Logo BeritaSatu

Jadi Korban Perampasan Tanah, Keluarga Dosen IPB Minta Mafia Tanah Dihukum Berat

Selasa, 27 April 2021 | 18:52 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Keluarga guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Ing Mokoginta mendesak penyidik Polda Sulawesi Utara (Sulut) segera memeriksa 12 orang yang telah dilaporkan berkomplot merampas tanah mereka seluas 1,7 hektare di Gogagoman, Kotamobagu, Sulut. Mereka meminta agar para pelaku mafia tanah dihukum seberat-beratnya.

"Kami datang ke Polda untuk mengetahui perkembangan pemeriksaan laporan tindak pidana yang kami duga dilakukan oleh 12 orang, di antaranya sejumlah oknum Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kotamobagu," ujar Steven, kuasa hukum Mokoginta dalam keterangan yang diterima Selasa (27/4/2021).

Steven mengatakan, pihaknya yakin polisi tidak bermain-main dengan kasus ini. Sebab, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah tegas memerintahkan jajarannya untuk memberantas mafia tanah dan bekingnya. “Apalagi, bukti-bukti yang kami sampaikan sangat kuat ada tindak pidana dalam kasus ini,” ujarnya.

Sementara, Mokoginta berharap polisi dapat menjerat para terlapor dengan ancaman hukuman seberat-beratnya. Hal ini perlu dilakukan agar mafia tanah dan oknum BPN Kotamobagu tidak semena-mena membuat sertifikat atas tanah milik orang lain.

"Saya berharap kepada penyidik Polda Sulut, setelah laporan naik sidik, ada proses hukum selanjutnya. Ada tersangka yang dijerat dengan hukuman berat agar kami dapat keadilan," ujar Mokoginta saat acara buka puasa bersama Forum Korban Mafia Tanah Indonesia di Jalarta, Sabtu (24/4/2021).

Tanah keluarga dosen IPB seluas 1,7 ha di Gogahoman, Kotamobagu, Sulut, itu diduga telah dirampas oleh mafia tanah dan oknum BPN. Padahal, mereka sudah menang di pengadilan, mulai dari PTUN sampai peninjauan kembali di Mahkamah Agung, dan sertifikat turunan 2567 (surat tanah yang dibuat oknum BPN) tersebut sudah dibatalkan.

Namun, hingga kini, tanah tersebut masih dikuasai penyerobot. Padahal, bukti pidana perampasan tanah ini sangat kuat. Tidak ada jual beli, namun tanah SHM Nomor 98 tahun 1978 yang tertulis berasal dari tanah adat tiba-tiba terbit sertifikat pada 2009 dengan nomor 2567. Dalam sertifikat 2567 tersebut tertulis bahwa tanah itu berasal dari tanah negara.

Dosen IPB itu mengungkapkan, banyak kasus tumpang tindih sertifikat di Kotamobagu. Kasus perampasan tanah milik keluarganya hanya salah satu contoh. Keluarga Mokoginta sudah melaporkan 12 orang yang diduga terlibat pemalsuan dokumen sehingga menjadi sertifikat di atas tanah milik keluarganya.

Di antara pihak terlapor ada oknum kelurahan, oknum BPN, dan istri seorang pengusaha di Manado. Menurutnya, jika kasus pemalsuan surat tanah ini dibiarkan berlarut dan tidak ada yang ditetapkan sebagai tersangka, maka mafia tanah akan merajalela dan banyak rakyat kecil yang menjadi korban.

Ketua FKMTI Supiardi Kendi Budiardjo mengatakan, kasus yang menimpa dosen IPB itu membuktikan mafia tanah masih bisa bebas berkeliaran menguasai hak tanah orang lain meskipun sudah kalah di pengadilan. Karena itu, FKMTI mendesak Presiden Jokowi untuk memimpin langsung penyelesaian kasus perampasan tanah yang merugikan rakyat banyak dan hanya menguntungkan oknum BPN dan mafia tanah.

Menurutnua, cara yang efektif adalah dengan adu data secara terbuka proses kepemilikan tanah hingga terbit sertifikat. "Ibu profesor sudah menang di pengadilan sampai tingkat MA dan PK, tetapi tanahnya masih dikuasai mafia. Seharusnya ada tindak pidana. Cukup adu data secara terbuka," ujarnya.

Budiardjo mengatakan, tanah seluas 1 ha di Cengkareng miliknya juga jadi sasaran mafia perampas Tanah. Budi sudah melapor ke polisi atas pemukulan dan hilangnya 5 kontainer di atas tanahnya. Contoh lain, tanah dengan SHM milik Robert Sudjasmin di Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang dibeli dari negara dengan nomor lelang 338 juga dikuasai oleh pihak lain.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tersangka Dirut PT LIB Sempat Sesalkan Tragedi Kanjuruhan

Salah satu pihak yang ditetapkan sebagai tersangka pada tragedi Kanjuruhan yakni Direktur Utama (Dirut) PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita

NEWS | 6 Oktober 2022

Kapolri: Ini Penyebab Banyak Korban pada Tragedi Kanjuruhan

Kapolri menyebutkan banyak korban tewas pada tragedi Kanjuruhan karena pintu stadion terkunci dan tidak ada petugas yang berjaga.

NEWS | 6 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Polisi Tetapkan 6 Tersangka

Sebanyak enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka terkait tragedi Kanjuruhan pascakericuhan di Stadion Kanjuruhan

NEWS | 6 Oktober 2022

Komnas Perempuan: Pencegahan KDRT Harus Dilakukan secara Sistematik

Komnas Perempuan untuk melakukan pencegahan terhadap kekerasan dalam rumah tangga KDRT harus dilakukan secara sistematik

NEWS | 6 Oktober 2022

Perkara Korupsi Helikopter AW-101 Tunggu Jadwal Sidang

Perkara dugaan korupsi Helikopter AW-101 kini tinggal menunggu jadwal untuk disidangkan. 

NEWS | 6 Oktober 2022

Jelang Puncak G-20, Mendagri Tinjau Pembangunan TPST Kesiman Kertalangu

Mendagri berharap, pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Kesiman Kertalangu rampung pada akhir Oktober 2022.

NEWS | 6 Oktober 2022

Kemenag: Moderasi Beragama di Indonesia Dilirik Bangsa Lain

Kemenag menyatakan, saat ini moderasi beragama yang dipraktikkan oleh Indonesia telah dilirik oleh bangsa asing sebagai solusi mempererat keberagaman.

NEWS | 6 Oktober 2022

BPBD: 17 Jalan Tergenang dan 41 RT Terdampak Banjir Jakarta

Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan, sebanyak 17 ruas jalan tergenang dan 41 RT terdampak banjir Jakarta

NEWS | 6 Oktober 2022

Dana Desa Bisa untuk Atasi Susah Sinyal di Pelosok Kaltim

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar menyarankan agar dana desa digunakan untuk memudahkan masyarakat desa mengakses internet di Kalimantan Timur (Kaltim).

NEWS | 6 Oktober 2022

Kapolres Belum Terima Laporan Korban Hilang di MTsN 19

Polres Metro Jakarta Selatan belum menerima adanya laporan orang hilang di lokasi tembok MTSn 19 Pondok Labu, Cilandak yang ambruk akibat banjir.

NEWS | 6 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Daftar Korban Meninggal Kanjuruhan


# Jilat Kue HUT TNI


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kuningan City Mall Akan Gelar Jakarta Kulinary Edition

Kuningan City Mall Akan Gelar Jakarta Kulinary Edition

LIFESTYLE | 7 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings