir karena melihat produktivitas sektor agrikultur Indonesia yang masih lebih rendah dari potensi yang ada.

NASIONAL | 22 April 2021

Prabowo Ungkap Korsel dan India Tawarkan Bantuan Cari KRI Nanggala 402

Menhan Prabowo Subianto mengatakan proses pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 terus berlangsung. Korea Selatan dan India telah menawarkan bantuan.

NASIONAL | 22 April 2021

Dugaan Penodaan Agama, Polri Akan Periksa Orang-Orang Dekat Paul Zhang

Bareskrim Polri akan memeriksa pihak-pihak yang ada kaitannya dengan Sindy Paul Soerjomoelyono alias Joseph Paul Zhang

NASIONAL | 22 April 2021

Jokowi: Prioritas Utama Adalah Keselamatan 53 Awak KRI Nanggala 402

Jokowi menegaskan, keselamatan 53 awak kapal dalam upaya penyelamatan dan pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang menjadi prioritas utama pemerintah

NASIONAL | 22 April 2021

Ini Analisis Pakar Terkait Dugaan KRI Nanggala 402 Hilang Kontak

Pakar kelautan ITS Surabaya Wisnu Wardhana menganalisis terkait dugaan penyebab kapal selam KRI Nanggala 402 yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Bali

NASIONAL | 22 April 2021

KPK Pantau Rencana Perpanjangan Kontrak Pengelolaan Air Minum di Jakarta

KPK memantau rencana perpanjangan kontrak Kerja Sama pengelolaan air minum di wilayah DKI Jakarta

NASIONAL | 22 April 2021

Kasus EDC Cash, Polri Sita Mata Uang Zimbabwe Senilai Rp 1 Triliun

Mabes Polri menyita sejumlah barang bukti dari tersangka dugaan tindak pidana penipuan EDC Cash salah satunya uang Zimbabwe.

NASIONAL | 22 April 2021

KPK Telusuri Proses Pengadaan Tanah di Internal Sarana Jaya

KPK menelusuri proses pengadaan tanah pada Perumda Pembangunan Sarana Jaya.

NASIONAL | 22 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS