Kurangi Emisi Karbon Bisa Dimulai dari Diri Sendiri
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kurangi Emisi Karbon Bisa Dimulai dari Diri Sendiri

Kamis, 22 April 2021 | 19:46 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Pendiri Bumi Global Karbon/Lembaga Riset ESG, Deni Daruri menyatakan untuk mengurangi emisi karbon harus dimulai dari diri sendiri sebagai individu. Lalu bergerak ke perusahaan, negara, dan dukungan dari negara maju.

“Pencapaian nol emisi karbon atau net zero emission memang tantangan tetapi harus dimulai dari langkah yang kecil untuk menuju perubahan besar,” ujar Deni dalam Webinar Mengurangi Emisi Karbon, Menyelamatkan Bumi yang digelar Beritasatu Media Holdings dan Majalah Investor dengan Bumi Global Karbon pada Kamis (22/4/2021).

Menurutnya sebagai individu bisa dimulai dengan mengurangi penggunaan air minum dalam botol kemasan, sedotan dan kertas, dan mengurangi frekuensi menggunakan kendaraan pribadi atau penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Untuk perusahaan bisa implementasi gedung hemat energi untuk sektor bangunan gedung. Sementara negara dengan pengembangan serta penggunaan energi baru dan terbarukan serta menentukan tahun dasar, hitung dan ungkapkan perhitungan emisi dengan panduan berbagai kerangka pelaporan keberlanjutan.

“Dengan komitmen bersama tentu target pengurangan emisi bisa dengan mudah dicapai,” tegas Deni.

Diakui emisi karbon yang dihasilkan negara maju berbeda-beda, karenanya diperlukan strategi atau rencana matang untuk mengurangi emisi tersebut agar bumi semakin sehat.

“Indonesia termasuk negara berkembang yang juga berperan dalam pengendalian perubahan iklim. Di dalam Perjanjian Paris, Indonesia berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada tahun 2030 dengan upaya sendiri dan 41% dengan dukungan internasional,” urai dia.

Presiden Jokowi juga mengisyaratkan pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19 ini menjadi momentum untuk percepatan ekonomi hijau, sehingga target dalam Perjanjian Paris bisa dicapai dan tentunya net zero emission pada 2060 juga bisa terealisasi.

“Kebijakan ekonomi hijau di setiap negara juga berbeda, seperti di Jerman ada regulasi atau kebijakan baru bahwa setiap kendaraan bermotor harus bebas emisi setidaknya pada 2030 dan ini bisa menjadi inspirasi Indonesia ke depannya,” ujar Deni.

Negara-negara G20 juga mempunyai target masing-masing dalam pencapaian net zero emission. Khusus bagi Indonesia pencapaian net zero emission pada 2060 bisa dipercepat dengan mengubah pemakaian energi fosil ke energi terbarukan. Cara ini memang paling ampuh untuk mengurangi emisi dan perlu kerjasama lintas sektor untuk mewujudkannya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menteri Nadiem Janji Secepatnya Merevisi Kamus Sejarah

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim melakukan pertemuan tertutup dengan petinggi PBNU

NASIONAL | 22 April 2021

Sejarah Berdirinya Indonesia Tidak Lepas dari Peran Kyai dan Ulama NU

PBNU mengapresiasi Mendikbud Nadiem Makarim yang melakukan tabbayun dengan mengklarifikasi terkait beredarnya Kamus Sejarah Indonesia.

NASIONAL | 22 April 2021

Prabowo Sebut Operasi Kapal Selam Bidang Peperangan Paling Kompleks dan Berbahaya

Prabowo Subianto mengungkapkan operasi kapal selam merupakan operasi di bidang pertahanan yang paling kompleks, sulit, dan berbahaya

NASIONAL | 22 April 2021

Yenny Wahid: Masalah Kamus Sejarah Sudah Selesai

Yenny Wahid, cicit pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari, menyatakan, persoalan Kamus Sejarah Indonesia sudah selesai.

NASIONAL | 22 April 2021

Program “Bertani untuk Negeri” Bantu Tingkatkan Produktivitas Petani dan Peternak

program Bertani untuk Negeri ini lahir karena melihat produktivitas sektor agrikultur Indonesia yang masih lebih rendah dari potensi yang ada.

NASIONAL | 22 April 2021

Prabowo Ungkap Korsel dan India Tawarkan Bantuan Cari KRI Nanggala 402

Menhan Prabowo Subianto mengatakan proses pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 terus berlangsung. Korea Selatan dan India telah menawarkan bantuan.

NASIONAL | 22 April 2021

Dugaan Penodaan Agama, Polri Akan Periksa Orang-Orang Dekat Paul Zhang

Bareskrim Polri akan memeriksa pihak-pihak yang ada kaitannya dengan Sindy Paul Soerjomoelyono alias Joseph Paul Zhang

NASIONAL | 22 April 2021

Jokowi: Prioritas Utama Adalah Keselamatan 53 Awak KRI Nanggala 402

Jokowi menegaskan, keselamatan 53 awak kapal dalam upaya penyelamatan dan pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang menjadi prioritas utama pemerintah

NASIONAL | 22 April 2021

Ini Analisis Pakar Terkait Dugaan KRI Nanggala 402 Hilang Kontak

Pakar kelautan ITS Surabaya Wisnu Wardhana menganalisis terkait dugaan penyebab kapal selam KRI Nanggala 402 yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Bali

NASIONAL | 22 April 2021

KPK Pantau Rencana Perpanjangan Kontrak Pengelolaan Air Minum di Jakarta

KPK memantau rencana perpanjangan kontrak Kerja Sama pengelolaan air minum di wilayah DKI Jakarta

NASIONAL | 22 April 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS