Jadi Korban Perampasan Tanah, Keluarga Dosen IPB Minta Mafia Tanah Dihukum Berat
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Jadi Korban Perampasan Tanah, Keluarga Dosen IPB Minta Mafia Tanah Dihukum Berat

Selasa, 27 April 2021 | 18:52 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Keluarga guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Ing Mokoginta mendesak penyidik Polda Sulawesi Utara (Sulut) segera memeriksa 12 orang yang telah dilaporkan berkomplot merampas tanah mereka seluas 1,7 hektare di Gogagoman, Kotamobagu, Sulut. Mereka meminta agar para pelaku mafia tanah dihukum seberat-beratnya.

"Kami datang ke Polda untuk mengetahui perkembangan pemeriksaan laporan tindak pidana yang kami duga dilakukan oleh 12 orang, di antaranya sejumlah oknum Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kotamobagu," ujar Steven, kuasa hukum Mokoginta dalam keterangan yang diterima Selasa (27/4/2021).

Steven mengatakan, pihaknya yakin polisi tidak bermain-main dengan kasus ini. Sebab, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah tegas memerintahkan jajarannya untuk memberantas mafia tanah dan bekingnya. “Apalagi, bukti-bukti yang kami sampaikan sangat kuat ada tindak pidana dalam kasus ini,” ujarnya.

Sementara, Mokoginta berharap polisi dapat menjerat para terlapor dengan ancaman hukuman seberat-beratnya. Hal ini perlu dilakukan agar mafia tanah dan oknum BPN Kotamobagu tidak semena-mena membuat sertifikat atas tanah milik orang lain.

"Saya berharap kepada penyidik Polda Sulut, setelah laporan naik sidik, ada proses hukum selanjutnya. Ada tersangka yang dijerat dengan hukuman berat agar kami dapat keadilan," ujar Mokoginta saat acara buka puasa bersama Forum Korban Mafia Tanah Indonesia di Jalarta, Sabtu (24/4/2021).

Tanah keluarga dosen IPB seluas 1,7 ha di Gogahoman, Kotamobagu, Sulut, itu diduga telah dirampas oleh mafia tanah dan oknum BPN. Padahal, mereka sudah menang di pengadilan, mulai dari PTUN sampai peninjauan kembali di Mahkamah Agung, dan sertifikat turunan 2567 (surat tanah yang dibuat oknum BPN) tersebut sudah dibatalkan.

Namun, hingga kini, tanah tersebut masih dikuasai penyerobot. Padahal, bukti pidana perampasan tanah ini sangat kuat. Tidak ada jual beli, namun tanah SHM Nomor 98 tahun 1978 yang tertulis berasal dari tanah adat tiba-tiba terbit sertifikat pada 2009 dengan nomor 2567. Dalam sertifikat 2567 tersebut tertulis bahwa tanah itu berasal dari tanah negara.

Dosen IPB itu mengungkapkan, banyak kasus tumpang tindih sertifikat di Kotamobagu. Kasus perampasan tanah milik keluarganya hanya salah satu contoh. Keluarga Mokoginta sudah melaporkan 12 orang yang diduga terlibat pemalsuan dokumen sehingga menjadi sertifikat di atas tanah milik keluarganya.

Di antara pihak terlapor ada oknum kelurahan, oknum BPN, dan istri seorang pengusaha di Manado. Menurutnya, jika kasus pemalsuan surat tanah ini dibiarkan berlarut dan tidak ada yang ditetapkan sebagai tersangka, maka mafia tanah akan merajalela dan banyak rakyat kecil yang menjadi korban.

Ketua FKMTI Supiardi Kendi Budiardjo mengatakan, kasus yang menimpa dosen IPB itu membuktikan mafia tanah masih bisa bebas berkeliaran menguasai hak tanah orang lain meskipun sudah kalah di pengadilan. Karena itu, FKMTI mendesak Presiden Jokowi untuk memimpin langsung penyelesaian kasus perampasan tanah yang merugikan rakyat banyak dan hanya menguntungkan oknum BPN dan mafia tanah.

Menurutnua, cara yang efektif adalah dengan adu data secara terbuka proses kepemilikan tanah hingga terbit sertifikat. "Ibu profesor sudah menang di pengadilan sampai tingkat MA dan PK, tetapi tanahnya masih dikuasai mafia. Seharusnya ada tindak pidana. Cukup adu data secara terbuka," ujarnya.

Budiardjo mengatakan, tanah seluas 1 ha di Cengkareng miliknya juga jadi sasaran mafia perampas Tanah. Budi sudah melapor ke polisi atas pemukulan dan hilangnya 5 kontainer di atas tanahnya. Contoh lain, tanah dengan SHM milik Robert Sudjasmin di Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang dibeli dari negara dengan nomor lelang 338 juga dikuasai oleh pihak lain.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dewas Segera Periksa Pelanggaran Etik Penyidik KPK Jadi Tersangka Suap

Dewas KPK bakal segera melakukan pemeriksaan pelanggaran etik yang diduga dilakukan penyidik KPK dari unsur Polri, Stepanus Robin Pattuju.

NASIONAL | 27 April 2021

Pakar: Kekerasan yang Dilakukan KKB di Papua Masuk Perspektif Terorisme

Komnas HAM harus menilai objektif dan menyatakan bahwa tindakan KKB Papua dengan pola terorisme yang sistematis itu sebagai pelanggaran HAM berat.

NASIONAL | 27 April 2021

Kubu Moeldoko Kembali Tak Hadir, Sidang Gugatan AD/ART Demokrat Ditunda Lagi

Sidang ditunda selama sepekan lantaran Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang dengan Ketua Umum Moeldoko selaku pihak penggugat kembali tidak hadir.

NASIONAL | 27 April 2021

Munarman Ditangkap, Bekas Kantor FPI Digeledah

Polisi saat ini sedang melakukan penggeledahan di bekas kantor FPI, di wilayah Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

NASIONAL | 27 April 2021

Geledah Petamburan, Munarman Dibawa ke Polda Metro

Ada tiga hal yang diduga melibatkan Munarman yakni kasus baiat terhadap ISIS di UIN Jakarta, kasus baiat ISIS di Makasar, dan mengikuti baiat ISIS di Medan,

NASIONAL | 27 April 2021

Munarman Dicokok Densus Antiteror, Polri: Terkait Jaringan Makassar

Munarman disangka menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme

NASIONAL | 27 April 2021

Pengadaan Sistem Persenjataan Indonesia Rawan Dikorupsi

Korupsi di sektor pertahanan Indonesia berada di peringkat dua dari bawah.

NASIONAL | 27 April 2021

Eks Sekum FPI Munarman Ditangkap di Rumahnya

Munarma ditangkap di rumahnya pukul 15.35 WIB.

NASIONAL | 27 April 2021

Kasus Terorisme, Munarman Dicokok Densus Antiteror

ensus Antiteror menangkap Munarman di kediamannya, di kawasan Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan.

NASIONAL | 27 April 2021

Penyekatan Mudik di Karawang, 2.000 Personel Gabungan Diturunkan

2.000 personel gabungan diturunkan untuk melakukan pengamanan arus mudik Lebaran di 15 titik penyekatan wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

NASIONAL | 27 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS