Ketua MPR: Harus Berapa Lama Lagi Negara Membiarkan KKB Leluasa Menebar Teror?
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ketua MPR: Harus Berapa Lama Lagi Negara Membiarkan KKB Leluasa Menebar Teror?

Sabtu, 8 Mei 2021 | 16:42 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo menyatakan hanya tindakan tegas dari negara yang bisa menghentikan pembunuhan dan teror berkelanjutan terhadap warga sipil Papua oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Menurut pria yang akrab disapa Bamsoet tersebut, solusi mengatasi KKB bukan dengan cara diskusi. Bamsoet menuturkan rangkaian aksi tidak berperikemanusiaan KKB, telah menelan jumlah korban tewas sedikitnya 110 jiwa.

“KKB membunuh kabinda Papua, membakar sekolah dan merusak properti warga. Apakah diskusi bisa dengan sendirinya menghentikan kebrutalan KKB membunuh dan meneror warga sipil Papua? Lalu, harus berapa lama lagi negara membiarkan KKB leluasa melakukan pembunuhan dan menebar teror di Papua?,” kata Bamsoet, Sabtu (8/5/2021).

Menurut Bamsoet, komentar dan ratapan para elite serta para pemerhati di Jakarta selama ini terbukti tidak bisa menghentikan kebrutalan KKB. Bamsoet menuturkan pendekatan diskusi untuk mengatasi persoalan di Papua, sudah dilaksanakan sejak era Presiden ketiga BJ Habibie.

Habibie melalui Wiranto yang menjabat panglima TNI kala itu, telah meminta maaf dan mencabut status daerah operasi militer (DOM) di Papua. Habibie juga menegaskan masalah Papua diselesaikan lewat jalur diplomasi.

Bamsoet menambahkan, pendekatan damai dilanjutkan Presiden keempat Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 1999. Gus Dur mengganti nama Irian Jaya menjadi Papua serta mengizinkan pengibaran bendera Bintang Kejora.

Pendekatan damai dengan OPM juga digagas pemerintahan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Melalui staf khususnya, SBY menegaskan tak ada pendekatan lebih cocok di Papua selain pendekatan damai. Bamsoet mengatakan saat beberapa anggota TNI tewas dalam baku tembak dengan kelompok bersenjata, SBY tetap mengedepankan jalur diplomasi.

Pada 9 November 2011, Bamsoet menjelaskan SBY menunjuk Farid Husain sebagai juru runding pemerintah dengan tokoh-tokoh masyarakat Papua, termasuk dengan Tentara Pembebasan Nasional (TPN) Papua.

Menurut Bamsoet hingga sekarang perhatian pemerintah terhadap Papua tidak berkurang. Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang banyak menahan diri dalam menghadapi kebengisan KKB, melanjutkan pendekatan damai itu. Dikatakan, Jokowi berupaya meningkatkan kesejahteraan warga Papua.

Bamsoet mengatakan sejak menjabat presiden, Jokowi setidaknya sudah 11 kali mengunjungi Papua dan Papua Barat. Jokowi memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) sebagai kerangka besar solusi konflik di Papua. Jokowi pun menerapkan kebijakan bahan bakar minyak (BBM) satu harga hingga membangun serat optik Palapa Ring.

Akan tetapi, menurut Bamsoet, pendekatan damai justru dibalas dengan pembunuhan dan teror oleh KKB.

“Ketika pendekatan damai dan kesejahteraan direspons aksi brutal KKB, negara tidak bisa berdiam diri. Negara tidak boleh kalah oleh para pembunuh dan pelaku teror yang telah memakan banyak korban dan harta benda serta meresahkan rakyat kita di Papua. Karena Papua adalah bagian dari Indonesia, negara harus mampu melindungi dan memberikan rasa aman bagi rakyat di sana,” tegas Bamsoet.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Manfaatkan Teknologi, Sahroni: Polri Semakin Adaptif terhadap Perkembangan Zaman

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dinilai berhasil menjadikan Polri semakin transformatif, modern, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

NASIONAL | 8 Mei 2021

Pemprov Sumbar Raih Opini WTP 9 Kali Berturut-turut

Meski demikian, Anggota V BPK Bahrullah Akbar menjelaskan pihaknya masih menemukan beberapa permasalahan terkait pengelolaan keuangan daerah.

NASIONAL | 8 Mei 2021

Masih Pandemi, BNN: Pengungkapan Jenis Sabu dalam 4 Bulan Terakhir Capai 5 Ton

BNN ungkap jenis sabu dalam dalam empat terakhir capai lima ton.

NASIONAL | 8 Mei 2021

Anies: Toriq Hadad, Jurnalis Senior yang Jaga Kemerdekaan Pers Indonesia

Anies Baswedan turut berduka cita atas meninggalnya Mantan pemimpin pedaksi majalah dan Koran Tempo Toriq Hadad.

NASIONAL | 8 Mei 2021

BNN dan Kemkes Tingkatkan Kerja Sama Penanggulangan Narkoba

Kepala BNN meminta dukungan Menkes terkait penggunaan fasilitas kesehatan RSJ dalam mendukung program rehabilitasi terhadap penyalahguna narkoba.

NASIONAL | 8 Mei 2021

Dirjen Imigrasi Sebut Warga Tiongkok yang Masuk ke Indonesia Penuhi Aturan Keimigrasian

Setelah pemeriksaan kesehatan, petugas imigrasi juga akan memeriksa seluruh dokumen perjalanan dan dokumen keimigrasian tiap WNA yang akan masuk ke Indonesia.

NASIONAL | 8 Mei 2021

Anindya Bakrie Dapat Dukungan dari Kadin Malut untuk Caketum

Anindya N. Bakrie dapat dukungan dari Kadin Provinsi Maluku Utara untuk jadi Ketum Kadin.

NASIONAL | 8 Mei 2021

Wakil Presiden: Dakwah Harus Perhatikan Keragaman Suku Bangsa dan Agama di Indonesia

Wapres minta agar menjaga kehidupan masyarakat berbangsa dan negara, salah satunya melalui dakwah.

NASIONAL | 8 Mei 2021

Larangan Mudik, Garuda Beroperasi di Bandara NTT, Lion dan Citilink Berhenti Sementara

Sejumlah maskapai penerbangan yang beroperasi di NTT, khususnya rute Bandara El Tari Kupang mulai menghentikan sementara jadwal penerbangan.

NASIONAL | 8 Mei 2021

BPOM Temukan Sampel Takjil Mengandung Formalin dan Boraks

Pengawasan dilakukan dengan tetap berpedoman pada protokol kesehatan untuk menjaga petugas, pelaku usaha, dan masyarakat dari risiko penyebaran Covid-19.

NASIONAL | 8 Mei 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS