Logo BeritaSatu

75 Pegawai KPK Gagal Tes ASN, Tjahjo Kumolo: Tak Benar Ada Saling Lempar Tanggung Jawab

Jumat, 7 Mei 2021 | 17:49 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN dan RB) Tjahjo Kumolo menepis adanya saling lempar tanggung jawab dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini terkait kegagalan 75 pegawai KPK lolos dalam asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN).

“Tidak benar ketua KPK dan menteri PAN dan RB saling lempar tanggung jawab. KPK memutuskan mengenai status 75 orang yang TMS (tidak memenuhi syarat) dan untuk tindak lanjut proses administrasi, baik yang MS (memenuhi syarat) maupun TMS, akan berkoordinasi dengan Kementerian PAN dan RB serta BKN (Badan Kepegawaian Negara),” kata Tjahjo, Jumat (7/5/2021).

Tjahjo menjelaskan TWK dilaksanakan berdasarkan Peraturan Komisi (perkom) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pengalihan Pegawai KPK menjadi Pegawai ASN. Tjahjo menyatakan KPK bekerja sama dengan BKN.

“BKN membuat Tim di luar Kementerian PAN dan RB serta BKN. BKN sebagai penyelenggara didukung Kementerian PAN dan RB. Dengan dasar peraturan KPK tersebut, dari 1.357 pegawai KPK yang diusulkan, 1.349 pegawai dengan sukarela hadir ikut tes di BKN,” ucap Tjahjo.

Menurut Tjahjo, hasil tes lengkap termasuk hasil wawancara telah diserahkan kepala BKN kepada sekretaris jenderal KPK. Penyerahan itu disaksikan olehnya, ketua Dewan Pengawas (Dewas) KPK, ketua dan wakil ketua KPK, serta ketua KASN.

“Sebagaimana perkom KPK dimaksud, maka yang mengumumkan hasil tes adalah KPK dan sudah benar pernyataan pers oleh ketua KPK. Dengan dasar yang jelas Perkom KPK tersebut, keputusan selanjutnya ada di KPK karena ini masalah internal KPK,” demikian Tjahjo.

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, pelaksanaan asesmen pegawai KPK bekerja sama dengan BKN, telah sesuai dengan Pasal 5 ayat (4) Perkom KPK 1/2021. Peraturan tersebut merupakan aturan turunan dari Undang-Undang (UU) 19/2019 tentang Perubahan Kedua atas UU 30/2002 tentang KPK.

Menurut Firli, berdasarkan landasan hukum tersebut maka, syarat yang harus dipenuhi pegawai KPK agar lulus asesmen TWK untuk menjadi ASN harus setia dan taat pada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan pemerintah yang sah. Selain itu, tidak terlibat kegiatan organisasi yang dilarang pemerintah dan atau putusan pengadilan.

“Memiliki integritas dan moralitas yang baik,” kata Firli.

Sementara itu, Ketua Setara Institute Hendardi menilai kegagalan 75 pegawai KPK merupakan hal yang biasa dan lumrah. Untuk itu, Hendardi meminta kegagalan para pegawai lembaga antikorupsi dalam tes yang menjadi syarat alih status menjadi ASN tersebut tidak perlu diperdebatkan.

“Kabar tidak lolosnya sejumlah pegawai KPK dalam alih status menjadi ASN adalah hal biasa dan tidak perlu memantik perdebatan. Ada yang lolos dan ada yang gagal adalah lumrah,” kata Hendardi.

Dikatakan, hal yang bisa dipastikan, pemerintah saat ini sedang giat menangani intoleransi dan radikalisme yang terus mengikis ideologi Pancasila di lingkungan ASN, TNI, Polri, universitas dan sekolah-sekolah, termasuk tentu saja KPK.

“Siapa pun yang dalam dirinya bersemai intoleransi dan radikalisme, maka bisa saja tidak lolos uji moderasi bernegara dan beragama,” tegas Hendardi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Satgas Covid-19: Kebijakan Masker Masih Berlaku

Satgas Covid-19 menyatakan, pemerintah belum berencana mencabut kebijakan wajib masker seperti yang dilakukan negara lain.

NEWS | 29 September 2022

Tiongkok Tolak Keras Perbandingan Ukraina dengan Taiwan

Tiongkok bereaksi terhadap perbandingan antara Ukraina dengan Taiwan. Hal itu ditegaskan juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin.

NEWS | 29 September 2022

Kebanjiran Pengungsi Rusia, Latvia Nyatakan Negara Darurat

Latvia mengumumkan keadaan darurat di dekat perbatasannya dengan Rusia pada Rabu (28/9/2022) setelah kebanjiran pengungsi Rusia.

NEWS | 29 September 2022

TNI AU Selidiki Penemuan Granat Asap dan Peluru di Bekasi

TNI AU masih mendalami penemuan granat asap dan peluru yang ditemukan di sebuah rumah, di Pondokgede, Kota Bekasi, Selasa, 27 September 2022.

NEWS | 29 September 2022

Hari Ini, Jaksel dan Jaktim Berpotensi Diguyur Hujan

BMKG DKI Jakarta menerangkan, potensi hujan disertai petir terjadi di wilayah Jaksel dan Jaktim pada sore hingga menjelang malam hari.

NEWS | 29 September 2022

Pabrik Keramik di Bekasi Diberi Waktu Perbaiki Pengolahan Limbah

Pabrik keramik PT Sarana Griya Lestari Keramik diberi batas waktu untuk memperbaiki manajemen pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). 

NEWS | 29 September 2022

Berkas Perkara Dinyatakan Lengkap Polri Serahkan Sambo Cs ke Jaksa

Ferdy Sambo dan 11 tersangka lain kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J dan obstruction of justice segera diserahkan ke jaksa.

NEWS | 29 September 2022

Kasus dan Kematian Covid-19 Jakarta sampai 28 September 2022

Infografik tentang data kasus dan jumlah kematian Covid-19 di Jakarta sampai tanggal 28 September 2022.

NEWS | 29 September 2022

Jumlah Penerima Vaksin Covid-19 sampai 28 September 2022

Infografik tentang data jumlah penerima vaksin Covid-19 di Indonesia sampai dengan tanggal 28 September 2022.

NEWS | 29 September 2022

Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia sampai 28 September 2022

Infografik tentang data dan tren kasus aktif Covid-19 di Indonesia sampai dengan tanggal 28 September 2022.

NEWS | 29 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Satgas Covid-19: Kebijakan Masker Masih Berlaku

Satgas Covid-19: Kebijakan Masker Masih Berlaku

NEWS | 6 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings