Siti Nurbaya: Keterpaduan Implementasi Multiusaha Kehutanan dan NEK Perlu Diintegrasikan
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Siti Nurbaya: Keterpaduan Implementasi Multiusaha Kehutanan dan NEK Perlu Diintegrasikan

Jumat, 30 April 2021 | 09:14 WIB
Oleh : Jeis Montesori / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengingatkan tentang pentingnya keterpaduan dalam implementasi perizinan multiusaha kehutanan dan nilai ekonomi karbon (NEK) yang perlu dikelola dan diintegrasikan dengan lebih tepat ke depan. Hal ini, katanya, merupakan salah satu tantangan bagi para pengusaha di bidang kehutanan.

“Selain kinerja bisnis kehutanan yang lebih baik dan berkelanjutan, mereka (pengusaha kehutanan) didorong sekaligus dapat mendukung upaya-upaya pencapaian target mitigasi perubahan iklim dalam komitmen NDC (Nationally Determined Contributions),“ kata Siti Nurbaya pada Dialog ”Strategi dan Aksi Mitigasi Sektor Kehutanan untuk Pemenuhan Target NDC dan Pemanfaatan Nilai Ekonomi Karbon”, yang digelar Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) secara virtual, Kamis (29/4/2021).

Pengaturan perizinan berusaha dalam UU 11/2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah (PP) 23/2021 tentang Penyelenggaraan Kehutanan serta regulasi turunannya, kata Siti Nurbaya, memungkinkan para pelaku usaha melakukan pengembangan multiusaha kehutanan.

"Pengembangan diversifikasi usaha di sektor kehutanan ini mengintegrasikan pemanfaatan kawasan, hasil hutan kayu, dan hasil hutan bukan kayu," kata Siti Nurbaya.

Selain itu, pemanfaatan jasa lingkungan dalam model multiusaha kehutanan dapat menjadi bagian dari aksi mitigasi perubahan iklim dari sektor kehutanan berbasis lahan. Kontribusi pemegang perizinan berusaha dalam upaya mitigasi perubahan iklim dapat dilakukan melalui kegiatan yang dapat mengurangi emisi sertameningkatkan serapan karbon dan/atau konservasi cadangan karbon.

“Pemegang usaha pengelolaan kehutanan diberikan keleluasaan yang lebih baik serta bertanggung jawab untuk melakukan transformasi dari perizinan pemanfaatan hasil hutan, pengusahaan pemanfaatan jasa lingkungan dalam bentuk penyerapan dan penyimpanan karbon yang lebih terintegrasi dengan bentuk pengusahaan lainnya dengan model perizinan multi usaha,” kata Siti Nurbaya.

Dalam peraturan pemerintah tersebut, kata Siti, secara jelas pemerintah mendorong para pengusaha perhutanan tidak lagi berbisnis secara tunggal. Tetapi didorong untuk berkontribusi lebih besar dalam aspek lain secara lebih luas yaitu penguatan dan dukungan dalam mitigasi perubahan iklim, termasuk kaitannya dengan rencana penerapan NEK.

“Tentu hal ini harus dikelola dengan baik dan benar, sehingga dapat memberikan added value bagi pengelolaan kehutanan di Indonesia, menerapkan kesempatan dan peluang dalam perizinan multiusaha, serta adanya insentif yang ditimbulkan dari penerapan nilai ekonomi karbon,” tutur Siti Nurbaya.

Kontribusi Pemegang Perizinan
Sementara Ketua APHI Indroyono Soesilo menyampaikan tentang model multiusaha kehutanan khususnya yang terkait dengan pemanfaatan jasa lingkungan, potensial menjadi bagian dari aksi mitigasi kehutanan berbasis lahan dalam rangka mendukung pencapaian target NDC Indonesia.

Kontribusi pemegang perizinan berusaha dalam upaya mitigasi perubahan iklim, katanya, dapat dilakukan dalam bentuk antara lain penerapan prinsip pengelolaan hutan lestari, perpanjangan siklus pemanenan, pengayaan, perlindungan dan pengamanan hutan serta perlindungan keanekaragaman hayati.

"Dari hasil aksi mitigasi tersebut, terbuka peluang bagi pemegang Perizinan Berusaha untuk memperoleh insentif berupa pemanfaatan nilai ekonomi karbon," katanya.

Selanjutnya, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan perhitungan lebih detail untuk aksi mitigasi di setiap pemegang izin dan potensi penurunan emisinya. Selain itu, APHI akan menyelenggarakan empat batch pelatihan lingkup pemegang izin, untuk perhitungan potensi penurunan emisi dari aksi mitigasi serta Nilai Ekonomi Karbonnya.

“Melalui pelatihan ini, pemegang izin dapat secara mandiri merencanakan aksi mitigasi dan menghitung potensi penurunan emisinya pada tingkat tapak,” katanya.

Turut hadir sebagai pembicara pada sesi dialog Plt Dirjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) Bambang Hendroyono dan Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Laksmi Dhewanthi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tumpas KKB, Perlu Intelijen yang Kuat

Rahmat menyarankan, sebelum mampu menumpas hingga ke akar-akarnya, lebih baik rangkul rakyat di sekitar lokasi agar seksama melihat gerak-gerik KKSB.

NASIONAL | 30 April 2021

Keluarga Prajurit KRI Nanggala 402 Diterima Bekerja di Kementerian Sosial

Risma menyatakan, kesempatan mendapatkan pekerjaan juga terbuka bagi keluarga prajurit KRI Nanggala 402 lainnya.

NASIONAL | 30 April 2021

Hujan Lebat Disertai Kilat dan Angin Kencang Diprakirakan Terjadi di 20 Wilayah Indonesia

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara pada umumnya bergerak dari timur laut hingga timur dengan dengan kecepatan berkisar 5-15 knot.

NASIONAL | 30 April 2021

Ini Penjelasan Pakar soal Fenomena Alam Pascabencana Siklon Seroja di NTT

Bencana badai Siklon Tropis Seroja di NTT mengubah kondisi tata air permukaan seperti munculnya mata air, danau, dan gundukan menyerupai pulau.

NASIONAL | 30 April 2021

Memiles Bantu Belajar Pengusaha UMKM dengan Gelar Entrepreneur Day

Perusahaan aplikasi iklan di Indonesia dengan produk bernama Memiles berupaya membantu mempromosikan produk UMKM melalui iklan digital.

NASIONAL | 29 April 2021

Pakar: PelabelanTeroris pada KKB Melegitimasikan Musuh Bersama

pelabelan teroris terhadap KKB Papua mengesahkan kepada semua pihak untuk bersatu memberantas secara cepat, tegas, terukur dan tuntas.

NASIONAL | 29 April 2021

LAN Selenggarakan Laboratorium Inovasi di Lombok Utara dan Kepulauan Tanimbar

LAN terus berupaya mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) mengakselerasi inovasi sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pemerintahan

NASIONAL | 29 April 2021

BMKG: Waspada Potensi Siklon Tropis April-Mei dan November-Desember

Menurutnya, sejak 2008 terdapat 11 siklon tropis yang sangat dekat dengan Indonesia.

NASIONAL | 29 April 2021

Majalah MIX Marcomm Gelar Penghargaan Indonesia MarComm & CorComm Dream Team 2021

Majalah MIX MarComm untuk pertama kalinya menggelar program “Indonesia MarComm & CorComm Dream Team 2021”.

NASIONAL | 29 April 2021

Gunung Merapi Luncurkan Guguran Awan Panas Sejauh 2 km

Guguran lava dan awan panas Gunung Merapi diperkirakan bisa berdampak ke wilayah sektor selatan-barat daya.

NASIONAL | 29 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS