Puncak Mudik Diperkirakan Terjadi 5 Mei
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Puncak Mudik Diperkirakan Terjadi 5 Mei

Selasa, 4 Mei 2021 | 14:11 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Pemudik diperkirakan akan memanfaatkan waktu pulang ke kampung halaman dua hari sebelum kebijakan larangan mudik diberlakukan pada 6-17 Mei 2021. Puncak arus mudik diprediksi akan terjadi besok, Rabu (5/5/2021).

"Puncak mudik menurut pandangan atau pendapat saya sebelum larangan mudik tanggal 5 Mei 2021. Kepadatan akan terjadi selama dua hari sebelum tanggal 6 Mei," ujar pemerhati masalah transportasi Budiyanto, kepada Beritasatu.com, Selasa (4/5/2021).

Dikatakan Budiyanto, larangan mudik memang secara resmi baru akan diberlakukan tanggal 6 Mei sampai dengan 17 Mei.

"Namun sayangnya para pemudik sudah lebih awal memanfaatkan waktu sebelum libur untuk pulang kampung. Walaupun ada perluasan atau pengetatan bagi mereka yang mudik awal harus dapat menunjukan hasil rapid antigen negatif dan pengetesan GeNose, hal ini tidak menjadi penghalang mereka untuk tetap mudik. Mereka menggunakan sarana transportasi baik angkutan umum, mobil pribadi maupun sepeda motor dengan berbagai cara untuk menghindari pemeriksaan dari petugas," ungkapnya.

Menyoal apa langkah antisipasi yang harus dilakukan polisi dan stakeholder lain apabila terjadi kemacetan, Budiyanto mengatakan, perlu penjagaan dan pengaturan yang sinergi antara jalan arteri dengan jalan tol. Jika perlu dipersiapan penahapan antisipasi situasi lalu lintas dari mulai situasi normal, situasi macet sampai dengan situasi kontinjensi.

"Situasi normal lakukan penjagaan dan pengaturan di tempat-tempat yang sudah dipersiapkan pos-pos pantau atau pos jaga. Kalau ada perkembangan terjadi kemacetan, lakukan cara-cara kombinasi antara penjaga yang stasioner dan petugas yang mobile atau patroli. Lalu gunakan media terutama elektronik untuk memastikan dan menyampaikan perkembangan situasi lalin secara real time kepada masyarakat sehingga masyarakat mengetahui dan dapat memilih jalan alternatif yang tidak macet," katanya.

Budiyanto meminta polisi untuk mengoperasionalkan National Traffic Management Center (NTMC) dan Regional Traffic Management Center (RTMC) sebagai pusat komando, kendali dan komunikasi serta informasi untuk dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang situasi lalu lintas yang terjadi. NTMC dan RTMC juga bisa mengendalikan petugas di lapangan secara efektif dan efisien.

"Sehingga lalu lintas tetap kondusif dan aktivitas masyarakat berjalan normal," jelasnya.

Menurut Budiyanto, apabila terjadi situasi kontijensi kendaraan macet total, petugas dapat menggunakan rekayasa buka-tutup arus lalu lintas di jalan tol dan non-tol.

"Kemudian contra flow dengan melihat situasi ruas jalan yang terjadi kepadatan dan cara sistem satu arah (SSA). Cara ini dapat digunakan sesuai dengan perkembangan yang ada. Dalam situasi seperti ini peran NTMC dan RTMC harus lebih diaktifkan. Semua stakeholders yang bertanggung jawab di bidang lalu lintas dan angkutan jalan harus berperan sesuai dengan kapasitas bidang tugasnya," katanya.

Sementara itu, Budiyanto menyampaikan, masyarakat yang belum berkesempatan mudik kemungkinan tetap akan berusaha pulang kampung dengan mencari titik lemah petugas, pada waktu larangan mudik tanggal 6 sampai 17 Mei.

"Seperti menggunakan jalan-jalan tikus, naik kendaraan secara estafet, mencari titik lelah petugas dan dengan menggunakan cara-cara ekstrem naik mobil boks, sewa travel, naik mobil derek, dan sebagainya. Titik lemah pada manajemen operasional biasanya pada pengawasan yang memungkinkan petugas lengah dan terjebak pada situasi rutinitas. Perketat pengawasan secara berjenjang sehingga petugas dalam situasi apapun tetap ready untuk memberikan kepastian pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

“Jejak dari Rantau”, Buku Biografi Mini Tokoh-tokoh Inspiratif Asal NTT

Ada belasan sosok beragam latar belakang profesi ditulis dalam buku setebal 200 lebih halaman tersebut.

NASIONAL | 4 Mei 2021

BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi 6 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia

Potensi gelombang dengan kategori sangat tinggi 4-6 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah dan Samudra Hindia selatan Jawa Timur.

NASIONAL | 4 Mei 2021

Tim Evakuasi Belum Berhasil Angkat Bagian Besar KRI Nanggala 402

Diakui, dalam melakukan evakuasi, tim juga sangat hati-hati. Apalagi diketahui masih ada torpedo aktif yang ikut tenggelam bersama kapal.

NASIONAL | 4 Mei 2021

Evakuasi KRI Nanggala 402, TNI AL Libatkan SKK Migas dan Tiongkok

Selain melibatkan kapal milik SKK Migas, upaya evakuasi juga terus dilakukan TNI AL dengan melibatkan Tiongkok.

NASIONAL | 4 Mei 2021

MK Mengabulkan Parpol di Parlemen Diverifikasi secara Administrasi untuk Jadi Peserta Pemilu 2024

pemohon merasa dirugikan dengan adanya ketentuan dalam Pasal 173 ayat (1) UU a quo, yang mengharuskan verifikasi ulang untuk menjadi peserta Pemilu berikutnya.

NASIONAL | 4 Mei 2021

ICW Sebut Tes Wawasan Kebangsaan Dirancang untuk Tak Loloskan Novel Baswedan

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana menyebut tes wawasan kebangsaan telah dirancang sejak awal untuk menyingkirkan Novel Baswedan Cs dari KPK.

NASIONAL | 4 Mei 2021

Asrena Kasal: Banyak yang Mengawaki Kapal Selam, Tidak Ada yang Sakit

Sebelumnya dikabarkan mantan Komandan KRI Nanggala 402, Kolonel Iwa Kartiwa, sakit keras akibat radiasi serbuk besi dari kapal selam.

NASIONAL | 4 Mei 2021

Viral di Media, Mantan Komandan KRI Cakra Bantah Kabar Sakit Keras karena Radiasi Kapal Selam

Iwa membantah segala kabar yang menyebut dirinya sakit keras akibat radiasi serbuk besi dari kapal selam saat menjalanka tugasnya.

NASIONAL | 4 Mei 2021

Novel Baswedan Sudah Dengar Kabar Soal Tak Lolos Tes ASN di KPK

Berdasarkan informasi terdapat 75 pegawai KPK, termasuk Novel Baswedan yang disebut tidak lolos tes wawasan kebangsaan.

NASIONAL | 4 Mei 2021

Puluhan Pegawai KPK Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan, Ada Nama Novel Baswedan?

"Ada nama Novel Baswedan yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan," kata sumber Beritasatu.com.

NASIONAL | 4 Mei 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS