KPK Tetapkan Penyidiknya Sebagai Tersangka Suap Penanganan Perkara
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

KPK Tetapkan Penyidiknya Sebagai Tersangka Suap Penanganan Perkara

Kamis, 22 April 2021 | 23:52 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan penyidiknya yang berasal dari Polri Ajun Komisaris Polisi Stepanus Robin Pattuju sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait penanganan perkara jual beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai. Selain Stepanus, dalam perkara kasus ini, KPK juga menetapkan Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial dan seorang pengacara bernama Maskur Husain sebagai tersangka.

"Setelah melakukan proses penyelidikan dan menemukan bukti permulaan yang cukup, KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan menetapkan tiga orang sebagai tersangka," kata Ketua KPK, Firli Bahuri dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/4/2021) malam.

Firli menuturkan, perkara ini bermula saat Stepanus Robin menggelar pertemuan dengan Syahrial di rumah Wakil Ketua DPR dari Fraksi Golkar Azis Syamsuddin pada Oktober 2020. Saat itu, Syahrial meminta bantuan Stepanus agar perkara dugaan jual beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai yang sedang diselidiki KPK tidak naik ke tahap Penyidikan dan tidak ditindaklanjuti oleh KPK.

Menindaklanjuti pertemuan itu, Stepanus memperkenalkan Syahrial kepada pengacara Maskur Husain untuk membantu permasalahannya. Stepanus Robin kemudian diduga bersepakat dengan Syahrial untuk menyiapkan uang sebesar Rp 1,5 miliar agar perkara dugaan jual beli jabatan di Tanjungbalai yang sedang ditangani KPK tidak berlanjut. Syahrial yang menyetujui permintaan kemudian mengirimkan uang secara transfer antar-rekening sebanyak 59 kali dan juga memberikan uang tunai dengan total mencapai Rp 1,3 miliar.

"Setelah uang diterima, SRP (Stepanus Robin Pattuju) kembali menegaskan kepada MS (M. Syahrial) dengan jaminan kepastian bahwa penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai tidak akan ditindaklanjuti oleh KPK," kata Firli.

Dari uang yang telah diterima oleh Stefanus dari Syahrial itu, sebesar Rp 325 juta dan Rp 200 juta lalu diberikan kepada Maskur Husain. Selain uang dari Stepanus, Maskur Husain juga diduga menerima uang dari pihak lain sekitar Rp 200 juta.

"Sedangkan SRP dari bulan Oktober 2020 sampai April 2021 juga diduga menerima uang dari pihak lain melalui transfer rekening bank atas nama RA sebesar Rp 438 juta," katanya.

Atas dugaan perbuatannya itu, Stepanus dan Maskur dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sedangkan Syahrial disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"KPK kembali menegaskan memegang prinsip zero tolerance dan tidak akan mentolelir setiap penyimpangan serta memastikan akan menindak pelaku korupsi tanpa pandang bulu," tegas Firli



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Puasa Bentengi Diri dari Hasutan dan Adu Domba

Dengan berpuasa insyaallah akan terhindar dari perbuatan-perbuatan yang tidak baik.

NASIONAL | 22 April 2021

Jokowi Sampaikan Tiga Poin pada KTT Perubahan Iklim

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim.

NASIONAL | 22 April 2021

Gagal Ginjal Diduga Jadi Penyebab Sastrawan Radhar Panca Dahana Meninggal

Radhar diduga meninggal akibat sakit gagal ginjal yang dideritanya.

NASIONAL | 22 April 2021

MFF Berikan Bantuan Pendidikan Anak SOS Senilai Rp 1,8 Miliar

Bantuan dana ini diberikan selama dua tahun untuk memenuhi kebutuhan dasar, pemenuhan gizi dan kesehatan serta pengadaan sanitasi yang layak bagi anak-anak.

NASIONAL | 22 April 2021

Hari Bumi, PSI Minta KLHK Revisi Target Emisi Nol

Mikhail Gorbachev Dom ajak pemerintah, sektor swasta dan masyarakat berkontemplasi soal bumi Indonesia yang sedang sakit.

NASIONAL | 22 April 2021

Sistem Pengelolaan Sampah Harus Lebih Bertanggung Jawab

Total produksi sampah nasional mencapai 67,8 juta ton pada 2020 dan itu berarti setiap hari penduduk Indonesia menghasilkan sekitar 185.753 ton sampah.

NASIONAL | 22 April 2021

Peringati Hari Bumi, Aeon Mall BSD City Bagi-bagi Tanaman Hias

Tanaman yang dibagikan berupa tanaman hias penghasil oksigen seperti Calathea, Krisan, Dracaena, Peace Lily, Lili Paris, dan Sirih Gading.

NASIONAL | 22 April 2021

Semangat RA Kartini, Jadikan Wanita Indonesia Mampu Setara Laki-laki

Semangat dan perjuangan Raden Adjeng (RA) Kartini patut diapresiasi dengan menjadikan wanita di Indonesia.

NASIONAL | 22 April 2021

Wapres Minta Aturan Wajib Tidaknya ASN Bayar Zakat Via Baznas Segera Diterbitkan

Ma'ruf Amin menyatakan peraturan mengenai wajib tidaknya Aparatur Sipil Negara (ASN) mengeluarkan zakat dan disalurkan lewat Baznas segera dikeluarkan.

NASIONAL | 22 April 2021

Moeldoko Kenang Ketangguhan Kru KRI Nanggala 402

Moeldoko menyebut dirinya menjadi saksi ketangguhan kru kapal selam KRI Nanggala-402 ketika menjabat Panglima TNI 8 tahun lalu.

NASIONAL | 22 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS