Tidak Mau Kecolongan Lagi, Nadiem Perketat Penyaringan Konten Buku
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Tidak Mau Kecolongan Lagi, Nadiem Perketat Penyaringan Konten Buku

Kamis, 22 April 2021 | 20:20 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim akan memperketat proses penyaringan konten dari buku-buku yang akan dipublikasikan ke masyarakat. Langkah itu diambil agar tidak kecolongan lagi setelah mencuatnya masalah Kamus Sejarah Indonesia yang tidak mencantumkan nama pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

“Kami harus mempunyai tim yang secara komprehensif lebih ketat, melakukan filtering konten dari buku-buku yang dipublikasikan, apalagi berhubungan dengan sejarah,” kata Nadiem usai bertemu dengan jajaran petinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kamis (22/4/2021).

Mendikbud mengatakan penyusunan buku terkait sejarah harus melibatkan panel sejarawan, termasuk organisasi masyarakat yang terlibat di dalamnya.

“Ini tidak bisa terjadi lagi. Kita pasti akan memastikan apalagi berhubungan isu sensitif seperti sejarah kita,” ujar Nadiem.

Nadiem mengatakan munculnya isu Kamus Sejarah sebenarnya menjadi pembelajaran yang baik. Lewat kejadian itu, ujarnya, kontrol kualitas di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan justru akan semakin meningkat.

“Ke depan, kita bisa menciptakan dan mempublikasikan buku-buku dengan kualitas jauh lebih baik,” ungkapnya.

Nadiem menyatakan revisi Kamus Sejarah Indonesia yang segera dilakukan akan melibatkan organisasi dan sejarawan. Tujuan untuk menyempurnakan hal-hal yang kurang termasuk tidak tercantumnya nama pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari sampai Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

“Kami segera melakukan pelurusan isu ini dengan input dari NU dan organisasi-organisasi lain serta sejarawan yang akan melengkapi kamus sejarah ini,” kata Nadiem.

Nadiem mendatangi kantor PBNU di Jakarta Pusat hari ini dan bertemu dengan sejumlah petinggi NU termasuk Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, Sekjen PBNU Helmy Faisal Zaini, dan Yenny Wahid.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mudik di Tengah Pandemi Covid-19 Bahayakan Lansia

Mudik di tengah pandemi sangat membahayakan lansia, khususnya terkait interaksi fisik, seperti berjabat tangan, yang berpotensi menularkan Covid-19.

NASIONAL | 22 April 2021

Kurangi Emisi Karbon Bisa Dimulai dari Diri Sendiri

Sebagai individu bisa dimulai dengan mengurangi penggunaan air minum dalam botol kemasan, sedotan dan kertas.

NASIONAL | 22 April 2021

Menteri Nadiem Janji Secepatnya Merevisi Kamus Sejarah

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim melakukan pertemuan tertutup dengan petinggi PBNU

NASIONAL | 22 April 2021

Sejarah Berdirinya Indonesia Tidak Lepas dari Peran Kyai dan Ulama NU

PBNU mengapresiasi Mendikbud Nadiem Makarim yang melakukan tabbayun dengan mengklarifikasi terkait beredarnya Kamus Sejarah Indonesia.

NASIONAL | 22 April 2021

Prabowo Sebut Operasi Kapal Selam Bidang Peperangan Paling Kompleks dan Berbahaya

Prabowo Subianto mengungkapkan operasi kapal selam merupakan operasi di bidang pertahanan yang paling kompleks, sulit, dan berbahaya

NASIONAL | 22 April 2021

Yenny Wahid: Masalah Kamus Sejarah Sudah Selesai

Yenny Wahid, cicit pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari, menyatakan, persoalan Kamus Sejarah Indonesia sudah selesai.

NASIONAL | 22 April 2021

Program “Bertani untuk Negeri” Bantu Tingkatkan Produktivitas Petani dan Peternak

program Bertani untuk Negeri ini lahir karena melihat produktivitas sektor agrikultur Indonesia yang masih lebih rendah dari potensi yang ada.

NASIONAL | 22 April 2021

Prabowo Ungkap Korsel dan India Tawarkan Bantuan Cari KRI Nanggala 402

Menhan Prabowo Subianto mengatakan proses pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 terus berlangsung. Korea Selatan dan India telah menawarkan bantuan.

NASIONAL | 22 April 2021

Dugaan Penodaan Agama, Polri Akan Periksa Orang-Orang Dekat Paul Zhang

Bareskrim Polri akan memeriksa pihak-pihak yang ada kaitannya dengan Sindy Paul Soerjomoelyono alias Joseph Paul Zhang

NASIONAL | 22 April 2021

Jokowi: Prioritas Utama Adalah Keselamatan 53 Awak KRI Nanggala 402

Jokowi menegaskan, keselamatan 53 awak kapal dalam upaya penyelamatan dan pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang menjadi prioritas utama pemerintah

NASIONAL | 22 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS