Logo BeritaSatu

Tangkap KKB, Komnas HAM Papua: Jangan Timbulkan Masalah HAM

Minggu, 9 Mei 2021 | 11:37 WIB
Oleh : JEM

Timika, Beritasatu.com - Perwakilan Komnas HAM Papua Frits Ramandei meminta tentara dan polisi agar benar-benar menghormati prinsip-prinsip hak asasi manusia (HAM) dalam melakukan operasi penegakan hukum terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua yang sekarang dicap sebagai kelompok teroris.

"Jangan sampai operas-operasi ini justru nantinya menimbulkan problem-problem HAM yang baru di tengah masyarakat. Kami minta kedepankan pendekatan penegakan hukum, bukan pendekatan operasi," kata Ramandei di Timika, Minggu (9/5/2021).

Pada Jumat (7/5/2021), Ramandei bersama sejumlah tokoh Papua, di antaranya Sekda Papua Dance Yulian Flassy, Rektor Universitas Cenderawasih Dr Apolo Safanpo, Ketua MUI Papua Ustadz Islami Al Payage, dan lain-lain menemui Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Prabowo, saat melakukan kunjungan kerja ke Timika.

Para tokoh Papua itu memberikan banyak masukan kepada mereka berkaitan keputusan pemerintah Indonesia menetapkan kelompok bersenjata sebagai kelompok teroris.

Salah satu yang dikhawatirkan adalah operasi terhadap kelompok bersenjata bisa menyasar warga sipil lain.

"Kami minta kepada panglima TNI dan kepala Polri agar menata kembali pola komunikasi di antara satuan-satuan yang ditugaskan pascapenetapan kelompok ini menjadi kelompok teroris. Di antara satuan yang ada, baik itu Kogabwilhan III, Kodam XVII/Cenderawasih dan Polda Papua, harus ada pola komunikasi yang terbangun agar tidak menimbulkan kegaduhan dalam kegiatan operasi mereka," kata Ramandei, yang merupakan mantan wartawan itu.

Menurut dia, satuan-satuan TNI dan polisi yang dikirim ke Papua jangan sampai langsung diterjunkan ke daerah konflik seperti Kabupaten Puncak, Kabupaten Intan Jaya, dan Kabupaten Nduga tapi perlu mendapatkan pembekalan tentang kultur dan pola kebudayaan masyarakat setempat.

"Sehingga jangan sampai begitu melihat masyarakat Papua memegang panah dan membawa parang lalu dilihat sebagai ancaman langsung kemudian melakukan tindakan penegakan hukum tanpa pandang bulu," ujarnya.

Ia yakin dengan mengutamakan prinsip penegakan hukum maka operasi yang dilakukan bisa terukur dan tidak menyasar orang-orang lain yang tidak memiliki sangkut-paut dengan kelompok bersenjata.

Komnas HAM Papua, katanya, sampai saat ini terus melakukan tugas dan fungsinya sebagai mediator antara aparat dengan kelompok-kelompok yang berseberangan di Papua.

"Kami sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah kelompok ini, tentu pandangan mereka bermacam-macam. Kami berterima kasih karena panglima TNI dan kepala Kepolisian Indonesia menyanggupi berbagai usul, saran, dan masukan yang disampaikan tokoh-tokoh Papua," kata dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ini Penyebab Kepuasan Kinerja Jokowi Naik 5 Persen dalam Sepekan

Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Jokowi naik 5 persen dalam sepekan. Ini alasannya. 

NEWS | 2 Oktober 2022

Ditolak Denmark, Prancis Akan Kirim Howitzer ke Ukraina

Prancis akan mengirim howitzer yang ditolak Denmark ke Ukraina. Kyiv mungkin mendapatkan hingga 12 howitzer Caesar dari Paris.

NEWS | 2 Oktober 2022

Ridwan Kamil Masih Rahasiakan Parpol yang Jadi Pelabuhannya

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Kang Emil masih merahasiakan soal parpol mana yang menjadi pelabuhan politiknya.

NEWS | 2 Oktober 2022

Kemendagri Dorong Kebijakan Afirmatif pada Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender

Program pengarusutamaan gender menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat pembangunan di pusat maupun daerah.

NEWS | 2 Oktober 2022

Anies Bakal Diumumkan Surya Paloh sebagai Capres Nasdem?

Ketum Partai Nasdem Surya Paloh akan mengumumkan capers yang diusung Nasdem di Pilpres 2024 besok. Beredar kabar capres itu adalah Anies Baswedan.

NEWS | 2 Oktober 2022

Nama Anies Bergema Saat Disinggung Sosok yang Bakal Pimpin Indonesia

Nama Anies Baswedan bergema ketika para peserta Supermentor-27 merespons pernyataan Dino Patti Djalal soal sosok yang bakal memimpin Indonesia.

NEWS | 2 Oktober 2022

NATO Peringatkan, Rusia Melemah tetapi Masih Berbahaya

NATO memperingatkan bahwa Rusia melemah tetapi masih berbahaya. Presiden Vladimir Putin dan Angkatan Bersenjata Rusia tidak boleh diremehkan.

NEWS | 2 Oktober 2022

Gubernur Khofifah Berharap Tragedi Kanjuruhan Tak Terulang

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap tragedi Kanjuruhan, yang menewaskan 174 orang tidak terulang kembali.

NEWS | 2 Oktober 2022

Anies: Doakan Saya Bisa Jalankan Amanat Setelah Tak Jadi Gubernur

Anies Baswedan pun meminta doa kepada masyarakat agar dapat menuntaskan tugasnya hingga akhir masa jabatannya.

NEWS | 2 Oktober 2022

Kapolri Janji Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berjanji akan mengusut tuntas tragedi Kanjuruhan, Malang, yang mengakibatkan sebanyak 125 orang meninggal dunia.

NEWS | 2 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ditolak Denmark, Prancis Akan Kirim Howitzer ke Ukraina

Ditolak Denmark, Prancis Akan Kirim Howitzer ke Ukraina

NEWS | 10 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings