Jadi Tersangka KPK, Petinggi Bank Panin Diduga Suap Eks Pejabat Pajak Rp 25 Miliar
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Jadi Tersangka KPK, Petinggi Bank Panin Diduga Suap Eks Pejabat Pajak Rp 25 Miliar

Selasa, 4 Mei 2021 | 21:42 WIB
Oleh : Fana F Suparman / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Angin Prayitno Aji selaku Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak periode 2016-2019 sebagai tersangka kasus dugaan suap pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu).

Selain, Angin Prayitno Aji dalam kasus yang sama KPK juga menetapkan Dadan Ramdani selaku Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan pada Ditjen Pajak sebagai tersangka.

Tidak hanya itu, dalam kasus ini, KPK juga menjerat Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi selaku konsultan pajak PT Gunung Madu Plantations; Veronika Lindawati selaku kuasa wajib pajak PT Bank Pan Indonesia atau Bank Panin; dan Agus Susetyo selaku konsultan pajak terkait pemeriksaan pajak PT Jhonlin Baratama.

Veronika Lindawati diketahui memegang beberapa jabatan di perusahaan grup Panin. Sejak 2010 hingga sekarang, dia tercatat sebagai Komisaris PT Paninkorp, Komisaris PT Panin Investment (2010-sekarang), Komisaris Independen PT Clipan Finance Indonesia Tbk (2007 sampai sekarang), dan Financial Controller PT Wisma Jaya Artek (2002-sekarang). Dia mengawali kariernya sebagai head of book keeping PT Bank Panin Tbk pada 1995-1997.

Dalam konstruksi perkara yang disampaikan Ketua KPK, Firli Bahuri, Veronika diduga memberikan suap sebesar SGD 500 ribu atau sekitar Rp 5,39 miliar dengan kurs Rp 10.796 dari total komitmen sebesar Rp 25 miliar.

Suap puluhan miliar itu diberikan lantaran Angin dan Dadan membantu mengurus pemeriksaan PT Bank Pan Indonesia Tbk atau Bank Panin untuk tahun pajak 2016.

Dalam melakukan pemeriksaan itu, Angin bersama Dadan diduga menyetujui, memerintahkan, dan mengakomodir jumlah kewajiban pembayaran pajak yang disesuaikan dengan keinginan dari wajib pajak atau pihak yang mewakili wajib pajak.

"Pemeriksaan perpajakan juga tidak berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku," kata Firli dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (4/5/2021).

Selain menerima suap dari Veronika terkait pemeriksaan pajak Bank Panin, Angin dan Dadan juga diduga menerima suap terkait pemeriksaan pajak PT Gunung Madu Plantations untuk tahun pajak 2016, dan PT Jhonlin Baratama untuk tahun pajak 2016 dan 2017.

Terkait hasil pemeriksaan pajak untuk tiga wajib pajak itu, Angin Prayitno Aji dan Dadan diduga menerima suap dari Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi sebagai perwakilan PT Gunung Madu Plantations sebesar Rp 15 miliar pada periode Januari hingga Februari 2018.

Angin dan Dadan juga diduga menerima suap sebesar total SGD 3 juta yang diserahkan oleh Agus Susetyo sebagai perwakilan PT Jhonlin Baratama pada kurun waktu bulan Juli-September 2019.

Firli memastikan, penyidikan kasus dugaan suap ini tidak akan berhenti dengan menetapkan enam orang sebagai tersangka. Ditekankan, tim penyidik akan terus mengembangkan dan mengusut kasus ini. Tak tertutup kemungkinan, dari pengembangan tersebut, KPK akan menetapkan tersangka baru atau bahkan menerapkan pasal pencucian uang.

"Kenapa saya katakan awal ? Saat ini kita mengusut kasus suap terkait penerimaan hadiah atau janji tetapi tadi disampaikan apakah kita berhenti di sini tentu tidak, karena tindak pidana korupsi harus buktikan suap dan bagian korupsinya sekaligus kita lihat apakah tindak pidana lain yaitu tindak pidana pencucian uang," tegas Firli.

Namun, Firli meminta seluruh pihak untuk bersabar menunggu proses penyidikan. Dikatakan, pihaknya harus berhati-hati untuk menetapkan tersangka baru kasus ini. "Kami hati-hati dalam menetapkan tersangka. Penegakan hukum tidak boleh melanggar HAM," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ratusan Pemudik Terpantau Padati Stasiun Kiaracondong Bandung

Ratusan pemudik mulai memadati Stasiun Kiaracondong Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/5/20210)

NASIONAL | 4 Mei 2021

Ini Alasan MK Batalkan Izin Tertulis Dewas untuk Penyadapan dan Penggeledahan

MK batalkan kewenangan Dewas KPK untuk memberikan izin tertulis kepada pimpinan KPK ketika hendak melakukan penyadapan, penggeledahan dan penyitaan.

NASIONAL | 4 Mei 2021

Kemdikbudristek: 407.000 Sekolah dan 56 Juta Siswa Terdampak Pandemi

Kemdikbudristek menyatakan jumlah sekolah yang terdampak Covid-19 di Indonesia sebanyak 407.000 sekolah dan 3,4 juta guru serta 56 juta siswa.

NASIONAL | 4 Mei 2021

Peningkatan Kesejahteraan Awak Kapal Perikanan Dinilai Mendesak

Jumlah awak kapal perikanan (AKP) di Indonesia, termasuk nelayan buruh, diperkirakan mencapai 2 juta orang.

NASIONAL | 4 Mei 2021

Dukung Larangan Mudik, Jasa Marga Kendalikan Transportasi di Jalan Tol

Jasa Marga siap mendukung kebijakan Pemerintah meniadakan mudik pada Hari Raya Idulfitri 1442 H dengan memberlakukan pengendalian transportasi di jalan tol.

NASIONAL | 4 Mei 2021

Tertangkap Tangan, Pencuri Ponsel di Bogor Babak Belur Diamuk Massa

Tertangkap tangan mencuri telepon selular (ponsel) di dalam rumah warga Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi, pelaku NR (34) babak belur diamuk massa.

NASIONAL | 4 Mei 2021

Larangan Mudik, Bupati Bogor Minta Para Camat Proaktif

Ade Yasin meminta agar aparat wilayah kecamatan agar proaktif mengedukasi dan pengawasan terkait larangan mudik.

NASIONAL | 4 Mei 2021

Temui Kapolri, Menkominfo Bahas Sinergi Pembangunan Infrastruktur TIK

Menkominfo bertemu Kapolri guna membahas sinergi guna membangun dan menjaga infrastruktur TIK agar lebih merata di seluruh Indonesia.

NASIONAL | 4 Mei 2021

Soal Penyadapan, Penggeledahan, dan Penyitaan, MK: KPK Tak Perlu Izin ke Dewas

MK mencabut kewenangan Dewas KPK terkait izin tertulis soal penyadapan, penggeledahan dan penyitaaan.

NASIONAL | 4 Mei 2021

BPBD: Luncuran Awan Panas Sinabung Teramati dengan Jarak 1.000 Meter

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara kembali mengalami erupsi pada Selasa pukul 06.00 WIB.

NASIONAL | 4 Mei 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS