Logo BeritaSatu

Sejarah Berdirinya Indonesia Tidak Lepas dari Peran Kyai dan Ulama NU

Kamis, 22 April 2021 | 19:38 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faisal Zaini menyambut positif itikad Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (mendikbud) Nadiem Anwar Makarim untuk secepatnya merevisi Kamus Sejarah Indonesia yang tidak memuat nama pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari hingga Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Helmy mengingatkan bahwa sejarah berdirinya Indonesia tidak lepas dari peran besar kyai haji dan ulama NU dalam konteks membangun sekaligus merintis berdirinya negara Indonesia.

"Intinya pak menteri tabayyun, klarifikasi terkait beredarnya Kamus Sejarah Indonesia yang ternyata pak menteri sampaikan ini program tahun 2017," ujar Helmy kepada pers di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (22/4/2021).

Helmy, yang didampingi mendikbud dan Yenny Wahid, mencontohkan jargon Hubbul Wathon Minal Iman (nasionalisme bagian dari iman) yang dicetuskan Hadratussyekh KH Hasyim Asyari pada 1914 menjadi pijakan hubungan antara agama dan negara.

Dia mengungkapkan jargon tersebut menjadi landasan bagi umat Islam Indonesia dalam konteks tidak membenturkan antara agama dan negara.

"Bahwa agama dan negara bisa berjalan beriringan tanpa dipertentangkan," ujar Helmy.

Helmy mengatakan PBNU mendukung revisi kamus sejarah yang akan dilakukan mendikbud. PBNU juga akan mengirimkan utusan yaitu Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) PBNU Arifin Junaidi, sebagai salah satu tim penyusun.

"Pak Arifin Junaidi akan menjadi salah satu tim perumus untuk menyampaikan masukan-masukan agar sejarah ini bisa diluruskan," kata Helmy.

Mendikbud Nadiem Makarim tiba di kantor PBNU Jakarta Pusat hari ini, Kamis (22/4/2021) pukul 14.37 WIB. Nadiem melakukan pembicaraan tertutup dengan sejumlah petinggi PBNU termasuk Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj.

Sebelumnya, Mendikbud telah memerintahkan Dirjen Kebudayaan untuk mengoreksi Kamus Sejarah Indonesia yang tidak mencantumkan nama pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy'ari hingga Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

"Begitu saya mendengar isu ini, walaupun terjadi sebelum saya menjadi menteri, maka saya sebagai Mendikbud langsung mengambil langkah konkret, menugaskan Dirjen Kebudayaan untuk segera menyelesaikan permasalahan dan melakukan koreksi. Saya perintahkan langsung tim Kemdikbud untuk langsung melakukan penyempurnaan kamus yang sempat terhenti dilanjutkan dengan lebih cermat secara teknis dan mewadahi masukan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk NU," kata Nadiem Makarim dalam tayangan video yang diunggah di akun Instagram-nya, Rabu (21/4/2021).



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

PPP DKI Usulkan Anies Capres 2024, Achmad Baidowi Sebut Tidak Istimewa

Ketua DPP Achmad Baidowi atau Awiek menegaskan usulan PPP DKI Jakarta soal Anies Baswedan menjadi capres di Pilpres 2024 merupakan hal biasa.

NEWS | 27 September 2022

Bangun Jalur Pedestrian, 300 PKL di Situgede Bogor Ditertibkan

Sebanyak 300 lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Situgede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor ditertibkan.

NEWS | 27 September 2022

Ini Alasan Golkar Jadi Partai Paling Populer di Pemilih Muda

Sosok Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan sejumlah program kaum muda membuat Partai Golkar meraih popularitas tertinggi di kalangan pemilih muda.

NEWS | 27 September 2022

Topan Super Noru Menuju Vietnam, 200.000 Warga Berlidung di Penampungan

Lebih dari 200.000 orang di Vietnam berlindung di tempat penampungan Selasa (27/9/2022), ketika Topan Super Noru meluncur menuju pantai tengahnya

NEWS | 27 September 2022

Kemenkes Minta Masyarakat Batasi Konsumsi Gula Berlebih

Kemenkes meminta masyarakat mewaspadai konsumsi gula apalagi sampai berlebih, karena berisiko tinggi menyebabkan masalah kesehatan 

NEWS | 27 September 2022

Kasus Minyak Goreng, Terdakwa Bantah Beri Uang untuk Pengaruhi Kemendag

Terdakwa kasus minyak goreng Master Parulian Tumanggor membantah memberikan uang agar PT Wilmar Nabati Group mendapatkan perizinan dari Kemendag.

NEWS | 27 September 2022

Menpora Yakin PBSI Bisa Atasi Kisruh Antara Kevin dengan Herry IP

Menpora yakin PBSI dapat mengatasi kisruh antara pemain ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo dan pelatihnya Herry Iman Pierngadi.

NEWS | 27 September 2022

P2G Desak Pemerintah Beri Afirmasi kepada 1,6 Juta Guru

P2G mendesak Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim memberikan afirmasi kepada 1,6 juta guru yang belum mendapat tunjangan profesi guru.

NEWS | 27 September 2022

Ternyata, Ini Isi Koper Mencurigakan di Depan Polda Metro Jaya

Polisi memastikan koper mencurigakan di kawasan depan Polda Metro Jaya bukan berisi benda berbahaya. Ternyata, koper itu milik anggota polisi berisi pakaian.

NEWS | 27 September 2022

Anies Capres, Ini Cawapres dari PKS, Demokrat, dan Nasdem

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal diusung sebagai capres di Pilpres 2024 oleh koalisi Partai Nasdem, Demokrat, dan PKS

NEWS | 27 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Surplus APBN


# Kompor Listrik


# AKBP Arif Rachman


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Bangun Jalur Pedestrian, 300 PKL di Situgede Bogor Ditertibkan

Bangun Jalur Pedestrian, 300 PKL di Situgede Bogor Ditertibkan

NEWS | 8 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings