Logo BeritaSatu

Menteri Nadiem: Pancasila Akan Terus Jadi Falsafah dan Ideologi Bangsa

Jumat, 7 Mei 2021 | 23:57 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Nadiem Anwar Makarim menegaskan Pancasila akan senantiasa menjadi ideologi bangsa. Menurut Nadiem, pengajaran Pancasila bagi anak-anak perlu disempurnakan. Hal itu disampaikan Nadiem dalam webinar bertema “Pendidikan, Riset, dan Teknologi untuk Mewujudkan Keadilan Sosial”, Jumat (7/5/2021).

“Pancasila akan terus menjadi falsafah dan ideologi bangsa Indonesia. Kita perlu menyempurnakan cara mengajarkan Pancasila kepada anak. Selama ini, pendidikan Pancasila lebih banyak pada hafalan tanpa dibarengi contoh dan teladan nyata sehari-hari. Akibatnya, nilai dan gagasan mulia Pancasila sulit diinternalisasi generasi muda,” kata Nadiem.

Webinar digelar dalam rangka menyambut pelaksanaan Kongres IV Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Bandung, Jawa Barat, pada 21-23 Juni 2021.

“Kami ingin mengubah pendidikan Pancasila menjadi lebih holistik dan kreatif. Misalnya pembelajaran berbasis project-project sosial. Project-project sosial inilah yang akan membentuk pelajar Pancasila di lapangan,” ujar Nadiem.

“Mempelajari keberagaman bisa lewat pertukaran pelajar yang berbeda golongan, tingkat sosial ekonomi, agama, dan perbedaan lain. Mereka akan berbaur agar mereka tak hanya mencintai toleransi tetapi juga menjadikan toleransi bagian kehidupan sehari-hari,” demikian Nadiem.

Pembicara lainnya dalam webinar tersebut, yakni Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko, Wakil Rektor Bidang Kerjasama UGM Paripurna Poerwoko Sugarda, serta Ketua bidang Ristek dan Informasi DPP PA GMNI Eva Kusuma Sundari.

“BRIN diarahkan untuk melakukan konsolidasi sumber daya ilmu pengetahuan dan teknologi yang sebelumnya tersebar di beberapa institusi pemerintah. BRIN juga menciptakan ekosistem riset standar global yang inklusif dan kolaboratif serta diharapkan dapat menghasilkan fondasi ekonomi yang berbasis riset yang kuat dan berkesinmbungan,” kata Laksana.

“Fokus riset Indonesia ke depan pada digital, green, dan blue economy. Basisnya sumber daya lokal dan keanekaragaman hayati, geografis, serta seni budaya. Riset berperan penting dan menyokong keanekaragaman di Indonesia sehingga mempunyai nilai ekonomi,” ujar Laksana.

Menurutnya dunia ke depan bukan lagi digital atau elektronik melainkan bioteknologi.

“Kita yang punya banyak koleksi biodiversity, harus lebih unggul di banding negara lain. Oleh karena itu kita perlu melakukan refocusing pada kekayaan alam dan budaya kita lewat dukungan riset yang kuat,” ucap Laksana.

Laksana menyatakan tantangan global bisa diatasi jika Indonesia memiliki data riset berbasis ilmiah. Kemudian, memperkuat sumber daya manusia (SDM) riset dengan menarik talenta muda Indonesia dalam dan luar negeri.

Sementara itu, Purwoko mengatakan lahirnya teknologi hingga hilirasasi tepat guna bukan hal yang sederhana. Dibutuhkan kolaborasi pentahelix, mulai dari institusi negara, lembaga riset, kolabolariasi dengan BUMN dan sektor industri lain. Selanjutnya, menguatkan startup Tanah Air, bahkan harus cerdik menghadapi kompetitor teknologi dari negara lain.

“Mindset nasionalisme teknologi itu harus kita alami. Fanatik terhadap teknologi dalam negeri harus ada serta mencegah terburu-buru membeli teknologi asing dengan alasan lebih murah. Kebutuhan energi di Indonesia yang sangat besar menjadi kesempatan untuk mengembangkan renewable energy. Indonesia punya potensi besar atas energi terbarukan seperti tenaga angin, air, ombak, tenaga surya, panas bumi, biomass, dan lain sebagainya,” kata Purwoko.

Eva mengatakan saat pandemi, Indonesia mengalami feminisasi kemiskinan karena terbatasnya akses pendidikan, politik, kesehatan, dan ekonomi bagi perempuan. Dikatakan, perempuan semakin miskin karena desain pemulihan eknomi dan paket untuk menangani krisis, tidak mengakomodasi situasi perempuan yang mengalami beban ganda.

“Karena WFH (work from home), double burden perempuan di rumah tangga makin besar. Alhasil, banyak perempuan depresi, mengalami KDRT dan kemiskinan pada perempuan meningkat,” kata Eva.

“Semoga riset sosial tentang kemiskinan semakin meningkat, terutama yang terkait kemiskinan struktural, dan kebutuhan afirmasi ekonomi bagi para ibu rumah tangga karena pemberdayaan UMKM tidak melulu demi pertumbuhan ekonomi tetapi lebih pada pemerataan ekonomi,” demikian Eva.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Perkara Dugaan Pelanggaran PE Minyak Goreng Masih Sulit Dibuktikan

sidang lanjutan perkara dugaan korupsi permohonan Persetujuan Ekspor (PE) Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya belum mampu membuktikan adanya korupsi atau perbuatan melawan hukum

NEWS | 4 Oktober 2022

Ciliwung Meluap, 6 Pintu Air di Jakarta Waspada Banjir

Sebanyak enam pintu air di Jakarta waspada atau siaga 3 banjir dikarenakan hujan yang mengguyur ibu kota sejak sore hari tadi.

NEWS | 4 Oktober 2022

Polisi Periksa CCTV di Rumah Lesti Kejora-Rizky Billar

Polisi akan memeriksa CCTV di rumah Lesti Kejora dan Rizky Billar terkait penanganan dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

NEWS | 4 Oktober 2022

Mahasiwa FHUI Cetak Prestasi pada Kompetisi Peradilan Semu Tingkat Dunia

FHUI yang tergabung dalam ALSA mencetak prestasi pada kompetisi peradilan semu bertaraf internasional di Seoul, 30 September - 3 Oktober 2022.

NEWS | 4 Oktober 2022

Ridwan Kamil Buktikan Dampak Perubahan Iklim, 700 Hektare Ditelan Laut

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membuktikan sendiri dampak perubahan iklim di wilayahnya.

NEWS | 4 Oktober 2022

1.252 Rumah di Kota Tangsel Dikepung Banjir

Hasil monitoring BNPB, ada sebanyak 1.252 rumah di enam kelurahanTangerang Selatan yang terkepung banjir.

NEWS | 4 Oktober 2022

Banjir Perumahan Dosen IKIP Bekasi Capai 1 Meter

Banjir di Perumahan Dosen IKIP, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, disebebkan luapan kali yang melintas di perumahan tersebut.

NEWS | 4 Oktober 2022

Megawati Minta Prajurit TNI Paham Pancasila dan Geopolitik

Menurut Megawati Soekarnoputri, memahami Pancasila berarti mengetahui sejarah bangsa dan negara Indonesia.

NEWS | 4 Oktober 2022

Kasus Hakim Agung Sudrajad, KPK Tahan Debitur Koperasi Intidana

KPK melakukan penahanan terhadap tersangka pemberi suap lainnya dalam kasus hakim agung pada Mahkamah Agung (MA) Sudrajad Dimyati.

NEWS | 4 Oktober 2022

Puan Ajak Anggota DPR Heningkan Cipta untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Ketua DPR Puan Maharani menutup masa persidangan I DPR tahun sidang 2022-2023 dalam rapat paripurna.

NEWS | 4 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ciliwung Meluap, 6 Pintu Air di Jakarta Waspada Banjir

Ciliwung Meluap, 6 Pintu Air di Jakarta Waspada Banjir

NEWS | 7 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings