Mudik di Tengah Pandemi Covid-19 Bahayakan Lansia
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Mudik di Tengah Pandemi Covid-19 Bahayakan Lansia

Kamis, 22 April 2021 | 19:58 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / AB

Jakarta, Beritasatu.com- Mudik yang dilakukan di tengah pandemi Covid-19 sangat membahayakan kaum lanjut lansia (lansia), khususnya terkait tradisi interaksi fisik, seperti berjabat tangan, yang berpotensi menjadi titik awal penularan virus corona. Oleh karena itu, pemerintah tetap mengimbau seluruh kelompok masyarakat tidak mudik untuk merayakan Idulfitri 1442 H.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito di Jakarta, Kamis (22/4/2021).

Menurutnya, pemerintah memahami bahwa mudik merupakan tradisi yang melekat dalam kebudayaan masyarakat Indonesia untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman. Mudik dimanfaatkan untuk bertemu keluarga besar dan saling bermaafan, serta tidak sedikit dari mereka adalah lansia.

Namun, pada kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, lanjut Wiku Adisasmito, masyarakat perlu memahami bahwa melakukan mudik dapat membahayakan kaum lansia.

“Penting untuk diingat lansia merupakan populasi yang mendominasi kematian akibat Covid-19 di Indonesia dengan persentase 48,3%,” ucapnya.

Oleh karena itu, Wiku Adisasmito berharap masyarakat mengurungkan niat melakukan mudik untuk melindungi diri sendiri dan juga keluarga di kampung halaman agar tidak tertular Covid-19.

Pada kesempatan itu, Wiku juga menyebutkan pemerintah telah mengeluarkan Adendum Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idulfitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah.

Penambahan kebijakan itu dibuat berdasarkan hasil survei Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan setelah pemerintah menetapkan peniadaan mudik selama masa Lebaran 2021. Dari hasil survei diketahui mash ada kelompok masyarakat yang ingin mudik pada rentang waktu di luar H-7 sampai H+7 Idulfitr 1442 H.

Oleh karena itu, Wiku Adisasmito menyebutkan sejak 22 April hingga 5 Mei 2021 dan 18 sampai 24 Mei 2021 diberlakukan kebijakan surat tanda negatif Covid-19 berdasarkan hasil swab PCR maupun rapid antigen maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan atau surat tanda negatif dari tes GeNose yang dilakukan di tempat keberangkatan.

Selain itu, masyarakat yang memiliki kepentingan bepergian nonmudik wajib menunjukkan surat izin pelaku perjalanan.

"Setiap kebijakan yang dibuat pemerintah berprinsip mengutamakan keselamatan rakyat di tengah pandemi Covid-19 untuk menghindari peningkatan kasus yang dapat memicu peningkatan beban fasilitas kesehatan serta potensi tingginya korban jiwa yang ditimbulkan," kata Wiku Adisasmito.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kurangi Emisi Karbon Bisa Dimulai dari Diri Sendiri

Sebagai individu bisa dimulai dengan mengurangi penggunaan air minum dalam botol kemasan, sedotan dan kertas.

NASIONAL | 22 April 2021

Menteri Nadiem Janji Secepatnya Merevisi Kamus Sejarah

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim melakukan pertemuan tertutup dengan petinggi PBNU

NASIONAL | 22 April 2021

Sejarah Berdirinya Indonesia Tidak Lepas dari Peran Kyai dan Ulama NU

PBNU mengapresiasi Mendikbud Nadiem Makarim yang melakukan tabbayun dengan mengklarifikasi terkait beredarnya Kamus Sejarah Indonesia.

NASIONAL | 22 April 2021

Prabowo Sebut Operasi Kapal Selam Bidang Peperangan Paling Kompleks dan Berbahaya

Prabowo Subianto mengungkapkan operasi kapal selam merupakan operasi di bidang pertahanan yang paling kompleks, sulit, dan berbahaya

NASIONAL | 22 April 2021

Yenny Wahid: Masalah Kamus Sejarah Sudah Selesai

Yenny Wahid, cicit pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari, menyatakan, persoalan Kamus Sejarah Indonesia sudah selesai.

NASIONAL | 22 April 2021

Program “Bertani untuk Negeri” Bantu Tingkatkan Produktivitas Petani dan Peternak

program Bertani untuk Negeri ini lahir karena melihat produktivitas sektor agrikultur Indonesia yang masih lebih rendah dari potensi yang ada.

NASIONAL | 22 April 2021

Prabowo Ungkap Korsel dan India Tawarkan Bantuan Cari KRI Nanggala 402

Menhan Prabowo Subianto mengatakan proses pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 terus berlangsung. Korea Selatan dan India telah menawarkan bantuan.

NASIONAL | 22 April 2021

Dugaan Penodaan Agama, Polri Akan Periksa Orang-Orang Dekat Paul Zhang

Bareskrim Polri akan memeriksa pihak-pihak yang ada kaitannya dengan Sindy Paul Soerjomoelyono alias Joseph Paul Zhang

NASIONAL | 22 April 2021

Jokowi: Prioritas Utama Adalah Keselamatan 53 Awak KRI Nanggala 402

Jokowi menegaskan, keselamatan 53 awak kapal dalam upaya penyelamatan dan pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang menjadi prioritas utama pemerintah

NASIONAL | 22 April 2021

Ini Analisis Pakar Terkait Dugaan KRI Nanggala 402 Hilang Kontak

Pakar kelautan ITS Surabaya Wisnu Wardhana menganalisis terkait dugaan penyebab kapal selam KRI Nanggala 402 yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Bali

NASIONAL | 22 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS