Komnas HAM: Pemerintah Harus Buka Ruang Dialog kepada Masyarakat Papua
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Komnas HAM: Pemerintah Harus Buka Ruang Dialog kepada Masyarakat Papua

Jumat, 7 Mei 2021 | 16:36 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah diharapkan dapat membuka ruang pintu dialog seluas-luasnya dalam menyikapi eskalasi kekerasan di Papua. Jika tidak maka eskalasi kekerasan di Papua akan terus berlanjut dan tidak akan pernah selesai.

"Kami mendorong pemerintah membuka dialog sebagai strategi penyelesaian siklus kekerasan Papua," kata Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, dalam diskusi yang digelar LP3ES bertajuk "Mengkaji Penyematan Label Teroris Kepada KKB Papua: Solusi atau Masalah?", di Jakarta, Jumat (7/5/2021).

Selain membuka pintu dialog, dijelaskan Beka, dalam menyikapi konflik di Papua, Komnas memang sudah memberikan rekomendasi kepada pemerintah. Di antaranya seperti memastikan agar proses penegakkan hukum juga berjalan secara fair dan transparan, kepada semua pihak yang diduga bermasalah.

"Kemudian juga harus menjalankan mekanisme dalam UU Otonomi Khusus (Otsus) untuk penyelesaian kasus pelanggaran HAM masa lalu dan membangun kebijakan dan mekanisme pemulihan korban pelanggaran ham (berat), trauma, relasi sosial, ekonomi, dan lain-lain," ucapnya.

Menurut Beka, penyematan kelompok teroris kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua juga tidak tepat. Seharusnya pemerintah dapat lebih berhati-hati atas penyematan status tersebut.

"Sikap Komnas HAM sudah jelas ketika Mahfud MD mengumumkan status teroris. Komnas langsung tidak setuju penyematan status teroris itu. Kita harus berhati-hati betul penyematan teroris ini, dengan mempertimbangkan efek di dalam maupun luar negeri," ucapnya.

Dirinya mengingatkan, selama ini komitmen Indonesia dalam menjunjung tinggi HAM sudah cukup baik. Jangan sampai penyematan status tersebut malah berimplikasi pada kekerasan dan merusak komitmen tersebut.

"Saya mencatat ada situasi umum di Papua yang bisa dilihat, seperti siklus kekerasan yang tidak pernah berhenti. Daftar kekerasan di Papua sudah sangat banyak. Kita harus melihat Papua ini bukan soal kekerasan, tetapi memang ada stigmatisasi dan diskriminasi," ujarnya



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemdagri Minta Daerah Lakukan Percepatan Penerapan SPM Trantibumlinmas

ASN di daerah diminta melakukan percepatan penerapan standar pelayanan minimal dalam bidang ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat.

NASIONAL | 7 Mei 2021

Kontak Tembak TNI-Polri dengan KKB Buat Warga Mengungsi

Kapolda Papua mengakui bahwa kontak tembak antara kelompok kriminal bersenjata (KKB ) dengan anggota TNI-Polri di Ilaga mengakibatkan warga setempat mengungsi.

NASIONAL | 7 Mei 2021

Arteria Minta Permenperin 3/2021 Ditinjau Ulang

Legislator PDI Perjuangan Arteria Dahlan meminta Permenperin Nomor 3 Tahun 2021 ditinjau ulang karena banyak merugikan UMKM dan industri mamin di Jawa Timur.

NASIONAL | 7 Mei 2021

Warga Nekad Mudik Lebaran, Pemerintah Siapkan 381 Pos Penyekatan

Pemerintah memperkirakan masih ada sekitar 17,2 juta atau 7% warga yang nekat mu dik pada masa lebaran 2021 ini.

NASIONAL | 7 Mei 2021

648 Kendaran Diputar Balik di Tol Jakarta-Cikampek

Dari 648 kendaraan yang diputar balik di Tol Jakarta-Cikampek, 88% diantaranya merupakan kendaraan pribadi dan 12% kendaraan penumpang.

NASIONAL | 7 Mei 2021

Aqua dan Sekolah.mu Hadirkan Edukasi Digital “Sampahku, Tanggung Jawabku” bagi Siswa SD

Aqua bekerja sama dengan wadah edukasi digital, Sekolah.mu, meluncurkan program belajar “Sampahku, Tanggung Jawabku” (Samtaku) dalam format digital.

NASIONAL | 7 Mei 2021

PA GMNI: Pendidikan dan Ristek Kunci Peradaban

Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) menilai pendidikan, riset dan teknologi memegang peran kunci dalam pembangunan peradaban.

NASIONAL | 7 Mei 2021

Azis Syamsuddin Tak Penuhi Panggilan KPK

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin tak memenuhi panggilan KPK dengan alasan ada kegiatan lain.

NASIONAL | 7 Mei 2021

Wali Kota Berupaya Larang Gubernur Banten Mudik ke Tangerang

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah pun meminta gubernur Banten yang memiliki rumah pribadi di Pinang, Tangerang, untuk tidak pulang berhari raya di Pinang.

NASIONAL | 7 Mei 2021

Pakar: UU UU 2/2020 Lindungi Pihak Ketiga yang Beriktikad Baik

Sonyendah Retnaningsih menyatakan bahwa pihak ketiga yang membantu program pemerintah di saat pandemi patut dilindungi secara hukum.

NASIONAL | 7 Mei 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS